Yak, saatnya laporan tentang gath weekend kemaren. Sebenarnya saya males bikin postingan ini, cuman anak saya maksa dibikinin report sih *sigh* Dasar anak-anak, hobinya nyusahin orangtua.. +_+
Jadi, tanggal, er, berapa ya? *cek kalender* 26 November 2006, saya, Abang, dan adik ipar saya, akhirnya sukses gath di Jakarta. Rencana awal, gathdarn ini akan diikuti oleh 8 orang. Hanya saja, setelah berbagai hambatan dan badai cancellation menjelang hari-H, akhirnya yang terkumpul hanya kami bertiga. Tya yang sudah bela-belain datang dari Malang akhirnya harus memasrahkan nasib gathering Jakarta-nya pada dua kakek-kakek yang kompetensinya sebagai host gath belum teruji.
Kakek #1, saya, sibuk telpon-telponan ria dengan anak keduanya, membuat sang adik ipar dan Kakek #2, Abang, terpaksa harus ngobrol berdua saja. Kakek #1 juga sukses membuat mereka berdua muter-muter nggak jelas di PIM, demi menemukan lokasi Sushi Tei (yang ternyata nyempil di menara selatan). Kakek 1 bukan penggemar sushi, jadi ia menyerahkan nasibnya pada adik iparnya. Meski was-was karena takut diracuni, akhirnya, Kakek 1 mau makan hidangan yang disodorkan kepadanya. Semua makanan yang disodorkan dilabeli “SAFE” kecuali si baby octopus yang mengundang kecurigaan itu..
Tya yang berperan sebagai tester, terlebih dahulu mencoba hidangan yang mencemaskan itu. Respon awal normal, TAPI, tiba-tiba adik ipar saya terlihat seperti orang keselek. OH, NO, SHE’S GONNA PUKE! BUT, NO, THAT TURNS OUT TO BE AN ACT. NOW, SHOULD I FRY HER OR NOT? *penonton menyahut, “SETUJUUUU..!!”* Mwhahaha.. >:D
Ternyata si baby octopus aman untuk dimakan, tapi saya keburu trauma, jadinya, setelah makan satu, saya ngga mau makan lagi. Teganyaa.. T-T *sambit Tya karena menipu*
Oh ya, ini gambar-gambar menu yang lain (sisanya cek di PB saya aja deh):
Tidak norak, tidak asyik. Karena itu, saat gathdarn, we went a little nuts. Mulai dari ngobrol tentang topik-topik tidak penting dengan bahasa yang nggak jelas (kok untuk soal ini, gw gak nyadar ya, Ty :P), foto-foto gila, pamer keahlian ngambil skrinsut, mempatenkan istilah Fotografer Tremor(tm), mengganggu pengunjung, checking out ibu-ibu muda cakep yang duduk di belakang kami (khusus Abang :P), dan memata-matai beberapa homokwati, xixixi..

Kami keluar dari Sushi Tei sekitar pukul 10 malam. Berangkat dengan niat untuk ngisengin Kakek #2, akhirnya kami sukses menjalankan misi menggeret si Kakek ke Starbucks. Kakek #2 nggak pingsan, seperti rencana awal, tapi tetap cukup rewel, sampai-sampai dia harus digeret hanya untuk masuk ke dalam kedai kopi yang selalu dihindarinya ini. Tya terlihat cukup profesional dalam hal ngerjain orang, saya sampai terpikir untuk memindahkannya dari family tree istri saya ke dalam family tree saya sendiri. Xixixix..
Di Starbucks, kami tetap norak. Sesi foto-foto tetap dilanjutkan. Hanya saya, kali ini obyek penderitanya adalah Kakek #2 ..dan pemilik mekbuk yang duduk di pojokan T-T *timpuks Abang* Karena sudah hampir tengah malam, dan saya tidak mungkin membiarkan adik ipar saya pulang sendirian, akhirnya saya berunding dengan Kakek #2 (yang nggak tau jalan itu loh..). Final result, saya yang harus mengantar Tya pulang. As usual
Meski ada sedikit keributan antara Kakek #1 dan Kakek#2 menjelang kepulangan Tya (masalah sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak tanpa melibatkan kekerasan yang terlalu brutal -ya, ada beberapa jari yang remuk sih-, retaknya hubungan keluarga, dan keterlibatan polisi), acara tetap berlangsung lancar dan menyenangkan. Hehehe..
With all that drama, semoga Tya tidak kapok untuk gathering bersama kami lagi. See you next year, Ty!
PS: Oh, ya, skrinsut of the day! Here you go..
Dan tidak, bintang skrinsut kami tidak mempromosikan produk yang tertera di gelas plastiknya. This pic is for entertainment purpose only. Please use wisely.. :-”
