Oleh: S Setiawan | Kamis, April 26, 2007

Jakarta. Kemarin Pagi.

Beberapa ratus kilometer dari sana, saya melihatnya terduduk di kamarnya yang suram, menitikkan air mata. Setelah itu, untuk pertama kalinya, saya baru memahami apa yang kami bagi berdua.

Kalau sakit yang kurasakan dapat mengurangi beban yang dipikulnya sendirian, maka jadikanlah demikian, Tuhan.

- Jakarta, keesokan harinya, dini hari.


Tanggapan

  1. *ehm* tabah bu ;)

  2. *sodorin milo hangat*

  3. Ma sapa?

  4. Ih, sayah tidak mengerti, bu :-” *gak peka*

  5. *hug* >:D

  6. halah… tangan satunya ketinggalan >:D

  7. Halah, emang kaga bisa bikin emot hugs disini *peyuk-peyuk* :D

  8. Wikikikiki ..

    Papi sabar aja yah .. *peluk-peluk*

  9. Tengs :D *peluk-peluk juga*


Beri tanggapan

Your response:

Kategori