Tidak hanya sekadar membalas kekalahan mereka di leg pertama, Milan juga membalaskan dendam saudara senegara mereka, AS Roma, dan juga memastikan satu tiket ke final Liga Champions 2007 dengan menggulung Manchester United, 3-0.
Umpan yang dilepaskan ke arah Alberto Gilardino yang tidak terkawal praktis membuat pertandingan seakan usai bagi kubu MU. Edwin Van Der Sar gagal menghalang bola yang dilesakkan Gilardino ke gawangnya. 3-0 di menit ke 78. Benar-benar luar biasa perjuangan Milan.
Sejak menit awal, Milan sudah tampak mendominasi permainan dengan memaksa MU memainkan tempo yang lambat. Bola lebih banyak bergulir di kaki pemain MU, tetapi Milan dapat memanfaatkan kesempatan yang didapatnya dengan lebih efektif. Kesuksesan Milan banyak didukung oleh kehadiran Kaka. Pemain asal Brazil ini menyuntik semangat Milan dengan menyumbangkan gol pembuka bagi rossoneri di menit ke 11 dan menyamakan agregat menjadi 3-3.
MU tidak banyak melakukan pressing yang berbahaya karena barisan pertahanan Milan selalu siaga menjaga gawang yang dikawal oleh Dida. Bahkan ada beberapa pemain yang sengaja mendapat pengawalan khusus, seperti Cristiano Ronaldo yang sepanjang pertandingan nampak ditempel ketat oleh Gattuso. Keberhasilan Milan mengatur tempo pertandingan menekan permainan agresif yang biasa ditampilkan tim Inggris seperti MU, dan hal itu tampaknya sangat efektif. Gol kedua diciptakan oleh Seedorf di menit ke 30, dan hal itu semakin mempersulit upaya The Red Devils untuk menggapai tiket ke final.
Di babak kedua, MU mulai lebih banyak melakukan pressing dan sempat beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Milan, meski serangan-serangan yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Pergantian pemain yang dilakukan Ferguson pun tidak mampu memecahkan kebuntuan timnya.
Cukup banyak benturan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam dua babak, tetapi, sepertinya wasit terlihat lebih cenderung berpihak ke Milan. Beberapa pelanggaran yang nampak jelas tidak mendapatkan teguran. Hal ini sangat disayangkan.
Gol ketiga Milan memantapkan posisi mereka dengan agregat 5-3. Publik di San Siro bersorak sorai menyambut kemenangan tim mereka. MU terlihat jelas kecewa karena kekalahan dengan jumlah gol yang cukup besar ini sudah mematahkan peluang mereka dan menghanguskan kemungkinan terulangnya all-England final.
Milan akan bertemu Liverpool di Athena dan memainkan partai nostalgia final Liga Champions 2005. Mari kita tunggu di 23 Mei mendatang.
Forza Milan! Forza Italia!
PS: Maap kalo ada fakta yang salah, soalnya saya bukan ahli sepakbola
Oiya, tengs Milan karena sudah membalaskan dendam Roma! MAKAN-MAKAN!
PPS: Hore, kita ke final, Nuz! *peluk-peluk* \:D/

horeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Oleh: andriansah on Kamis, Mei 3, 2007
at 1:29 am
Ndri, kowe dukung siapa emangnya?
Oleh: Setiawan on Kamis, Mei 3, 2007
at 4:35 am
horeeee….. Papi, ayo cepetan kita lamar Kaka >:D
Oleh: Lily on Kamis, Mei 3, 2007
at 8:28 am
Lamar Kaka? LULUS DULU SEKOLAHNYA SANAH! *tendang abegeh centil*
Oleh: Setiawan on Kamis, Mei 3, 2007
at 9:48 am
HEDOPPPPPPPP MU !!
*ngeloyor*
Oleh: chiank on Jumat, Mei 4, 2007
at 4:51 am
Eh, ada Mbak Chiank ;;)
Oleh: Setiawan on Jumat, Mei 4, 2007
at 1:27 pm
Hedoop MU!
*cuek*
Oleh: elmogran™ on Sabtu, Mei 5, 2007
at 7:52 pm
Yeeehhh…. Lamar dulu, nanti keburu diambil oraaaaaang :p.
Oleh: Lily on Selasa, Mei 8, 2007
at 7:18 am
Biarpun sudah dilamar, tetep bisa diambil orang kok *kaleum* :-”
Oleh: Setiawan on Rabu, Mei 9, 2007
at 2:26 pm
Kalo gitu, langsung nikah aja gimana? ;;)
*jadi ajang diskusi lamar-lamaran*
Oleh: Lily on Jumat, Mei 11, 2007
at 1:57 am
Duh.. lama gag jalan-jalan…
FORZA MILAN… Balaskan dendam dua tahun lalu, sudah dua tahun tapi masih terasa sakit banget.
*NOBAR yuk ;;) *
Oleh: vnz on Selasa, Mei 15, 2007
at 6:58 pm