Orang-orang sering berkata kalau saya kuat, tahan banting, dan tidak mudah menyerah (kecuali pada kemalasan, karena bermalas-malasan itu sangat enak, obviously).
Secara fisik, saya memang lemah, tapi secara mental, buat saya lain cerita.
Selama ini saya belum pernah tahu batas ketahanan mental saya, dalam urusan manajemen emosi, khususnya. Biasanya, sebelum kondisi saya gawat, ada jalan keluar. Ada emosi negatif yang bisa dinetralisir. Tapi saat ini tidak. Akhirnya saya menemukan batas ketahanan saya. Dan tragisnya, ini harus terjadi sekarang.
Memang, hanya orang tolol yang mencampuradukkan urusan keluarga, urusan hati, urusan pertemanan, urusan finansial, urusan pekerjaan, urusan deadline, serta urusan kewajiban dan tanggung jawab dalam satu kompartemen.
You are, an idiot, kiddo..
Ditulis dalam Poetry
