Sookie Stackhouse, lajang duapuluh lima tahun, cantik, seksi, dan agak aneh.
Bill Compton, duda berumur lebih dari satu abad, tampan, pendiam, dan sudah pernah mati.
Sookie si gadis telepatik bertemu Bill, the guy next door, dan mereka jatuh cinta. Awhhh …. Setelahnya, banyak orang mulai terbunuh. Kenapa ya? Apakah karena Bill yang baru pindah ke kota Bon Temps ini adalah seorang penghisap darah?
Premis diatas adalah sepenggal cerita dari buku Dead Until Dark. Dead Until Dark adalah buku pertama dari sepuluh buku yang tergabung dalam The Southern Vampire Mysteries (SVM) yang sering disebut sebagai Sookie Stackhouse Novels.
Serial ini mengajak kita untuk membayangkan dunia dimana vampir adalah teman, kerabat, tetangga, bahkan atasan kita. Makhluk mitos yang misterius dan suka tidur siang ini bertansformasi dari sosok yang tersembunyi, menjadi sorotan khalayak ramai saat mereka memutuskan untuk keluar dari kehidupan bawah tanahnya. Bayangkanlah bertetangga dengan vampire Bill, seorang computer geek yang suka minum darah botolan O negatif dan menikmati berkeliaran malam-malam naik BMW. Nah!
SVM ditulis oleh Charlaine Harris yang lahir dan tinggal di Selatan (Amerika Serikat) seumur hidup. Ini berpengaruh besar pada gaya penceritaan novelnya. Kalau biasanya cerita mengenai vampir diceritakan dengan setting gothic yang monoton dan selalu harus terlihat muram, Harris menempatkan ceritanya dalam latar yang sangat tidak biasa. Bon Temps dengan nuansa Selatan yang eksotis dan ambivalen membawa pembaca keluar dari jalur mainstream cerita vampir yang kelam dan kaku.
Keberanian Harris untuk membuat cerita gado-gado dengan latar Lousiana yang jauh dari kesan urban patut diacungi jempol. Kita tidak akan melihat vampir berjalan-jalan di pusat kota yang ramai dengan pakaian mahal yang mencolok (dan biasanya berwarna hitam). Sebaliknya, vampir-vampir Louisiana memiliki karakter bawaannya sendiri, yang tidak terpaku pada tempat tinggal atau bahkan sejarah hidupnya (sebelum mati dan bangkit sebagai penghisap darah). Beberapa memang terlihat eksentrik, tapi manusia-manusia yang tinggal di Bon Temps juga jauh dari kata ‘biasa’.
Secara umum, SVM adalah cerita horor yang dibumbui misteri pembunuhan, lengkap dengan kisah cinta antara dua spesies yang berbeda. Tambahan nuansa komedi dan background cerita yang kaya membuat dunia Sookie menjadi sangat berwarna.
SVM bukanlah seri tanpa nilai minus. Karena sifatnya yang lintas genre, SVM kadang sulit menghadirkan kejutan yang segar dan ketegangan yang solid. Tapi, apa yang dapat dituliskan di buku memang terbatas. Mungkin, Harris lebih suka pembacanya untuk mengelaborasi sendiri dunia Sookie. Tidak heran, buku populer ini menarik perhatian Alan Ball. True Blood yang telah tayang selama dua musim merupakan hasil penerjemahan Ball terhadap semesta yang diciptakan Harris dengan detail dan menyeluruh. Hasilnya? Serial dengan rating tinggi.
Kadang kematian perlu dilihat dengan sudut pandang jenaka. Kadang mitos perlu diacak-acak. Kadang cinta tidak perlu memandang ras, usia, jenis kelamin, maupun status hidup/mati di catatan kependudukan. Manusia bisa membunuh dengan darah dingin, dan vampir yang tidak berdenyut jantung bisa mencintai dengan sepenuh hati. Tidak perlu berdiri jungkir balik untuk melihat dunia dari perspektif yang nyeleneh. Kadang, yang Anda butuhkan hanya membaca buku. Mungkin, dimulai dari buku karangan Charlaine Harris?
PS: Ingin bercerita lebih banyak soal ketertarikan Anda terhadap SVM ataupun True Blood? Bergabunglah di ID-BonTemps. All creatures invited.
kok pake tag personal? *mikir*
I wanna do bad things with you!!! (rock)
wah, dunia yg asing buat saya. tapi kayaknya menarik utk di-explore. thanks sharingnya ya
kayaknya nge-blog nya udah pensiun nih
Yaolooo, masih ada aja yang kesini.. *usir-usir semuanya* *eh*
lah itu yang punya ngapain lagi kesini?
Karena ada notifikasinya, gan. Wkwkwkwkwk..
wah masset mulai mengkomen lagi di blog nya. ayo posting lagi atuh, gw suka gaya penulisannya
Ini pasti maksudnya mau ngingetin kalo gw belom bikin postingan berbayar… *gigit-gigit starter pack*
masset, oh sungguh maskulin
ga mo ikutan jadi anggota ah. serem. menarik pendapatmu di paragraf terakhir.
eh, berbayar kamsutnyah apa? *binun
oia, aku di sukareelawan bagian pendaftaran lhoh