Arsip | Personal RSS feed for this section

MUSE – Showbiz

9 Jun

Controlling my feelings for too long
Controlling my feelings for too long
Controlling my feelings far too long
Controlling my feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

Trying to please you far too long
Trying to please you far too long
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

Controlling my feelings far too long
Controlling our feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

PS: Untuk para tetangga. Keparat kaleyan! Jangan ngetes kesabaran gw deh! :-w Err, Ton, lu ngga termasuk kok *pats tetangga* :D

Controlling my feelings far too long
Controlling our feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

Heart-Shaped Box

29 Mei

Saat ini saya berharap bahwa saya bisa membeli kotak tempat Davy Jones menyimpan hatinya. Berapapun harganya. Untuk dia yang sekarang duduk di samping saya.

Agar ia tidak perlu menangis lagi.

Agar ia tidak perlu merasakan sakit lagi.

Blogging Lagi

22 Mei

Hore, bisa blogging lagi! :D

..tapi mobile. Nistanya – -;

JOHN MAYER – Not Myself

4 Mei

Suppose I said
I am on my best behavior
And there are times
I lose my worried mind

Would you want me when I’m not myself?
Wait it out while I am someone else?

Suppose I said
Colors change for no good reason
And words will go
From poetry to prose

Would you want me when I’m not myself?
Wait it out while I am someone else?

And I, in time, will come around
I always do for you

Suppose I said..
You’re my saving grace

Would you want me when I’m not myself?
Wait it out while I’m someone else?

Would you want me when I’m not myself?
Wait it out while I’m someone else?

PS: Tiba-tiba ingat Spider-Man 2. Setelah kehilangan kekuatannya, Peter berkata pada MJ, “I’m different. Punch me, I bleed.” And I know how it felt now. I lost it. I’ve taken a punch where it hurts the most, where it bleeds the most. It has made me weak. And indeed it has made me different.

I wish I could deal with this like you do. I wish I could be the person I used to be. But that’s too much to ask right now. You’d just have to deal with it, kiddo, before it starts consuming you.

Now..

Would you want me when I’m not myself?
Wait it out while I’m someone else?

Just, Don’t..

4 Mei

Don’t cry other people’s tears. Don’t speak other people’s mind. Don’t carry other people’s burden. Don’t burn on other people’s wrath.

You deserve better than this, kid. I think you do.

There’s Something About Spider-Man 3

3 Mei

..that I don’t like :P

Saya terdengar kecewa? Memang.

Sam Raimi telah menghasikan film pertama dan kedua dari trilogi ini dengan baik. Spider-Man dan Spider-Man 2 menjadi film yang menurut saya sukses, baik diatas scorecard ataupun di box-office chart. Yang jelas keduanya berhasil menjadi film memorable yang tetap enak ditonton meski sudah pernah dilihat berkali-kali.

Now, Spider-Man 3?

WARNING: Saya akan mencoba membahasnya dengan meminimalisasi spoiler, ..tapi bukan berarti spoiler-nya tidak ada. Manusia mudah alpa, but watch me trying. Jadi, yang minat baca, read on :P

Kenapa saya tidak sreg dengan penutup trilogi ini:

- Terlalu banyak plot. Beberapa sebenarnya tidak perlu. Kita tahu ada 3 villain yang ditampilkan disini, yaitu Green Goblin Jr (Harry Osborne), Sand Man (Flint Marko), dan Venom (Eddie Brock). Saat mendengarnya pertama kali, saya sudah mengernyitkan dahi. Bagaimana caranya Raimi bisa memaksimalisasi durasi waktu dengan 3 villain, 1 superhero dengan kehidupan rumit, dan plot yang pasti banyak dan overlapping? Raimi bisa melakukannya, hebatnya, tapi jelas tidak dengan sempurna. Sorry, pal. But sometimes too much is too much.
Gwen Stacy. Penting? Atau tidak penting? Kelihatannya signifikan untuk plot yang ada saat ini, tapi kok saya merasa si cantik ini cuman dijadikan pemanis layar saja ya? Kalau tidak ada Gwen, plot jelas akan berubah banyak, tetapi itu bisa dimanfaatkan tim penulis untuk membuat cerita yang lebih terfokus. IMHO.
Drama. Raimi jelas tidak sepiawai Christopher Nolan (sutradara Batman Begins), semisal, dalam penggarapan film yang berkisah tentang pergulatan batin. Beberapa kali akting para pemainnya terasa tidak pas, kurang dalam. Dan Peter? Hanya segitu sajakah? Padahal eksplorasi yang bisa dilakukan terhadap Parker dan alter egonya, si manusia laba-laba, bisa dilakukan lebih dalam. Adegan perubahan yang ditunjukkan setelah symbiote melekat padanya terasa sangat cliche. We’ve seen that kinda scene before, Sam :P
Trailer vs movie. Trailer-nya menurut saya lebih keren dari filmnya. Kenapa? Karena saat itu ekspetasi saya tinggi, dan trailer-nya seakan berjanji akan menampilkan sisi lain Peter Parker yang kelam. Saya agak kecewa, karena dengan terlalu banyaknya plot, flashback, dan drama yang kurang pas tempatnya, saya tidak mendapatkan hal itu.
End scene. So, that was the finish? Uh, okay.. *sigh*

Even so, Spidey pasti akan meraup uang berlimpah dan duduk berlama-lama di puncak box-office. Antisipasi terhadap film ini memang luar biasa!

So, give us the good news! Okay, here you go:

- Spesial efek sudah mengalami peningkatan, terlihat jauh lebih smooth dan tidak sekaku jilid satu dan duanya. Banyak eye candy.
Aksi yang ditampilkan cukup mengasyikkan. Adegan laganya sudah oke. It’s action packed, and you guys will love it for that. Cause I do :D
Humor. Selera humor Spidey yang biasa ditampilkan disini. Beberapa humor memang mungkin terasa agak maksa. Tapi ada beberapa yang cukup segar dan original. I just LOVE that buzzer on JJ’s desk! =))
Moral of the story. Tidak bisa menggantikan pelajaran PPKn, tapi memang niatnya cukup bagus. This movie’s got the heart. Bring your kids along.

So, that’s it? Well, I think it preety much sums it up. Yang jelas, film ini tetap harus ditonton. Ya, masa sih enggak? Kecuali Anda adalah kaum pembenci film mainstream dan tidak merasa rugi kalau tidak nonton trilogi ini sampai selesai, jelas :P Tidak setuju dengan saya? Ya nggak papa, saya kan cuman komen. Hihihihi..

Enjoy the movie :D

Forza Milan! Forza Italia!

2 Mei

Tidak hanya sekadar membalas kekalahan mereka di leg pertama, Milan juga membalaskan dendam saudara senegara mereka, AS Roma, dan juga memastikan satu tiket ke final Liga Champions 2007 dengan menggulung Manchester United, 3-0.

Umpan yang dilepaskan ke arah Alberto Gilardino yang tidak terkawal praktis membuat pertandingan seakan usai bagi kubu MU. Edwin Van Der Sar gagal menghalang bola yang dilesakkan Gilardino ke gawangnya. 3-0 di menit ke 78. Benar-benar luar biasa perjuangan Milan.

Sejak menit awal, Milan sudah tampak mendominasi permainan dengan memaksa MU memainkan tempo yang lambat. Bola lebih banyak bergulir di kaki pemain MU, tetapi Milan dapat memanfaatkan kesempatan yang didapatnya dengan lebih efektif. Kesuksesan Milan banyak didukung oleh kehadiran Kaka. Pemain asal Brazil ini menyuntik semangat Milan dengan menyumbangkan gol pembuka bagi rossoneri di menit ke 11 dan menyamakan agregat menjadi 3-3.

MU tidak banyak melakukan pressing yang berbahaya karena barisan pertahanan Milan selalu siaga menjaga gawang yang dikawal oleh Dida. Bahkan ada beberapa pemain yang sengaja mendapat pengawalan khusus, seperti Cristiano Ronaldo yang sepanjang pertandingan nampak ditempel ketat oleh Gattuso. Keberhasilan Milan mengatur tempo pertandingan menekan permainan agresif yang biasa ditampilkan tim Inggris seperti MU, dan hal itu tampaknya sangat efektif. Gol kedua diciptakan oleh Seedorf di menit ke 30, dan hal itu semakin mempersulit upaya The Red Devils untuk menggapai tiket ke final.

Di babak kedua, MU mulai lebih banyak melakukan pressing dan sempat beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Milan, meski serangan-serangan yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Pergantian pemain yang dilakukan Ferguson pun tidak mampu memecahkan kebuntuan timnya.

Cukup banyak benturan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam dua babak, tetapi, sepertinya wasit terlihat lebih cenderung berpihak ke Milan. Beberapa pelanggaran yang nampak jelas tidak mendapatkan teguran. Hal ini sangat disayangkan.

Gol ketiga Milan memantapkan posisi mereka dengan agregat 5-3. Publik di San Siro bersorak sorai menyambut kemenangan tim mereka. MU terlihat jelas kecewa karena kekalahan dengan jumlah gol yang cukup besar ini sudah mematahkan peluang mereka dan menghanguskan kemungkinan terulangnya all-England final.

Milan akan bertemu Liverpool di Athena dan memainkan partai nostalgia final Liga Champions 2005. Mari kita tunggu di 23 Mei mendatang.

Forza Milan! Forza Italia! :D

PS: Maap kalo ada fakta yang salah, soalnya saya bukan ahli sepakbola :P Oiya, tengs Milan karena sudah membalaskan dendam Roma! MAKAN-MAKAN! :D

PPS: Hore, kita ke final, Nuz! *peluk-peluk* \:D/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.