Review Samsung Notebook Series 5 / 535U3C-A02ID

11 Agu

Untuk merayakan ulang tahun pertamanya, tanggal 1 Agustus 2012 yang lalu, Blibli.com mengadakan temu media dalam acara yang bertajuk “Blibli.com 1st Anniversary: A Year of Fun & Relaxing Shopping Experience.” Blibli.com yang diluncurkan pertama kali secara resmi pada tanggl 25 Juli 2011 telah beranjak dari sebuah startup yang belum banyak dikenal oleh para pengguna Internet di Indonesia, menjadi salah satu online retailer terbesar di Indonesia saat ini.

Blibli.com yang merupakan salah satu startup hasil karya asli anak bangsa menyadari bahwa potensi e-commerce di Indonesia sangat besar dan akan makin bertambah di kemudian hari. Namun, membangun sebuah perusahaan online retailer saja tidak cukup bagi Blibli.com. Perusahaan ini pun mencoba untuk berinovasi dan membedakan diri dari online store lain yang kian menjamur. Bagi Blibli.com, kuncinya tentu saja ada pada layanan pelanggan yang prima, dan usaha untuk selalu menghadirkan produk berkualitas, salah satunya dengan cara menggandeng partner-partner yang terpercaya.

Dalam perayaan ulang tahun pertama Blibli.com yang dibuka oleh Head of Marketing Blibli.com, Bapak Ivan W. Hudyana, dijelaskan tentang langkah perusahaan online retailer ini sejak awal diluncurkan sampai dengan sekarang. Pak Ivan menjelaskan pertumbuhan Blibli.com yang cukup impresif. Selain pertumbuhan jumlah pengunjung dan pageview, Pak Ivan juga menjelaskan tentang perubahan dari situs Blibli.com sendiri untuk memenuhi misinya dalam memberikan pelayanan terbaik. Salah satu bentuk simplifikasi yang memudahkan kunjungan pembeli di Blibli.com adalah jumlah tahapan yang harus dilalui sebelum barang berhasil sampai ke alamat yang dituju. Bila sebelumnya ada lima tahapan yang harus dilalui pembeli sebelum membayar, kini tahapan tersebut dipersingkat menjadi tiga saja.

Selain itu, Blibli.com juga tak ragu untuk merangkul perkembangan teknologi baru untuk makin memudahkan transaksi di situsnya. Pak Ivan menjelaskan bahwa nantinya Blibli.com juga akan mencoba untuk mengaplikasikan beberapa teknologi baru, termasuk memudahkan pembelian secara mobile baik via mobile site, maupun dengan bantuan gadget tertentu.

Blibli.com sendiri terus berusaha untuk meningkatkan pelayanannya dengan mengumpulkan insight dari berbagai riset pemasaran dan penjualan yang dapat diamati dari para pengunjung situsnya. Menarik untuk mengetahui bahwa perilaku online buyer di Indonesia begitu unik, karena itu strategi pengembangan hanya bisa dilakukan setelah melakukan pengamatan cermat, dan tak hanya bisa meniru apa yang telah sukses dilakukan di negara lain.

Perayaan ulang tahun Blibli.com ditutup dengan acara tiup lilin yang diwakili oleh pihak Blibli.com, perwakilan dari salah satu konsumen setia Blibli.com, serta rekan-rekan media. Untuk memeriahkan acara perayaan ulang tahun Blibli.com, setelahnya, acara dilanjutkan dengan pengujian langsung produk Samsung Notebook Series 5 oleh para blogger.

Review Samsung Notebook Series 5

Mobilitas merupakan hal yang penting bagi para pengguna teknologi di jaman sekarang. Para produsen komputer mencoba menjawab kebutuhan ini dengan menghadirkan berbagai notebook yang tak hanya ringan, namun juga canggih. Bila saat ini kehadiran notebook ringan masih dianggap sebagai sebuah barang mahal, hal itu akan segera berubah karena opsi notebook ringan yang juga tak berat di kantong pun mulai bermunculan. Salah satu brand yang mencoba untuk menghadirkan notebook yang menunjang mobilitas tinggi adalah Samsung. Bila melalui Samsung Notebook Series 9, perusahaan asal Korea Selatan ini sudah mencoba untuk menghadirkan notebook super tipis dengan harga premium, melalui Samsung Notebook Series 5, mereka yang memiliki budget terbatas pun dapat memiliki notebook ringan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain merilis Samsung Notebook Series 5 dengan prosesor Intel, Samsung juga merilis ultrathin notebook dengan prosesor AMD. Samsung 535U3C-A01ID dan 535U3C-A02ID sama-sama berbasis prosesor AMD Trinity. Dalam acara perayaan ulang tahun Blibli.com, beberapa blogger diberi kesempatan untuk mencoba sendiri kehandalan Samsung Notebook Series 5 langsung di tempat penyelenggaraan acara.

Produk yang diujicobakan dalam acara pengujian ini adalah Samsung 535U3C-A02ID. Notebook ini memiliki prosesor AMD Dual Core A6-4455M 2,1 GHz dengan 2 MB L2 Cache. Prosesor ini mendapatkan nama Trinity karena ia terdiri dari tiga arsitektur bagian yang berbeda. CPU core-nya didasarkan pada arsitektur Piledriver, GPU core-nya berdasarkan Northern Islands GPU core, dan video processing engine-nya berdasarkan arsitektur Southern Islands GPU yang baru (seri HD 7900). UVD3 video decoder yang terintegrasi juga memungkinkan decoding dari Multi-View Codec (MVC), MPEG-4 Part 2 (DivX, xVid), MPEG-4 AVC/H.264, serta video Adobe Flash HD. Trinity sendiri diperuntukkan untuk digunakan khususnya pada notebook super tipis. Sementara itu prosesor grafis Samsung 535U3C-A02ID sendiri menggunakan AMD Radeon™ HD 7500G Graphics. Dalam daftar mobile graphics card benchmark di Netbook Check, HD7500G tidak terlalu buruk, karena menempati urutan 203 (data 2 Agustus 2012) dari sekitar 453 sampel.

Samsung 535U3C-A02ID ini dibundel langsung dengan Windows® 7 Home Premium 64-bit dan beberapa software yang sudah ter-install seperti Adobe Acrobat Reader, Microsoft Office Starter 2010, Cyberlink Media Suite, sampai Skype, sehingga beberapa aktivitas sederhana dapat langsung dilakukan out of the box.

Untuk mengetahui performa dari Samsung 535U3C-A02ID secara kasar, kami mengecek Windows Experience Index notebook ini. Berikut adalah hasil screenshot dari WEI Samsung 535U3C-A02ID yang mencapai angka 4,6.

Dapat dilihat bahwa poin tertinggi yang didapatkan dari Samsung 535U3C-A02ID adalah kemampuannya dalam 3D business dan gaming graphic. Meskipun notebook ini sepertinya lebih cocok digunakan untuk untuk kebutuhan computing sehari-hari, namun kelebihannya di sisi ini membuat Samsung 535U3C-A02ID mungkin terasa menarik bagi para casual gamer. Dengan dukungan memori sebesar 4GB, seharusnya permainan-permainan yang tidak terlalu berat dapat dijalankan di notebook ini dengan lancar. Selain itu, notebook dengan layar LCD 13,3 inchi ini memiliki tampilan SuperBright 300nit sehingga nyaman untuk digunakan saat bermain game ataupun menonton film meskipun dalam suasana low light. Selain itu, dengan layar Anti-Reflective, notebook ini juga harusnya tetap enak untuk digunakan di luar ruangan saat siang hari.

Untuk pengujian di tempat, tes dilakukan dengan melakukan uji dengan aktivitas sederhana seperti mengetik, menjalankan beberapa aplikasi, dan memutar file multimedia. Samsung 535U3C-A02ID memiliki keyboard chiclet yang sekilas mirip dengan beberapa jenis notebook lain. Meski tidak senyaman beberapa keyboard dari beberapa merek lain, tapi tidak ada hambatan yang serius saat mencoba mengetik dengan keyboard ini. Untuk menjalankan beberapa aplikasi bawaan notebook ini, tidak ada masalah yang ditemui. Dengan memori sebesar 4GB — dapat di-upgrade ke 8GB — aplikasi yang dipakai sehari-hari, misalnya seperti word processor sama sekali tidak ada masalah. Uji untuk pemutaran file video 720p juga berjalan mulus. Meski demikian, tidak dimungkinkan untuk mengetes kualitas suara dari notebook ini karena situasi di sekeliling saat pengujian terlalu bising.

Kelebihan utama Samsung 535U3C-A02ID tentu saja terlihat dari ukuran dan beratnya. Untuk menunjang mobilitas penggunanya, notebook ini hadir dengan bobot yang cukup ringan. Dengan berat sekitar 1,52 kg, Samsung 535U3C-A02ID lebih ringan dari kebanyakan notebook standar yang beredar di pasaran pada saat ini. Bila pengguna notebook saat ini rata-rata menjinjing notebook seberat sekitar 2 kg, pengurangan sekitar setengah kilogram terasa cukup signifikan. Apalagi, selain ringan, Samsung 535U3C-A02ID juga hadir dengan bentuk yang tipis dan ramping. Notebook ultrathin ini sendiri memiliki dimensi panjang 315,1 mm dengan lebar 218,9, serta ketebalan antara 14,9 sampai 17,6 mm. Karena ringan dan cukup tipis, notebook ini pun nyaman digunakan dan tidak menghabiskan tempat penyimpanan yang terlalu besar dan terlihat lebih atraktif dari notebook yang berbentuk bulky.

Dari segi tampilan, Samsung 535U3C-A02ID terlihat cukup menarik. Notebook ini sendiri memiliki tiga pilihan warna, yaitu mocha brown, pop pink, dan titan silver. Bahan yang digunakan sebagian besar terbuat dari plastik, namun saat digenggam, Samsung 535U3C-A02ID tidak terasa terlalu ringkih mengingat tipisnya bodi dari notebook ini. Engselnya pun merespon dengan cukup baik dan tidak mudah goyah meskipun digerakkan dengan cepat dan mengalami sedikit guncangan. Meski demikian, built-nya memang tidak sebaik Samsung Notebook Series 9 yang terbuat dari Duralumin, tapi nampaknya notebook ini cukup kokoh untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Salah satu poin plus lain dari Samsung 535U3C-A02ID adalah kapasitas penyimpanannya yang cukup memadai. Dibandingkan dengan notebook-notebook tipis yang ditawarkan produsen lain, Samsung 535U3C-A02ID cukup unggul karena kapasitas yang ditawarkan adalah 500GB. Mereka yang memiliki data dalam jumlah besar ataupun memiliki koleksi file multimedia yang cukup besar akan merasa nyaman untuk bepergian dan tetap membawa data mereka tanpa harus mengandalkan tambahan kapasitas dari hard disk eksternal.

Berdasarkan tes yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Samsung 535U3C-A02ID cocok untuk digunakan oleh mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan menginginkan notebook tipis yang ringan namun tak ingin mengeluarkan terlalu banyak uang. Samsung 535U3C-A02ID berfungsi baik untuk menjalankan kegiatan computing sederhana, namun tidak disarankan untuk menjalankan program-program berat dengan notebook ini. Kemampuan notebook ultrathin ini cukup dapat memuaskan casual gamer dan juga cukup baik untuk menjalankan file multimedia. Kapasitasnya yang besar juga akan membuat mereka yang hobi mengoleksi file-file besar menjadi cukup lega. Tetapi, built notebook ini tidak terlalu kokoh dan performanya mungkin terasa terbatas untuk sebagian orang.

Bila dibandingkan dengan notebook dalam seri yang sama yang memiliki basis Intel, Samsung 535U3C-A02ID yang memiliki prosesor AMD mungkin memiliki kekurangannya sendiri. Namun, Samsung Notebook Series 5 yang menggunakan Intel lebih mahal kira-kira $100 dibandingkan yang menggunakan AMD. Selain itu, dengan prosesor grafis HD 7500G, Samsung 535U3C-A02ID jelas menjadi pilihan yang lebih menarik bagi mereka yang ingin bekerja sambil tetap bersenang-senang dengan menikmati computer game favorit. Selain bagi pekerja kantoran, Samsung 535U3C-A02ID sepertinya juga akan cukup menarik bagi mahasiswa.

Samsung 535U3C-A02ID sendiri dipatok di harga $699. Di Blibli.com sendiri, Samsung Notebook Series 5 dengan prosesor AMD ini ditawarkan dengan harga khusus, yaitu Rp 6.599.000,-

Untuk pertimbangan ulang, berikut adalah spesifikasi lengkap Samsung 535U3C-A02ID:

Sistem Operasi

Genuine Windows® 7 Home Premium (64-bit) Asli

Prosesor

AMD Dual-Core A6-4455M Accelerated Processor (2,1GHz, 2MB L2 Cache)

Layar

LCD 13,3″ SuperBright 300nit HD LED Display (1366 x 768), Anti-Reflective

Spesifikasi Fisik

– Dimensi: (Panjang x Lebar x Tinggi) 315,1 x 218,9 x 14,9 – 17,6mm (12,4″ x 8,6″ x 0,58″ – 0,69″)
– Berat: 1,52Kg (3,35lbs)

Grafis

– Prosesor Grafis: AMD Radeon™ HD 7500G Graphics

– Memori Grafis: Shared with System Memory

Memori

– Sistem Memori: 4GB DDR3 System Memory at 1.333MHz (on BD 4GB)

– Slot Memori: 1 DIMM Slots

Penyimpanan

– HDD: 500GB S-ATAII Hard Drive (5.400RPM)

– ODD: Tidak ada

Chipset Utama

AMD A70M

Multimedia

– Suara          : HD Audio

– Efek Suara: Mic Noise Suppression

– SoundAlive™

– Speaker: 4W Stereo Speaker (2W x 2)

– Kamera Terpadu: 1,3 megapixel HD Webcam

Komunikasi

– Modem: Tidak ada

– Bluetooth: Bluetooth V4.0

– LAN Ethernet Kabel 10/100/1000 Gigabit Ethernet LAN

– LAN Nirkabel 802.11abg/n (2 x 2)

Port I/O

– VGA: Ada (Adapter Option)

– USB: (Sleep-and-Charge) 1 USB 3.0, 2 USB 2.0

– Slot Multi Kartu: 4-in-1 (SD, SDHC, SDXC, MMC)

– HDMI: Ada

– Headphone Out: Headphone-out / Mic Combo

– Mic-in: Headphone-out / Mic Combo

– MIC Internal: Ada

– Port Layar: Tidak ada

– Port Dock: Tidak ada

– RJ11 (Modem): Tidak ada

– RJ45 (LAN): Ada

– DC-Dalam (Port Daya): Ada

Daya

– Adaptor AC: 40 Watt

– Baterai Standar: 4 Cell (45Wh)

Input

– Keyboard: 81 Key, 80 Key

– Papan Sentuh, Layar Sentuh: Touch Pad (Scroll Scope, Flat Type, Gesture UI)

Perangkat Lunak

– Standard DVD: OS DVD

– Software Terinstal: Universal Printer/Scanner Driver, Easy File Share, Easy Migration, Adobe Acrobat Reader, Microsoft Office Starter 2010, Samsung Support Center, WildTangent Game Console, Windows Live, Norton Online Backup (30-day Trial), Skype, Cyberlink Media Suite, Cyberlink Youcam, Easy Settings, Software Launcher

Keamanan

– Virus: Norton Internet Security (60-day Trial)*

– Kunci: Tidak ada

– Solusi Pemulihan: Samsung Recovery Solution

– Pembaca Sidik Jari: Tidak ada

– TPM: Tidak ada

– Keamanan (Hardware): Tidak ada

– Kemanan Software: BIOS Boot Up Password, HDD Password, Norton Internet Security (60-day Trial)*

Lima Trivia tentang Sotoji

18 Mar

Saat ini, tidak sulit untuk mencari tahu apa itu Sotoji. Mereka yang belum kenal dan paham apa itu Sotoji dapat mengetik kata kunci ‘sotoji’ di mesin pencari dan mendapatkan ratusan jawaban dari para blogger. Di media sosial, nama Sotoji pun tak jarang terdengar. Ikuti saja perbincangan tentang Sotoji (@sotoji_) di Twitter, dan Anda dapat dengan cepat menyimpulkan bahwa Sotoji adalah sebuah produk makanan baru yang sukses mengoyang lidah para penghuni Internet di Indonesia.

Tapi, secara singkat, apa sebenarnya Sotoji itu? Sotoji merupakan kependekan dari Soto Jamur Instan, produk makanan instan dengan rasa soto yang lezat. Sebagai makanan instan, Sotoji tentu saja praktis untuk disajikan. Bila selama ini Anda sudah terbiasa makan mie instan, maka Sotoji sepertinya dapat menjadi alternatif makanan baru yang dapat dipertimbangkan. Seperti mie instan, Sotoji dapat dimasak dengan cepat dengan direbus atau diseduh dengan air panas. Bila sebelumnya orang-orang lebih banyak mengkonsumsi soto yang dibeli di restoran atau warung kaki lima karena malas membuatnya sendiri, kini dengan hadirnya Sotoji, kita dapat menikmati kelezatan soto jamur instan yang dapat dibuat sendiri di rumah.

SOTOJI, KREASI, DAN INOVASI

Kehadiran makanan instan dengan rasa soto sebenarnya bukan barang baru lagi di Indonesia. Lalu, apa sih yang membuat Sotoji memiliki nilai tambah dibandingkan dengan produk sejenis? Menurut saya, kunci sukses Sotoji terdapat pada bahan pelengkapnya. Karena namanya Soto Jamur Instan, jelas bahwa Sotoji pasti menambahkan jamur sebagai pelengkapnya. Produsen Sotoji, PT Tri Rastra Sukses Sejahtera, memilih untuk menggunakan jamur tiram goreng untuk menambah kelezatan produknya.

Sesuai dengan saran penyajiannya, untuk menikmati Sotoji, kita dapat merebus jamur tiram goreng ini bersama dengan sohunnya. Jamur tiram goreng ini dapat juga dinikmati tanpa direbus, ditaburkan di atas Sotoji yang telah matang, dijadikan garnish, maupun diolah menjadi bentuk-bentuk lain yang lebih pas di lidah. Bila Anda kekurangan ide untuk berkreasi dengan Sotoji, saat ini, resep-resep alternatif yang menggunakan Sotoji sebagai bahan dasarnya sudah banyak beredar di berbagai blog. Tak hanya bisa dibuat bereksperimen untuk membuat soto dengan varian lain, misalnya soto dari daerah seperti soto Bandung, Sotoji pun dapat diubah menjadi bentuk lain seperti bihun goreng Sotoji, rolade Sotoji, nasi goreng Sotoji, sampai schotel Sotoji. Kalau Anda malas membuat resep yang tampak rumit, tak perlu khawatir. Hanya dengan ditambahkan berbagai pelengkap lain seperti telur, tomat, tauge, irisan cabe, emping, maupun tambahan daging ayam atau sapi, Anda pun sudah bisa merasakan perbedaan rasanya.

Saya sendiri sudah cukup akrab dengan Sotoji, karena teman-teman dari deBlogger (Komunitas Blogger Depok) yang baik sudah mengizinkan saya untuk merampok Sotoji dalam berbagai kesempatan, hehe. Seperti yang sudah diketahui, jamur tiram memang mengandung serat dan protein yang tinggi. Tapi, buat saya, manfaat Sotoji yang sudah dibuktikan kehebatannya adalah keampuhannya mengusir flu. Jadi, karena cuaca yang tidak menentu belakangan ini, saya sering terkena flu. Untuk mengusir jauh-jauh rasa pusing dan hidung mampet, biasanya saya akan memasak Sotoji bersama irisan cabe rawit yang banyak. Hasilnya, seperti yang sudah sering saya laporkan melalui Twitter, hidung pun langsung lega.

Selain itu, berdasarkan pengalaman, Sotoji sepertinya paling enak dinikmati kalau sedang turun hujan. Kuah bening Sotoji yang hangat, sohun yang mengenyangkan, dan jamur tiram goreng yang kenyal memang ampuh untuk mengusir rasa dingin dan mellow. Dari tulisan yang beredar di blog-blog lain, Sotoji juga dilaporkan bisa mengusir galau. Yang masih misterius, galau seperti apakah yang dapat disembuhkan oleh Sotoji? Kalau galaunya karena bokek di akhir bulan, mungkin saja. Dengan harga eceran saat ini, Sotoji memang lebih mahal daripada mie instan yang biasa kita beli di warung. Tapi, porsinya yang mengenyangkan dan kadar gizinya yang cukup tinggi bisa jadi cukup alasan untuk beralih dari mie instan yang tak baik bila terlalu banyak dikonsumsi. Jadi, bagi para mahasiswa yang sering seret uang saku dan para warga kost-kostan yang jarang bisa memasak makanan yang butuh persiapan panjang, Sotoji bisa jadi makanan baru yang menarik untuk dicoba.

LIMA TRIVIA TENTANG SOTOJI

Ngomong-ngomong, bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang Sotoji, saya sempat mengobrol sedikit dengan Papa Sotoji, Rohmat Sastro Sugito (@rsugito), orang yang ada di belakang produk makanan inovatif ini. Ada banyak informasi yang menurut saya sangat menarik untuk dibagikan ke teman-teman yang lain. Jadi, seperti format tulisan yang biasa saya buat, kali ini saya kembali hadir dengan trivia. Hehe. Here goes. Berikut adalah lima trivia tentang Soto Jamur Instan (Sotoji).

1. Kembali ke Fitrah

Meski profesinya lebih banyak membuatnya berkutat dengan iklan dan media digital, Rohmat Sastro Sugito, atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Mas Gito, sebenarnya merupakan lulusan dari jurusan pertanian. Setelah sekian tahun menekuni bidang yang tidak terlalu berkaitan dengan latar belakang pendidikannya, Mas Gito akhirnya memutuskan untuk kembali pada panggilan hidupnya sewaktu muda dan membuat Sotoji. “Jadi kembali ke fitrah. Karena sebenarnya Sotoji kan usaha yang dulu pernah aku rintis waktu masih mahasiswa bareng temen-temen, kemudian aku rintis kembali,” katanya.

2. Jamur Tiram dan Daging Ayam

Sewaktu masih dalam tahap uji coba di laboratorium, Mas Gito pernah mencoba bereksperimen dengan berbagai macam jamur. Dari lima jenis jamur yang sudah diuji coba, akhirnya dipilih jamur tiram. Menurutnya, jamur tiram dipilih karena rasa dan teksturnya paling mirip dengan daging ayam. “Kalau jamur tiram itu paling dekat dengan ayam. Ayam kan paling banyak disukai. Karena itu kita berani gambling di jamur tiram dibandingkan dengan yang lain,” ujarnya. Selain itu, dibandingkan dengan beberapa jenis jamur yang lain, menurutnya jamur tiram tergolong lebih ekonomis.

3. Varian Baru Soto Nusantara

Karena maraknya permintaan untuk menghadirkan Sotoji dengan rasa soto yang khas dari berbagai daerah, Mas Gito pun mempertimbangkan untuk mengelurkan varian Sotoji yang baru di masa yang akan datang. “Mungkin nanti ada varian baru, karena ada beberapa request untuk membuat rasa soto masing-masing daerah,” katanya. “Rasanya itu kan rasa soto nusantara, jadi mungkin ada soto Betawi, ada soto Madura, macem-macem.” Tapi, membuat varian rasa baru pun ternyata tak mudah. Untuk menghadirkan versi baru Sotoji, Mas Gito harus mengulang kembali proses yang sudah dilakukannya saat pertama kali mendaftarkan Sotoji.

4. Tanpa MSG

Selain permintaan untuk menghadirkan varian rasa baru, ia pun juga menerima permintaan untuk membuat Sotoji tanpa MSG. Meski demikian, upaya untuk menghadirkan Sotoji tanpa penguat rasa sebenarnya juga merupakan sesuatu yang memang ingin dilakukan oleh Mas Gito. “Larinya lebih ke idealisme kita sendiri sih,” katanya mengakui. “Karena instan itu kan identik dengan MSG. Jadi kita kepengennya itu, kalau bisa tanpa MSG.” Meski demikian, kali ini halangan yang dihadapi bukan lagi birokrasi, tapi lebih ke urusan ekonomi. Ketiadaan MSG akan mempengaruhi jumlah bahan yang perlu ditambahkan dalam Sotoji, sehingga harganya akan sedikit lebih mahal daripada yang sekarang.

5. Papa Sotoji dan Bruce Wayne

Sebagai seorang yang bergerak di bidang wirausaha, Mas Gito sudah memiliki cukup banyak pengalaman dengan jatuh bangun saat membuat sebuah usaha baru. Tapi, pengalaman yang diperolehnya tidak menghentikannya untuk tetap maju dan berinovasi. Bicara tentang nasihat bijak, Mas Gito ternyata juga punya kutipan favorit. Dalam film Batman Begins (2005), setelah Bruce Wayne kecil jatuh ke dalam sumur tua, ayahnya, Thomas berkata pada Bruce, “And why do we fall, Bruce? So we can learn to pick ourselves up.” Kutipan tersebut ternyata membekas di ingatan Mas Gito. “ Itu, yang aku suka, ‘Kenapa kita jatuh? Agar kita bisa belajar berdiri.’ Itu yang aku suka, kutipan itu,” tambahnya.

Untuk membaca versi lengkap dari wawancara saya dengan Papa Sotoji, berikut saya lampirkan transkripnya secara penuh. Kalau ada yang ingin bertanya lebih banyak tentang Sotoji, silakan mention @sotoji_ atau @rsugito di Twitter. Kalau ingin berinteraksi dengan lebih akrab, Anda juga bisa bergabung dengan deBlogger (Komunitas Blogger Depok) dimana Papa Sotoji adalah salah satu dari anggotanya. Karena transkrip wawancara biasanya panjang dan membosankan, isinya saya kemas dalam bentuk PDF (silakan unduh di sini). Kalau Anda malas mengunduh PDF-nya, Anda juga bisa melihat screencaps-nya di bawah ini. Untuk melihat versi besarnya, silakan klik pada gambar ya.

Image Credit: Chicken oleh Niels Boegh.

Cover

Halaman Dua

Halaman Tiga

Halaman Empat

Halaman Lima

Halaman Enam

Halaman Tujuh

XL Network Rally 2011

29 Jul

Setiap mudik menjelang hari raya Idul Fitri, terjadi peningkatan yang signifikan dalam traffic layanan panggilan telepon, SMS, dan data. PT XL Axiata Tbk (XL) mencoba untuk lebih tanggap mengantisipasi lonjakan ini dengan evaluasi tahunan berupa drive test (uji kesiapan jaringan) untuk menganalisa kualitas jaringan di tempat-tempat yang menjadi jalur utama mudik.

Baca lebih lanjut

Soup Master Class with Chef KC

5 Jul

Those who cant cook, eat. I am one of those people, so when the opportunity to take part in a cooking class came to me, I was naturally worried.

Last Saturday, me and about fifteen other bloggers were invited to Soup Master Class with Chef KC. The class was held in Vineth Bakery in Panglima Polim. Upon seeing the Soup Master Class banner that morning, I was delighted. Chef KC is in fact a beautiful, young female chef named Karen Carlotta. Now who doesn’t want to be taught by a hot chef? Baca lebih lanjut

NgabuburIT bersama deBlogger

29 Agu

Tim Internet Sehat sudah wara-wiri ke berbagai kota. Sabtu, 28 Agustus 2010 yang lalu, mereka akhirnya mampir ke kota Depok. Menggandeng teman-teman dari Komunitas Blogger Depok (deBlogger), acara pun digelar di Burger n Grill Margonda. Selain untuk berkampanye mengenai penggunaan internet yang sehat, acara ini juga ditandem dengan MAKAN-MAKAN gratisan. Seru? Iya dong. Kenyang? Pastinya!

Saya sebenarnya terlambat pesan tempat, karena para peserta yang sigap dengan kata: gratisan, dengan cepat mengisi kuota 50 kursi. Huhuu, untungnya Opa Brad berbaik hati menyisakan satu kursi khusus. Cihuy! Akhirnya, berangkatlah saya ke Depok sebagai newbie milis deBlogger, partycrasher, merangkap antek-antek Pesta Blogger. Mwahahaha… *sisiran*

Acara ngabuburIT bertajuk “Jangan Takut Tetap Posting” ini tidak hanya dihadiri rekan-rekan Internet Sehat. Sesi sharing sendiri dibuka dengan menghadirkan Opa Ilman Akbar (Univind) yang hadir untuk berbagi kisah suksesnya sebagai blogger dan technopreneur. Opa Ilman berbagi cerita-cerita menarik seputar awal dirinya ngeblog, memulai usaha, sampai jadi seleb seperti sekarang. Cieee…

Selanjutnya, acara utama dimulai, dan Mas Yan (eh, anu saya lupa namanya, bener ngga? hihihi..) mulai berbagi insight dari berbagai topik terkini seperti bagaimana supaya tidak jadi korban di internet (lengkap dengan foto Luna Maya, ahayy!), blokir-blokiran (nggak pake foto Tiffy, tentunya!), sampai ragam hal menarik seputar dunia blogging semacam plagiarisme dan lain lain. Tidak lupa, ia berpesan supaya kita mampir ke internetsehat.org dan ikut berpartisipasi.

Setelah sesi sharing, makanan pun mulai berdatangan, dan para penonton mulai resah karena ayam-ayam bakar mulai berkeliaran. Untungnya jam buka puasa segera menjelang, dan rekan-rekan blogger yang sudah bermuka kalap ini akhirnya bisa mulai memangsa menu pesanan masing-masing. Sudah enak, gratis lagi! Sering-sering aja yaa…

Setelah makanan habis disikat, harusnya acara sudah selesai, atau harusnya mungkin ditutup dengan perkenalan pengurus deBlogger yang baru. Namun, karena petinggi-petinggi deBlogger kebanyakan sudah opa-opa, mereka sepertinya lupa. Gantinya, saya menjadi tumbal dan diminta maju untuk memberikan flash update mengenai Pesta Blogger+ 2010. PB tentunya mengundang deBlogger untuk turut berpartisipasi dalam acara puncak pada 30 Oktober 2010 nanti. Nah, saya sebagai perwakilan panitia tentunya harus mengingatkan lagi kalau Komunitas Blogger Depok akan diberi kesempatan untuk showcase juga. Tentunya, teman-teman deBlogger yang asyik dan kreatif pasti punya segudang ide untuk menarik perhatian para pengunjung PB. Semoga, dengan tampil di PB nanti, komunitas-komunitas blogger yang ada bisa lebih mengembangkan jaringannya dan menambah anggota!

Sesuai tradisi para blogger narsis, acara kopdar ditutup dengan sesi foto-foto sampe puas. Tak lupa, rekan-rekan Internet Sehat berbagi booklet dan CD mengenai bahan diskusi hari ini. Pengunjung terlihat menikmati acara, berarti ngabuburIT Depok sukses! Selamat untuk para panitia, juga Opa Dhodie, sebagai Kepala Suku Opa-Opa. Semoga lain kali bisa membuat acara yang lebih seru lagi!

PS: Oya, posting Opa Iman mengenai acara ini juga bisa dilihat disini lho.

XL Network Rally (1)

11 Agu

Tanggal 6-7 Agustus 2010 yang lalu, Pesta Blogger dan XL Axiata bekerja sama mengadakan XL Network Rally. Tujuan utama penyelenggaraan uji jaringan ini tentu saja untuk mengetes kehandalan jaringan XL Axiata. Mumpung waktu mudik sudah dekat nih!

XL Axiata mengundang rekan-rekan media dan teman-teman blogger dari beberapa kota dalam pengujian jaringan ini. Selain menguji kehandalan voice dan text, XL juga perlu menguji ketangguhan jaringan datanya. Maka dari itu, blogger-blogger pemangsa benwit yang ganas merupakan partner ideal.

Tim penguji diberangkatkan XL dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Selain blogger-blogger dari keempat kota tersebut, teman-teman blogger dari Lampung, Solo, Sragen, dan Malang juga turut bergabung. Hasilnya? Rusuh banget!

Rangkaian acara dimulai dengan teleconference dari Graha XL di empat kota keberangkatan. Saya mendampingi tim Bandung, turut meramaikan dengan teriak-teriak norak kepada teman-teman di kota-kota lainnya. Tim Yogyakarta sayangnya beberapa kali diberi kesempatan untuk manyun karena suaranya tidak terdengar sama sekali dalam teleconference (nah lho, kesalahan teknis?).

Setelah teleconference selesai, tim XLNetRally Bandung diberangkatkan dengan empat mobil. Dua untuk tim XL dan perangkat penguji jaringan, satu untuk rekan media, dan satu lagi untuk blogger-blogger narsis. Oh yeah! Tim blogger XLNetRally Bandung dipimpin oleh Oom Adham, Bung Wira, Dek Nhie, Bapak Rizal, dan Mbak Anggie. Kota tujuannya? Semarang!

Berbekal goodie bag dan starter pack gratisan, tim XLNetRally Bandung pun mulai senam jari di perangkat penguji masing-masing. Awalnya kami hepi karena tes berjalan lancar, tapi, nah lho, ternyata pulsa di starter pack cuma ada 2000 perak. Yah, gagal deh tweeting brutalnya! Untungnya Oom Adham selalu siaga. Dengan dukungan tingpet jadul, kartu XL, dan determinasi tinggi untuk menang tweetporter contest, mulailah ia beraksi.

Karena Oom Adham sudah memastikan amannya status kami sebagai penguji jaringan yang okeh, maka, kami mendukung dari belakang dengan … MAKAN-MAKAN! Dengan semangat APN xlunlimited, XL Axiata dengan baik hati telah menyediakan suplai makanan nyaris tanpa batas untuk kami di mobil XLNetRally Bandung. Bahkan, surplusnya pun bisa digunakan Bapak Rizal dan Mbak Anggie untuk buka lapak di belakang. Gan, risolnya, gaaannn!

Pukul 12 siang, kami berhenti di Subang untuk sholat Jum’at. Momen ini saya manfaatkan untuk pacaran di bawah pohon yang rindang bersama Dek Nhie. Karena anak-anak kecil di sekitar sudah pada sirik, plus jadwal makan siang sudah memanggil-manggil, kami pun melanjutkan perjalanan. Untuk makan siang, kami berhenti di RM Pesona Laut, sekaligus bergabung dengan rombongan Jakarta dan Lampung. Wajah-wajah semi letih berganti dengan cengiran lebar saat kami bertemu dengan username-username familiar (yang sekarang bisa ketemu langsung!).

Sekali lagi, kami disambut dengan suguhan makan unlimited. Saya pun sempat makan secukupnya (tolong jangan hiraukan foto hoax yang beredar, saya nggak makan duapuluh piring kok..). Setelah kenyang, bapak-bapak dari XLNetRally Bandung pun menyempatkan diri untuk foto narsis jaya berlatarkan pemandangan laut biru, eh, butek. Hasilnya lumayan menyakitkan mata.

Jeda makan siang kami ternyata berlangsung lebih lama dari yang saya pikir, karena XL sepertinya harus mengadakan sesi wawancara dulu dengan media. Susah memang jadi bintang kejar tayang, jadi kami maklum.

Selepas jam 3 sore, kami meninggalkan tempat makan siang, dan melanjutkan perjalanan dengan kawalan pak polisi (yang ternyata bisa nyasar, wkwkwkw). Kami agak stres karena mengetahui bahwa jarak ke Semarang masih +- 300km lagi.

APAAAAAAAAA?!

JRENG JRENG JRENG JRENG!

Oh, well….

The Southern Vampire Mysteries

10 Mei

Sookie Stackhouse, lajang duapuluh lima tahun, cantik, seksi, dan agak aneh.

Bill Compton, duda berumur lebih dari satu abad, tampan, pendiam, dan sudah pernah mati.

Sookie si gadis telepatik bertemu Bill, the guy next door, dan mereka jatuh cinta. Awhhh …. Setelahnya, banyak orang mulai terbunuh. Kenapa ya? Apakah karena Bill yang baru pindah ke kota Bon Temps ini adalah seorang penghisap darah?

Premis diatas adalah sepenggal cerita dari buku Dead Until Dark. Dead Until Dark adalah buku pertama dari sepuluh buku yang tergabung dalam The Southern Vampire Mysteries (SVM) yang sering disebut sebagai Sookie Stackhouse Novels.

Serial ini mengajak kita untuk membayangkan dunia dimana vampir adalah teman, kerabat, tetangga, bahkan atasan kita. Makhluk mitos yang misterius dan suka tidur siang ini bertansformasi dari sosok yang tersembunyi, menjadi sorotan khalayak ramai saat mereka memutuskan untuk keluar dari kehidupan bawah tanahnya. Bayangkanlah bertetangga dengan vampire Bill, seorang computer geek yang suka minum darah botolan O negatif dan menikmati berkeliaran malam-malam naik BMW. Nah!

SVM ditulis oleh Charlaine Harris yang lahir dan tinggal di Selatan (Amerika Serikat) seumur hidup. Ini berpengaruh besar pada gaya penceritaan novelnya. Kalau biasanya cerita mengenai vampir diceritakan dengan setting gothic yang monoton dan selalu harus terlihat muram, Harris menempatkan ceritanya dalam latar yang sangat tidak biasa. Bon Temps dengan nuansa Selatan yang eksotis dan ambivalen membawa pembaca keluar dari jalur mainstream cerita vampir yang kelam dan kaku.

Keberanian Harris untuk membuat cerita gado-gado dengan latar Lousiana yang jauh dari kesan urban patut diacungi jempol. Kita tidak akan melihat vampir berjalan-jalan di pusat kota yang ramai dengan pakaian mahal yang mencolok (dan biasanya berwarna hitam). Sebaliknya, vampir-vampir Louisiana memiliki karakter bawaannya sendiri, yang tidak terpaku pada tempat tinggal atau bahkan sejarah hidupnya (sebelum mati dan bangkit sebagai penghisap darah). Beberapa memang terlihat eksentrik, tapi manusia-manusia yang tinggal di Bon Temps juga jauh dari kata ‘biasa’.

Secara umum, SVM adalah cerita horor yang dibumbui misteri pembunuhan, lengkap dengan kisah cinta antara dua spesies yang berbeda. Tambahan nuansa komedi dan background cerita yang kaya membuat dunia Sookie menjadi sangat berwarna.

SVM bukanlah seri tanpa nilai minus. Karena sifatnya yang lintas genre, SVM kadang sulit menghadirkan kejutan yang segar dan ketegangan yang solid. Tapi, apa yang dapat dituliskan di buku memang terbatas. Mungkin, Harris lebih suka pembacanya untuk mengelaborasi sendiri dunia Sookie. Tidak heran, buku populer ini menarik perhatian Alan Ball. True Blood yang telah tayang selama dua musim merupakan hasil penerjemahan Ball terhadap semesta yang diciptakan Harris dengan detail dan menyeluruh. Hasilnya? Serial dengan rating tinggi.

Kadang kematian perlu dilihat dengan sudut pandang jenaka. Kadang mitos perlu diacak-acak. Kadang cinta tidak perlu memandang ras, usia, jenis kelamin, maupun status hidup/mati di catatan kependudukan. Manusia bisa membunuh dengan darah dingin, dan vampir yang tidak berdenyut jantung bisa mencintai dengan sepenuh hati. Tidak perlu berdiri jungkir balik untuk melihat dunia dari perspektif yang nyeleneh. Kadang, yang Anda butuhkan hanya membaca buku. Mungkin, dimulai dari buku karangan Charlaine Harris?

PS: Ingin bercerita lebih banyak soal ketertarikan Anda terhadap SVM ataupun True Blood? Bergabunglah di ID-BonTemps. All creatures invited.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.