Melirik Kepribadian Diri Dari Balik Jendela Johari

8 Jun

Catatan: Bahan mentah tentang Jendela Johari dapat dibaca di sini. Thanks.

“Ah, yang bener. Masa’ sih ada yang bilang gue spiritual..” kata Siska, seorang pelajar SMA di Jakarta. Bagaimana ia tidak terkejut? Bagi Siska, dirinya yang biasa-biasa saja, tidak mungkin dikategorikan sebagai seseorang yang spiritual. Jangankan spiritual, ibadahnya saja tidak rajin. “Pasti yang ngisi Johari gue ngaco deh..” tambahnya sambil menatap layar komputer.

Monitor komputer di hadapannya itu menunjukkan gambar berupa empat persegi, yang didalamnya berisi tulisan-tulisan. Keempat kuadran itu masing-masing bertuliskan “Open”, “Closed”, “Hidden” dan “Blind”. Empat kotak ini merupakan tampak depan dari Johari Window. Jadi, apakah sebenarnya Jendela Johari ini?

Beberapa dekade yang lalu Joseph Luft dan Harrison Ingham membuat model analisa kepribadian yang dinamai Johari Window. Model analisis ini digunakan untuk memahami dinamika self-awareness dari perilaku, perasaan dan motif. Bertahun-tahun kemudian, Kevan Davis, seorang programmer dari Inggris terinspirasi untuk mengadaptasi model ini menjadi sebuah game interaktif.

Beralamat di http://www.kevan.org, Johari Window interaktif ini pertama kali dipublikasikan di internet pada tanggal 11 Februari 2006. Meski tidak memiliki latar belakang di bidang psikologi, tetapi ketertarikan Kevan terhadap bidang ilmu ini menginspirasikannya untuk membuat permainan self-assesment interaktif ini.

Animo publik terhadap permainan ini cukup besar. Menurut catatan Kevan sendiri, saat ini terdapat 456.149 halaman Johari Window pribadi di situsnya. Tetapi, ia tidak dapat memastikan apakah jumlah pengguna sebesar itu memang benar-benar ada, “..tidak ada cara untuk mengetahui apakah beberapa diantaranya merupakan kopian dari orang yang sama,” tambahnya.

Untuk memainkan kuis ini, anda hanya perlu masuk kedalam halaman pribadi Johari Window milik teman anda. Disana, anda akan dihadapkan pada 55 kotak kecil, yang masing-masing berisi karakteristik seperti “ramah” atau “cerdas”. Dari 55 kotak ini, anda dapat memilih lima atau enam diantaranya. Setelah menentukan pilihan, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memasukkan pilihan anda. Di halaman berikutnya, anda akan disuguhi kuadran-kuadran yang berisikan perbandingan ketepatan jawaban anda, setelah dicek silang dengan pilihan yang telah dibuat oleh teman anda sebelumnya. Persilangan jawaban ini menjadi menarik apabila terjadi perbedaan mencolok antara sifat-sifat yang dipilih sang empu-nya jendela, dan temannya yang berperan sebagai penilai.

Saat ditanya apakah permainan ini dapat dibenarkan secara ilmiah, pembuatnya tidak dapat menjamin hal ini. Sistem jendela yang interaktif membuat hasilnya tidak dapat dikontrol, karena hasil permainan ini benar-benar bergantung pada masukan jawaban dari orang lain yang mengunjungi halaman jendela kita. “Permainan ini tidak dijalankan dengan cara ilmiah tertentu, karena orang-orang yang memainkan kuis ini dapat menjawab dengan cepat dan ceroboh, sesuka-suka mereka saja,” kata Kevan. Meski hasilnya tidak dapat dijamin sepenuhnya, setidaknya permainan ini dapat digunakan sebagai cara yang adil untuk membandingkan pandangan seseorang akan dirinya dan juga pandangan teman-temannya sendiri. ”Yang jelas, permainan ini cukup efektif untuk menjadi titik awal self-analysis,” tambah Kevan.

Jadi, mau lebih memahami diri anda? Klik saja www.kevan.org.

 

PS: Okay, I don’t have anything else to put here at the moment, so.. :p Kerjaan untuk produksi Koma #2 kemaren. Gak punya artikel aslinya. Ini hasil yang sudah dimutilasi oleh Bu Editor, Ghea. Hehehe..

4 Tanggapan to “Melirik Kepribadian Diri Dari Balik Jendela Johari”

  1. nasir Kamis, Juli 20, 2006 pada 7:55 am #

    Melirik Kepribadian Diri Dari Balik Jendela Johari

    June 8th, 2006

    “Ah, yang bener. Masa’ sih ada yang bilang gue spiritual..” kata Siska, seorang pelajar SMA di Jakarta. Bagaimana ia tidak terkejut? Bagi Siska, dirinya yang biasa-biasa saja, tidak mungkin dikategorikan sebagai seseorang yang spiritual. Jangankan spiritual, ibadahnya saja tidak rajin. “Pasti yang ngisi Johari gue ngaco deh..” tambahnya sambil menatap layar komputer.

    Monitor komputer di hadapannya itu menunjukkan gambar berupa empat persegi, yang didalamnya berisi tulisan-tulisan. Keempat kuadran itu masing-masing bertuliskan “Open”, “Closed”, “Hidden” dan “Blind”. Empat kotak ini merupakan tampak depan dari Johari Window. Jadi, apakah sebenarnya Jendela Johari ini?

    Beberapa dekade yang lalu Joseph Luft dan Harrison Ingham membuat model analisa kepribadian yang dinamai Johari Window. Model analisis ini digunakan untuk memahami dinamika self-awareness dari perilaku, perasaan dan motif. Bertahun-tahun kemudian, Kevan Davis, seorang programmer dari Inggris terinspirasi untuk mengadaptasi model ini menjadi sebuah game interaktif.

    Beralamat di http://www.kevan.org, Johari Window interaktif ini pertama kali dipublikasikan di internet pada tanggal 11 Februari 2006. Meski tidak memiliki latar belakang di bidang psikologi, tetapi ketertarikan Kevan terhadap bidang ilmu ini menginspirasikannya untuk membuat permainan self-assesment interaktif ini.

    Animo publik terhadap permainan ini cukup besar. Menurut catatan Kevan sendiri, saat ini terdapat 456.149 halaman Johari Window pribadi di situsnya. Tetapi, ia tidak dapat memastikan apakah jumlah pengguna sebesar itu memang benar-benar ada, “..tidak ada cara untuk mengetahui apakah beberapa diantaranya merupakan kopian dari orang yang sama,” tambahnya.

    Untuk memainkan kuis ini, anda hanya perlu masuk kedalam halaman pribadi Johari Window milik teman anda. Disana, anda akan dihadapkan pada 55 kotak kecil, yang masing-masing berisi karakteristik seperti “ramah” atau “cerdas”. Dari 55 kotak ini, anda dapat memilih lima atau enam diantaranya. Setelah menentukan pilihan, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memasukkan pilihan anda. Di halaman berikutnya, anda akan disuguhi kuadran-kuadran yang berisikan perbandingan ketepatan jawaban anda, setelah dicek silang dengan pilihan yang telah dibuat oleh teman anda sebelumnya. Persilangan jawaban ini menjadi menarik apabila terjadi perbedaan mencolok antara sifat-sifat yang dipilih sang empu-nya jendela, dan temannya yang berperan sebagai penilai.

    Saat ditanya apakah permainan ini dapat dibenarkan secara ilmiah, pembuatnya tidak dapat menjamin hal ini. Sistem jendela yang interaktif membuat hasilnya tidak dapat dikontrol, karena hasil permainan ini benar-benar bergantung pada masukan jawaban dari orang lain yang mengunjungi halaman jendela kita. “Permainan ini tidak dijalankan dengan cara ilmiah tertentu, karena orang-orang yang memainkan kuis ini dapat menjawab dengan cepat dan ceroboh, sesuka-suka mereka saja,” kata Kevan. Meski hasilnya tidak dapat dijamin sepenuhnya, setidaknya permainan ini dapat digunakan sebagai cara yang adil untuk membandingkan pandangan seseorang akan dirinya dan juga pandangan teman-temannya sendiri. ”Yang jelas, permainan ini cukup efektif untuk menjadi titik awal self-analysis,” tambah Kevan.

    Jadi, mau lebih memahami diri anda? Klik saja http://www.kevan.org.

    PS: Okay, I don’t have anything else to put here at the moment, so.. :p Kerjaan untuk produksi Koma #2 kemaren. Gak punya artikel aslinya. Ini hasil yang sudah dimutilasi oleh Bu Editor, Ghea. Hehehe..

  2. coconut oil benefits Sabtu, Mei 25, 2013 pada 4:18 pm #

    It produces energy for the body rather than being stored as fat and increases the
    metabolic rate and promotes weight loss. This may
    be particularly helpful for people who suffer from immune disorders, like AIDS,
    for this reason. It’s easy to treat dry skin cheaply, simply, naturally, yet effective, at home.

  3. Jon Sabtu, Mei 25, 2013 pada 10:14 pm #

    Reduces inflammation -cardiovascular, joint & gastrointestinal.
    Nowadays, Chinese people can buy fresh vegetables in the market the whole year long; however,
    twenty or thirty years ago, in winter, because of the very
    cold weather, it was difficult to find fresh seasonal vegetables apart from winter grows.
    There are however, additional reasons why this aromatic root is used in the preparation of
    food.

  4. hentai games Jumat, Agustus 2, 2013 pada 11:00 pm #

    each time i used to read smaller content which also clear their motive, and that is also happening with
    this post which I am reading now.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: