Keduamu. Perdanaku.

9 Jun

Edisi Kedua

        "Halaman kosong ini didedikasikan untuk klien-klien loyal kami yang diancam karena memasang iklan di majalah ini."

        Demikian bunyi kalimat yang akan menyambut anda ketika cover depan majalah tersebut dibalik. Cara unik redaksi Playboy Indonesia dalam menyindir mereka yang menentangnya membuat saya tergelitik. Edisi keduanya yang merupakan perdana bagi saya (akhirnya bisa beli juga..) merupakan pengulangan dari edisi pertama. Menarik, jenaka, dan kalaupun ia tetap memiliki sisi nakal, hal itu masih dapat dimaafkan. Kenapa tidak? Tetangga-tetangga-nya yang menurut saya lebih bandel dalam berbusana tidak pernah kena sweeping. Kenapa harus ada standar ganda, hanya karena dipicu oleh sebaris nama? Selama ia masih mampu menjaga janji, Playboy Indonesia edisi tiga? Kenapa tidak?

        *belum selesai baca, jadi belum bisa koreksi lebih lanjut*
PS: Oh ya, saya nggak berusaha mempromosikan Playboy Indonesia kok.. ^^ Pertanyaan diatas hanya merupakan bentuk keprihatinan saya akan persepsi selektif yang dilakukan beberapa orang.. *masih menunggu janji bahwa Playboy Indonesia hanya akan dijual di tempat-tempat tertentu (supaya hanya bisa diakses oleh orang dewasa)* Oh ya, ini editornya kurang teliti, karena masih ada typo dan penulisan nama yang tidak tepat. Pemotongan kalimatnya juga. Tolong diperbaiki di edisi depan. Just my two cents.. ^^ *sadar kalau dirinya juga seorang lousy editor*

2 Tanggapan to “Keduamu. Perdanaku.”

  1. aldi Minggu, Juni 11, 2006 pada 4:20 pm #

    playboy is playboy. No nude no playboy. Setuju sama ini, insult our intelligence, sexually.

  2. Shinta Setiawan Senin, Juni 12, 2006 pada 10:58 am #

    Akhirnya komen juga.. :-"

    Yes, it's a killer brand. McDonalds in Germany sells beer. McDonalds in Indonesia sells rice. Are both McDonalds? Yes.

    And no, I'm not supporting Playboy Indonesia's release 100 full percent. I'm supporting the articles. Neutral about the girls. And rejecting -God forbid if there will be any- nudity. Afterall, pornography is, what lies in our mind, imo..

    Yes, some girls in the mags are scantily clad. But are they cheaply portrayed? I don't know what you might think, Siree.. But this one's better than the girls 'next door'..😉

    As long as they keep or try to fulfill their promises (kualitas artikel diperbaiki dan yang sudah baik dipertahankan, yang berbikini tidak akan makin mini, dan distribusi dibatasi), I won't stand in their way.

    And, oh, it's just my another two cents..😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: