Participatory Journalism 1.0.

9 Jun

Di tahun 1995, dalam bukunya, Being Digital, Nicholas Negroponte memprediksikan bahwa di masa depan, berita online dapat memberikan kemampuan bagi pembacanya untuk memilih topik dan sumber yang disukainya saja. Prediksi yang banyak menakutkan para pemilik jurnalisme tradisional ini saat ini telah terjadi. Dengan penggunaan internet yang kian meluas setiap harinya, kini kita tidak perlu lagi mendatangi dan mencari informasi. Justru, era digital saat ini memungkinkan berita-berita langsung diantarkan ke pembacanya secara real time dan online. Dengan begitu, pembaca lebih leluasa menentukan apa yang ingin dan tidak ingin dibacanya. Apabila dalam jurnalisme tradisional, surat kabar dan televisi merupakan pihak yang men-setting agenda audiensnya, saat ini, audiens dapat menentukan sendiri agenda pribadinya.

Jurnalisme sendiri mengalami tantangan baru, dimana ia tidak lagi hanya harus memerangi pesaingnya dan ancaman dari media baru yang terus bermunculan, tetapi ia juga harus menghadapi kompetisi dari audiensnya sendiri. Dengan adanya teknologi baru yang memudahkan publikasi berita secara online, audiens menemukan cara untuk menjadi partisipan yang aktif dalam proses pembuatan dan penyebaran berita serta informasi.

Dengan kondisi internet dewasa ini yang semakin matang sebagai medium berita dan informasi, berita online juga turut berevolusi. Perkembangan pesat tidak hanya dialami oleh insitusi media yang telah mapan dan turun ke jalur online, seperti abcnews.com atau foxnews.com, tetapi juga oleh situs-situs berita online lain yang tidak memiliki dukungan dari institusi media mainstream. Situs-situs berita ini sebagian juga merupakan situs pribadi, dimana pemiliknya terlibat sebagai partisipan yang turut menulis dan mempublikasikan berita.

Banyak cara yang dapat digunakan oleh audiens untuk turut berpartisipasi dalam proses jurnalistik. Contohnya seperti melalui newsgroups, forum, chatrooms, sistem publikasi kolaboratif, serta aplikasi peer-to-peer (P2P) seperti pesan instan. Tetapi, media yang paling banyak memperoleh sorotan dari media mainstream saat ini adalah weblog.

Weblogs are frequently updated online journal, with reverse-chronological entries and numerous links, that provide up-to-the-minute takes on the writer’s life, the news, or on a specific subject or interest. Often riddled with opinionated commentary, they can be personally revealing or straightforward and faily objective.” (weblogs adalah jurnal online yang sering mengalami update, dengan masukan yang disusun dengan kronologi terbalik, serta memiliki banyak link yang menyediakan informasi terbaru mengenai kehidupan penulisnya, berita-berita atau mengenai subyek atau ketertarikan yang spesifik) (Romanesko)

Weblogs memunculkan pendapat-pendapat segar dalam berbagai topik diskusi, dan membantu terciptanya komunitas berdasarkan ketertarikan pribadi, melalui koleksi links dalam jejaringnya. Walter Mossberg, kolumnis untuk rubrik teknologi di Wall Street Journal menyatakan, “Blog, dalam cara pandang tertentu, merupakan bentuk baru dari jurnalisme, terbuka untuk siapa saja yang dapat mendirikan dan menjaga sebuah website, dan weblog telah mengalami ledakan pertumbuhan dalam tahun-tahun terakhir.”

Aksi warga sipil dalam upayanya untuk berkontribusi dalam proses jurnalisme ini dinamakan participatory journalism. Participatory journalism adalah, “The act of a citizen, or group of citizens, playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing and disseminating news and information. The intent of this participation is to provide independent, reliable, accurate, wide ranging and relevant information that a democracy requires.” (tindakan warga sipil, atau sekumpulan warga sipil, yang memainkan peran yang aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisa, dan penyebaran berita dan informasi. Tujuan dari partisipasi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam demokrasi, yang bersifat independen, dapat diandalkan, akurat, memiliki cakupan luas, serta relevan) (Bowman dan Willis, 2003)

PS: To be continued. Sekadar berbagi. Bahan untuk participatory journalism (saya lebih memilih frasa ini, ketimbang citizen journalism dan sejenisnya, karena merujuk dari We Media). ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: