Dingin. Basi. Kadaluarsa.

12 Jun

SS: euh, ada yah yang namanya 'pertemanan yang kadaluarsa'?

AN: euh, tidak tahuπŸ˜›

SS: kok gw kayak ngerasain itu ya..πŸ˜›

AN: situ kan yang kuliah di kom, harusnya lebih tau..

SS: euh, emang ada sih..πŸ˜›

AN: emang yang kadaluarsa kayak apaan?

Penggunaan kata 'kadaluarsa' mungkin terlalu way overboard, sebab sesuatu yang sudah kadaluarsa tidak dapat lagi digunakan atau diperbaharui, karena kerusakannya sudah parah. Kata yang lebih tepat mungkin adalah 'pertemanan yang mendingin'. Atau 'pertemanan yang basi'? Karena yang basi masih bisa dimakan, meski dijamin bikin sakit perut. Dan saya rasa, mungkin hampir semua orang pernah mengalami 'pertemanan yang basi'. Sadar atau tidak, di satu titik, teman Anda pasti pernah membuat Anda sakit perut. Meski hanya sekali dua kali.

Kembali ke masalah deteriorasi hubungan tadi. Tadi saya sempat sedikit membaca buku kuliah waktu jaman freshman dulu. Dan, meskipun yang nulis tidak punya jawaban akan pertanyaan "Kok bisa?" saya, ia memiliki cara-cara untuk mendeteksi tanda-tanda kapan sebuah hubungan akan mulai mendingin dan bagaimana tahap-tahapnya.

Fase "Self Talk" terjadi di dalam diri kita sendiri. Biasanya di tahap ini, awalnya kita akan lebih terfokus pada perilaku teman-teman kita. Kita akan menjadi pengamat yang lebih detail. Hal-hal yang sebelumnya tidak kita perhatikan, seperti, "Ternyata A sering sekali ngambek ya.." atau "Kenapa sih A jarang sekali datang tepat waktu kalau janjian?" saat ini akan menjadi sesuatu yang kita perhitungkan. Selanjutnya, kita akan lebih sering melakukan hitung-hitungan mengenai kontribusi yang sudah kita berikan dalam pertemanan tersebut. Hal-hal yang sebelumnya tidak kita perhitungkan seperti, "Saya lebih sering mengajak A jalan-jalan, dibandingkan dengan ia yang mengajak saya pergi. Berarti saya lebih perhatian padanya daripada ia memperhatikan saya," akan mengapung di permukaan. Kemudian, kita akan banyak menekankan hal-hal negatif dari hubungan tersebut. Misalnya, "Ah, males deh sama si A. Udah gak pernah tepat waktu, suka nyela, pokoknya malesin deh temenan sama dia..". Disaat ini kita mungkin sudah mempertimbangkan untuk mundur dari hubungan pertemanan ini. Yang terakhir adalah identifikasi kita terhadap aspek-aspek positif dari hubungan alternatif. Contohnya, mungkin, "Saya lebih baik berteman dengan B. B lebih sering mentraktir saya. Berbeda dengan A yang pelit sekali sebagai teman.."

Saat menganalisa hal yang terjadi pada saya, ada sedikit kelegaan, karena ternyata saya baru sampai tahap ke-dua. Hitung-hitungan. Dan pertemanan menjadi sebuah perdagangan yang orientasinya adalah untung-rugi. So much for the social exchange theory..πŸ˜›

Kalau begitu, berarti masalahnya tidak parah dong? Wah, belum tentu juga, karena saya juga tidak yakin kalau tahapan-tahapan ini merupakan sebuah tangga mutlak yang setiap jenjangnya harus ditapaki satu demi satu. Afterall, what made social science both strong and weak at the same time is it's relativity and flexibility, rite? So, bisa saja kalau masalah yang saya hadapi sebenarnya sudah parah. Because, not all things are easily detectable. We can try. But we can't be too sure..

Interpersonal Communication Phase mengajak kita melihat interaksi yang kita lakukan dengan teman kita. Tahap awal deteriorasi hubungan ditandai dengan keputusan kita untuk mau mengkonfrontasikan masalah secara terbuka. Bila Anda sebelumnya tidak pernah memprotes teman Anda yang suka datang terlambat itu, kini Anda mungkin mau mencobanya, karena tahap selanjutnya adalah konfrontasi. Setelah memprotes kelakuan buruknya, akan ada tahap negosiasi dan diskusi. Dalam tahap ini kita akan mulai menjajaki kemungkinan akan adanya rekonsiliasi dan perbaikan. Bila kemudian teman Anda menjadi lebih tepat waktu setelah berdiskusi dengan Anda, ini hal yang baik. Tetapi kalau tidak? Mungkin ia sedang, kembali, hitung-hitungan untung rugi dengan Anda. Apabila ia merasa bahwa permintaan anda terlalu mahal untuk dibayar, bisa saja pertemanan Anda akan maju ke tahap selanjutnya, yaitu pengurangan kedekatan. Dan terakhir adalah, perpisahan.
Untuk mengurangi tragedi-tragedi semacam ini, Anda setidaknya dapat berusaha untuk menjadi teman yang lebih baik. Bisa diciptakan dengan mengurangi kelakuan-kelakuan Anda yang sifatnya defensif dalam hal pertemanan. Jack Gibb (1961) mendefinisikan enam hal yang menimbulkan iklim defensif dalam sebuah hubungan, yaitu:

  • Evaluating-judging other's behavior
  • Controlling-striving to control or manage other's behavior
  • Developing strategy-planning techniques, hidden agenda, and moves to use in relationships
  • Remaining neutral-remaining aloof and remote from others' feelings and concerns
  • Asserting superiority-seeing and expressing yourself as more worthy than others
  • Conveying certainty-assuming and acting as though you are absolutely certain in your knowledge and perceptions

Melihat keenam poin ini, kemudian saya menyadari bahwa, I am as guilty as they can be to me. It takes two to tango. Dan untuk menyelesaikan sebuah masalah, kita dapat memulai dengan menerima bahwa semua hal dipengaruhi oleh dua pihak. Dan tidak adil untuk terus berkata, "It's their fault. I didn't do anything.."

Cause' doing nothing, already means you are doing something.. 

PS: Bahan diambil dari "Communication and Human Behavior", Ruben and Stewart, 1998. Bab 10. Oh ya, judulnya, tidak ada kaitannya dengan kondisi perut saya saat menulis ini. Yeah, memang saya lagi laper kok. So?πŸ˜›

5 Tanggapan to “Dingin. Basi. Kadaluarsa.”

  1. aldi Selasa, Juni 13, 2006 pada 12:22 am #

    gyaaaa, saya masuk blog! saya masuk blog!πŸ˜›

  2. tony Selasa, Juni 13, 2006 pada 7:32 am #

    istilah yang baku bukannya ‘kedaluarsa’ ya? :-”

    nulis apa sih ini, please refer to your “should i create a fresher look?” post. :-“

  3. SS Selasa, Juni 13, 2006 pada 1:46 pm #

    ALDI
    Halah! Komen gak penting..πŸ˜„

    *tendang oknum A. N. ke Planet Junkments*

    TONY
    Yeah, kan aye gak bakat jadi editor. Gak liat apa tanda-tandanya? Tulisan sayah kan banyak yang error begituh..πŸ˜›
    Ah, ini skrinsut aja yang dipikirin..πŸ˜›

    *tendang Abang ke situs porn*

  4. herda Rabu, Juni 14, 2006 pada 8:14 am #

    euh ada apaan sih? ^^;

  5. Shinta Setiawan Rabu, Juni 14, 2006 pada 3:08 pm #

    Euh, hanya menendang Abang ke porn-site kok.. :-”

    Emang Oom-Oom dilarang masuk situ ya? :-”

    Nah, kita harus membakukan cara berbagi skrinsut neh..πŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: