Harus Diberi Titiek?

14 Jun

Tadi pagi, sembari terkantuk-kantuk di dalam angkot, saya melihat headline Warta Kota yang ditulis besar-besar "Titiek Soeharto" (lanjutannya saya ndak tau, karena korannya dilipat sama supir angkotnya). Lalu, saya berpikir, "Wah, gara-gara Piala Dunia, Mbak Titiek jadi luarbiasa tenar rupanya.."

Protes soal keberadaan Mbak Titiek sebagai presenter pun tiada henti. Jangankan yang benar-benar doyan bola dan menunggu segmen commenting-nya dengan semangat, kakak saya yang pengetahuannya soal bola benar-benar nol (bahkan, minus, mungkin..๐Ÿ˜› ) merasa bahwa penempatan Mbak Titiek adalah blunder besar.

Dari kemarin, saya tidak melihat Mbak Titiek di layar kaca. Apakah beliau masih tetap dipasang? Karena saya pikir, Mbak Titiek benar-benar harus diberi titik. Piala Dunia 2006 masih panjang. Kenapa SCTV tidak mencoba berbenah, mumpung baru babak penyisihan grup.

Oh, iya, mau tau berita terbaru soal Mbak Titiek dan saudara-saudaranya? Klik di sini.

4 Tanggapan to “Harus Diberi Titiek?”

  1. aldi Rabu, Juni 14, 2006 pada 4:42 pm #

    gyaaa๐Ÿ˜› terlalu sibuk yah?๐Ÿ˜€
    sctv udah ngeles, host emang diganti-ganti๐Ÿ˜›

  2. Shinta Setiawan Rabu, Juni 14, 2006 pada 5:56 pm #

    Beginilah nasib sayah. Salahkan SP..๐Ÿ˜›

    Memangnya situ yang lagi libur kuliah, jadi siangnya bisa free.. :-” Duh, jadi gak pernah baca koran begini, nista deh aye..
    Inilah gunanya klarifikasi.. Jadi, emang udah out, eh?๐Ÿ˜€

    Yeah, kalo nggak ngeles, mau ngapain lagi dunks..๐Ÿ˜›

    Semoga ini bisa jadi titik untuk Titiek-Titiek yang lain.. ^^
    Bukannya maksudnya anti terhadap komentator wanita atau ibu-ibu. Disini kan yang jadi penekanan adalah layak atau tidaknya seseorang jadi komentator, padahal bidang yang dikomentarinya itu bukan spesialisasinya, yeah, at least bidang yang dimengerti lah..

    Wah, siyall, gw menghina diri sendiri nih.. :-“

  3. kriwil Rabu, Juni 14, 2006 pada 6:12 pm #

    gyaaa๐Ÿ˜› dia bukan komentator, tapi pembawa acara๐Ÿ˜€
    tapi tetep aja, nista bawainnya๐Ÿ˜›

  4. Shinta Setiawan Rabu, Juni 14, 2006 pada 6:25 pm #

    Sama aja, biar pembawa acara juga, dia tetep berkomentar, dan commentingnya nggak penting..๐Ÿ˜›

    (saya sih emang gak ngerti, karena itu -agak- tau diri, dan lebih baik jangan kebanyakan bahas bola, ntar salah ngomong, susah..๐Ÿ˜› )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: