[Escaping Reality mode : ON]

29 Jun

So.. *sambil ngopi pagi-pagi* :-” Beginilah rasanya jadi mahasiswa (malas). Empat setengah jam dari sekarang, ada ujian. Harusnya sih belajarnya dari tadi. But, procrastination kayaknya udah mendarah daging. Euh, nggak ding. Malas beda dengan menunda-nunda, imo.. Penyakit menunda-nunda bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, karena nggak niat ngerjainnya, tapi kalau malas, kayaknya udah kartu mati. Malas ya, malas. Nggak bisa ditawar. Nggak perlu ditawar. Nyuruh orang malas untuk belajar itu buang-buang tenaga.. :-” *dibakar karena nulis yang enggak-enggak*

Karena belajarnya udah mati gaya, jadi mending break aja sebentar. Tadi pas nyanyi-nyanyi di pagi-pagi buta, tiba-tiba nemu lagu ini:

Hop in the car and go with me
You don’t have to pack everything
Don’t you wanna feel the breeze?
And forget everything baby

Let’s take a ride, on the country side
Let’s just get away
We can spend the night, till the morning light
Let’s just get away

(Let’s Take A Ride – JUSTIN TIMBERLAKE)

Wha? You don’t know that I DO listen to Justin Timberlake?o_O;;

*ditimpuks*

Mendengarkan, iya, tetapi tidak selalu secara sadar. Biasanya hanya mendengarkan lagu tertentu, karena nada-nada upbeat membuat saya semangat. So, pas udah capek, semi-ngantuk, dan kehabisan pose belajar (sudah mencoba pose standar duduk di sofa, tidur-tiduran, duduk diatas meja, nangkring di dapur, sambil berdiri, sambil joget-joget, sambil nonton tv, sambil.. *dibunuh karena mulai ngaco* oh, well..) saya mendengar liriknya. Nothing special, really.. Tapi karena momennya memang sedang pas, makanya kata-katanya jadi begitu bermakna.

On the sudden, I’m already in the back of a convertible car, driving on an empty street in the countryside, enjoying the breeze and the warm sunlight..

Oh, did I tell you that I was only imagining it? :-”

Sometimes we felt like running in circles, and all you wanna do is to get the hell out. Everybody wants to get out once in a while. And so do I. Inilah yang membuat jalan-jalan menuju Puncak padat merayap tiap weekend. We all just wanna get out. Escaping the routines. Escaping your life. Escaping reality.

Perhaps, most of us are escapist.

Dan benar, bahwa semua hal memang harus berjalan dengan takaran seimbang. Kalau kita tidak pernah lari, kita tidak akan tahu nyamannya kehidupan yang konsisten. Kalau kita tidak pernah menjalani hidup sampai nyaris mati bosan atau kehabisan tenaga, kita juga tidak perlu lari-lari. Dari dulu, saya banyak diprotes rekan kerja, teman sekelas, ataupun teman kampus, karena saya selalu memaksa diri untuk sempat-sempatnya ‘bersenang-senang’, bahkan saat situasinya benar-benar tidak memungkinkan. Misalnya, sebelum SPMB saya sempat nonton sampai gila, atau saat minggu ujian, saya masih sempat main. Atau, saat saya seharusnya rapat pagi-pagi, malamnya malah begadang dan menikmati twilight zone sambil mengkontemplasikan hal-hal yang nggak penting.

Now, somebody cant sort their priority, here? Perhaps.

Tetapi, saya menemukan bahwa performa saya ada dalam titik terbaiknya saat jadwal saya nyeleneh. Work hard, think hard, play hard memang berlaku. Atau dalam konteks ini, live deep, escape wide (apa sehh? :P). Jadi, apakah escaping reality benar, atau salah? Saya percaya, semua orang percaya bahwa, bila digunakan dengan benar, escaping reality bisa menjadi acara mendinginkan kepala yang menyehatkan.

Bahkan Tolkien pun melihat eskapisme dalam karyanya (contoh, LOTR) sebagai ‘terapi’ yang baik. Kita dapat menemukan konsolasi emosional dan moral di dalam hal-hal yang sepertinya irelevan dan berada diluar konteks. Seperti yang pernah dikatakan Kierkegaard, “Life must be lived forward, but can only be understand backwards.” Seberapapun ngaco-nya acara lari kita, dengan mundur ke belakang dan kabur sebentar, mungkin kita bisa mengerti banyak hal dengan lebih baik. Work better. Love better. Live better.

Take off your suit, your tie, toss those papers away for a while, kick your stilletos. Trade it with a t-shirt, a pair of flip-flops, and hop in.. Let’s get away for a while.

(menghabiskan waktu setengah jamnya yang berharga untuk nge-blog..)

[Escaping Reality mode : OFF]

*back to textbooks*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: