Trofi Emas Itu Adalah Milik Italia

9 Jul

Note: Udah di-edit, Boss.. Maaph kalo banyak porsi tulisan yang belum kena double fact check. Maklum, pas nulis saya lagi nyaris tewas.. :-” Happy reading. [Reporter Bola Dadakan Signing : OFF]

Andrea Pirlo memeluk sang kapten, Fabio Cannavaro. Ketegangan terasa di udara. Mata mereka dan mata lebih dari satu miliar penonton tertuju ke arah yang sama. Seluruh dunia menahan nafas saat eksekutor kelima Italia mengambil ancang-ancang di depan titik putih itu. Sekaranglah saatnya, Azzuri. Make or break.

Bola hasil tendangan Fabio Grosso itu melesak ke dalam gawang yang dikawal Fabien Barthez. Olympiastadion meledak. Skuad Italia bersorak. Kemenangan yang telah dinanti sejak 1982 itu akhirnya direngkuh juga.

Sang kapten mengangkat tinggi-tinggi trofi itu. Semua tenaga, semangat dan harapan mereka telah ditumpahkan untuk meraih jalan menuju Berlin. Kemenangan itu terasa manis karena Italia boleh membawa pulang Piala Dunia itu saat menghadapi masalah berat yang melanda persepakbolaan negerinya. Tetapi Italia membuktikan dirinya justru semakin tangguh dibawah tekanan.

Pertandingan yang berlangsung selama 120 menit itu berjalan imbang. Tidak ada yang dapat memprediksi siapa yang akan menang saat itu. Yang ada hanya optimisme dan doa. Kedua tim sama-sama hebat. Mereka bisa menyerang sebaik bertahan. Tetapi, Italia yang terkenal dengan pertahanannya yang bagaikan gembok tanpa kunci itu hari ini tidak terlihat semeyakinkan saat mereka melawan Jerman. Gempuran demi gempuran terus dilancarkan oleh anak-anak asuhan Domenech. Sungguh pertandingan yang menegangkan bagi kedua kubu.

Di menit awal, pendukung Les Bleus sudah dibuat berdebar-debar saat Henry terkapar di lapangan setelah tertubruk Cannavaro. Tapi ini bukan awal sebuah mimpi buruk. Keberuntungan masih menjadi milik Perancis, karena beberapa menit kemudian, Zambrotta melanggar Malouda di kotak penalti. Tersungkurnya Malouda nampak seperti setengah-diving, tetapi Horacio Elizondo sudah memberi titah. Bola di titik putih. Eksekutornya? Zinedine Zidane. Dejavu untuk para pendukung Portugal. King Zizou mempecundangi Buffon, dan Perancis memimpin dengan satu gol di menit ke-7.

Italia mencoba untuk mengimbangi Perancis dan terus menyerang. Tendangan pojok yang dilambungkan oleh Pirlo berhasil disundul oleh Marco Materazzi. Suntikan semangat baru untuk Italia di menit ke-19. Azzuri kembali ke dalam permainan. Skor imbang ini bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, Vieira yang cedera digantikan oleh Diarra. Lippi juga memutuskan untuk memasukkan De Rossi dan Iaquinta, menggantikan Totti dan Perrota. Sebuah keputusan yang disayangkan, karena ditariknya Totti membuat lapangan tengah Gli Azzuri menjadi agak redup. Serangan Perancis di babak kedua juga kini lebih ganas. Lippi memainkan kartu terakhirnya dan mengganti Camoranesi dengan Del Piero. Sayang, sampai akhir babak kedua, semua pergantian pemain yang dilakukan Lippi, belum membuahkan hasil.

Babak tambahan harus dijalani kedua tim. Suporter Italia yang masih ingat dengan Euro 2000 pasti akan gugup, karena Domenech memutuskan untuk mengirim Trezeguet dan Wiltord ke dalam lapangan, menggantikan Ribery yang telah bermain sangat apik untuk Perancis, serta King Henry. Apakah ini akhir dari Italia?

Justru. Mimpi buruk adalah milik Les Bleus. Jenderal mereka tak mampu menahan emosinya, ia menanduk Materazzi di menit ke-108. Elizondo mengusir Zidane keluar lapangan. Akhir pahit bagi sang raja, karena ini adalah laga terakhirnya, dan catatan terakhirnya di lapangan harus tercoreng tinta merah. Di depan lebih dari satu miliar penonton, Zidane berjalan keluar lapangan, melewati trofi emas yang diidamkannya itu.

Kehilangan Zidane, Perancis tidak lantas panik. Mental mereka sedikit menurun, dan mereka bermain dengan konsentrasi yang agak buyar beberapa menit setelah kejadian itu, tapi pertahanan Perancis tetap tidak tertembus. Penalty shoot-out harus dilakukan. Trezeguet yang sebelumnya membawa timnya menjadi juara, gagal melaksanakan eksekusi. Tembakannya membentur mistar gawang dan terjatuh diluar kotak. Kegagalan ini menjadi penentu kegagalan Perancis. Kelima eksekutor tim asuhan Marcello Lippi itu sukses menjalankan tugasnya. Dan Italia membuktikan bahwa mereka memang pantas menjadi juara.

1 ITALIA – FRANCE 1 (120 minutes)

5 ITALIA – FRANCE 3 (Penalty Shoot-Out)

V for Vittoria!

Sejarah telah ditorehkan oleh Italia. Bintang keempat telah diraihnya. Setelah 1934, 1938 dan 1982, kini Germany 2006 adalah milik Italia.

PS: Ditulis setelah pulang nonton bareng di Citos. Pendukung Italia lebih banyak daripada pendukung Perancis, sehingga saya merasa bahagia. Finally, I’m not a minority! Meski hanya bisa menyanyikan Inno di Mameli dengan suara sengau (sendirian pula), saya senang karena perjuangan saya habis-habisan melawan flu-demam-batuk-radang tenggorokan-sakit kepala-sakit perut-dan sakit-sakit lainnya menjadi terbayar! Forza Italia! *hugs Pirlo* Pirlo fo Golden Ball Award! Buffon for Lev Yashin Award! Amnesty for Juventus, Milan, Lazio, and Fiorentina! Forza Italia! Terima kasih, Lippi!πŸ˜€ Terima kasih, Italia, karena pertandingan kali ini minim drama. Dan, siapa bilang diving HANYA milik Italia?πŸ˜€ *hugs Abang* Thank you for being my greatest supporter! *tendang Abang ke Catalunya*πŸ˜€

PPS: Judul diganti. Kata editornya salah.. :-” Ya, gemana, saya kan bukan penggila bola.. :-” Namanya juga wartawan bola dadakan. Betul kan, editor dadakan? *kedip-kedip pada AN*

28 Tanggapan to “Trofi Emas Itu Adalah Milik Italia”

  1. herda Senin, Juli 10, 2006 pada 2:04 am #

    wah penalti toh jadinya .. kirain 2-1 ^^; euh aye ketiduran –; pas extra time.. dari zidane kena kartu merah langsung bablas ketiduran.. bangun-bangun.. liat pemain itali pake topi dan jubah bendera Itali dengan piala ditangan.. halaaaahh! \:D/

    Udah menang ternyata.. well done! \:D/

    Saya juga dukung Italia! \:D/ Cannavaro! \:D/

  2. herda Senin, Juli 10, 2006 pada 2:06 am #

    “Di menit awal, pendukung Les Bleus sudah dibuat berdebar-debar saat Henry terkapar di lapangan setelah tertubruk Cannavaro.”

    Nyaa~~ ini mah cuma buat narik perhatian penonton studion .. biar sedikit dramatis \:D/ Wakakakaa.. tapi Perancis seru jugaπŸ˜€

  3. kriwil Senin, Juli 10, 2006 pada 3:23 am #

    euh, piala Jules Rimet dipegang Brazil untuk selamanyaπŸ˜›
    yang sekarang kan namanya FIFA World Cup trophyπŸ˜€

  4. SS Senin, Juli 10, 2006 pada 10:05 am #

    oh, yesh, tinggal diralat, editor.. :-“

  5. S Setiawan Senin, Juli 10, 2006 pada 10:16 am #

    Euh, buset, gara-gara Henry terkapar itu, suporter Les Bleus ketar ketir selama beberapa menit. Dan kami, tifosi Italia mendapat harapan palesu..πŸ˜›

    BTW, saya senang acara tanduk-menanduknya Zidane tidak di blow up oleh media. Sudahlah. He was a king and still a king. Jangan rusak namanya gara-gara sekali saja ceroboh meluapkan emosinya. Kalo meluapkan emosi jangan di dada Materazzi dunks ah.. :-”

    Mending di dada yang lainnya.. :-”

    *disate*

    Euh, buset, gw salah lagi nulisnya.. –; Kok MARCO bisa jadi CAMORANESSI???? –; Duodols.. Maaph pemirsa, waktu bikin ini, mata saya sangat rabun.. *cari-cari kacamata*

  6. S Setiawan Senin, Juli 10, 2006 pada 10:22 am #

    *gak nemu kacamata tapi sudah bikin editing*

    BTW, kakak sayah menyamakan tandukan Zizou ini dengan gigitan Mike Tyson terhadap Evander Holyfield. Sekali salah, tercela selamanya. Duh.. –; Semoga tidak! –;

  7. herda Senin, Juli 10, 2006 pada 1:03 pm #

    eh zidane itu kenapa yah? ^^; masa ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba nyeruduk ga jelas ^^;;;;;

    aih.. cannavaro teh cakep nyaaa~~ :”> Iri saya sama Pirlo.. pake peluk-peluk .. huhuhu.. itu kapten selama PSO tenang banget lage.. aiih .. :”>

  8. SS Selasa, Juli 11, 2006 pada 2:32 am #

    Katanya sih gara-gara Marco ngomong sesuatu yang bikin Zizou sepedh..πŸ˜›
    Zizou bilang, “I don’t want to talk about it.” Marco juga diem-diem aja waktu ditanya. Keduanya jelas berahasia. Tapi, biarlah. Toh, Zizou tetap dapat Golden Ball-nya (which was supposed to be given to my dear captain). Huhuuuu.. Fabio T-T

    Ah, Andrea jangan bikin sekandal sama Fabio.. -_-;;

  9. herda Selasa, Juli 11, 2006 pada 3:45 am #

    Ah gwe tahu! Katanya si Materazi itu ngomong ttg rasis gitu ke Zidane.. pantesan aja si Zidane sepedh.. bawa2 nama teroris2 gitu deh.. Bagus tuh Zidane! Kalo perlu kenapa ga ditonjok aja yah sekalian, mumpung mau pensiun ini. Lagipula toh sama kena kartu merah juga klo nonjok daripada cuma nyeruduk. Euh gwe jadi pengen nonjok .. -___-

  10. SS Selasa, Juli 11, 2006 pada 4:13 am #

    Sayah sudah komen tuh di HPI, baca saja. Yang jelas Marco bilang dia gak ngomong soal teroris ke Zizou. Percaya deh saya. Kalo ngomong yang laen, mungkin aja sih. Tau nih.. Marco, Marco, kamu ngapain sih, nak.. *pats Marco*

    Justru karena udah pertandingan terakhir, harusnya Zizou menahan diri biar farewell party-nya untuk dunia kagak sepedh gitu.. –;

  11. tony Selasa, Juli 11, 2006 pada 4:37 am #

    zizou bukan tipe yg meledak2, sebaliknya dia malah tipe introvert (seperti kebanyakan jenius lainnya). walaupun seorang kapten dituntut lebih vokal dari anggota tim lainnya, namun zizou diharapkan dapat lead by example.

    masalahnya dengan orang2 introvert, mereka ini cenderung memendam masalah dan sekalinya ‘popped’ (mis. under extreme pressure, kelelahan fisik dan mental) maka akan lebih dahsyat akibatnya dari mereka yg lebih terlatih mengeluarkan perasaannya. jadi saya maklum sama zidane, emang susah jadi introvert om..😦

  12. herda Selasa, Juli 11, 2006 pada 5:25 am #

    wah .. ternyata Zidane sama dengan sayaπŸ˜• Kebanyakan dipendem begitu keluar meledak deh .. nyahahahaha :))

  13. herda Selasa, Juli 11, 2006 pada 5:51 am #

    SS:
    Euh cuma di “pats” ? –;

  14. SS Selasa, Juli 11, 2006 pada 8:47 am #

    Euh, karena saya yakin bentuk-bentuk psy-war seperti itu memang hal yang wajar. Meski itu memang kasar sih.. Tapi, kalo saya main bola, kata-kata yang tidak pantas seperti itu memang suka keluar. Kalo lagi maen gampang kepleset, Boss..πŸ˜› Apalagi Marco, ini final Piala Dunia. Marco emang salah sih. Tapi kalo Zizou kaga kepancing, kita juga gak bakal tau soal maki-makian Marco ke Zizou.

    Euh.. *lirik Herda dan Abang* Kok pada curhat sih? :-“

  15. amanda Selasa, Juli 11, 2006 pada 9:28 am #

    bentar lagi zidane bakalan ngelakuin konferensi pers tentang sikapnya pada si… Marco. We’ll know the fact!

  16. SS Selasa, Juli 11, 2006 pada 9:32 am #

    Euh, Marco bandel sih..πŸ˜›

    Tapi kalo nggak ada Marco, Italia mungkin saja tidak menang.. *hugs Marco* v^_^v

  17. kriwil Selasa, Juli 11, 2006 pada 10:39 am #

    materazzi emang terkenal suka maen kotorπŸ˜›

  18. SS Selasa, Juli 11, 2006 pada 11:47 am #

    Saya maen kotor ah.. :-”

    *tendang pasir di pojokkan bersama Marco*

  19. herda Selasa, Juli 11, 2006 pada 5:04 pm #

    Do something .. rr.. dirty? Gyaaa.. ikutan dung .. *blush* *dibakar*

  20. SS Rabu, Juli 12, 2006 pada 9:20 am #

    *bakar HA*

    Wedew, masih kecil tidak boleh dirty-dirty-an. Kamu mandi saja sana, nak.. :-”

    Euh, mandi sendiri, jangan mandi sama Marco. Apalagi sama Grosso.. :-”

    *dibakar*

  21. herda Rabu, Juli 12, 2006 pada 12:54 pm #

    Gyaaa.. Grosso! :”>

  22. SS Rabu, Juli 12, 2006 pada 6:22 pm #

    Ya ampoonnn.. Seleranya sama yang tua-tua. Menurun dari siapa sih? Dari saya ya? –;

    *dibakarrr*

  23. tony Kamis, Juli 13, 2006 pada 4:21 am #

    herda memang masih butuh BO, Bimbingan Oom2..πŸ˜€

    “berani kotor itu baik..” buktinya bisa menang piala dunia… :-“

  24. herda Kamis, Juli 13, 2006 pada 4:33 am #

    Nyaa~~ Doh.. masa Oom2 seeehh … sepedh dah…

  25. SS Kamis, Juli 13, 2006 pada 6:08 am #

    Euh, saya mau kalo sama Oom Canna.. :-”
    Ayo, Oom, saya sudah bersedia jadi gay gituh.. :-”

    *bakar diri*

    Tidak! Tidak! Distraksi tingkat tinggi! Ahhh.. Jauhkan saya dari Fabio, saya mau ujian.. -_-;;;

    (lho, apa hubungannya Fabio dengan ujian?)

    Doh, ada, saya jadi tidak bisa konsentrasi.. -_-;;

    Euh, Herda tidak mau Oom Grosso? Baiklah, saya jual ke tempat lain sajah.. :-”

    Gyaaa… Marco!πŸ˜„ Berani jadi Marco itu baik.. :-”

    *dibakar*

  26. herda Kamis, Juli 13, 2006 pada 8:46 am #

    Om Grosso? Ah dia itu Grosso. Ah tahu ah.. gwe lagi sepedh sama seseorang –;

  27. herda Kamis, Juli 13, 2006 pada 8:49 am #

    Euh maaf curhat =P *injek-injek pece* Lho.. nyahahahaha

  28. SS Jumat, Juli 14, 2006 pada 12:22 am #

    APA? Injek-injek?o_O;; HA? CUMAN diinjek-injek?o_O;;;

    BAKAR-BAKAR! dunks! :-”

    Sini, sini, mana, saya bakarin.. :-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: