Hide That iPod!

25 Jul

Lebih baik kerja tanpa AC dibanding tanpa iPod (toh ada kipas angin),” tertera di salah satu undangan pernikahan.

C dan F bertemu di depan laptop, begitu kisahnya. Sisanya adalah sejarah. Setelahnya, mereka berdua mengeluarkan salah satu kartu undangan paling keren yang pernah saya lihat. Tapi, saya tidak sedang bahas pernikahan atau surat undangan.. :-”
Kalau untuk mereka berdua, iPod sangat penting, begitu juga dengan saya. Lebih baik hidup tanpa handphone daripada tanpa iPod. [Ngarep mode : ON] Oh, Apple, bayarlah daku karena telah mengiklankan produkmu.. *dibakar*

Tidak harus iPod, semua pemutar musik pun punya posisi spesial di mata saya. Mungkin di mata Anda juga. Dari generasi Walkman untuk kaset, discman yang satu level diatasnya, pemutar MP3 yang marak sekarang, atau yang terkini, ponsel yang terintegrasi dengan pemutar MP3, semua pernah saya jajal. Addicted to music player? Tidak sih, hanya addicted to music.

Untuk sebagian orang, musik adalah candu. Untuk sisanya, tingkat kebutuhan akan musik bervariasi. Yang jelas, musik menempati posisi penting dalam hidup kita. Produsen alat elektronik jeli melihat peluang ini, dan seperti yang sudah terjadi sekarang, produk mereka menjerat kita untuk lebih dekat dengan alunan nada.

Nokia mengeluarkan ponsel musiknya yang berkapasitas 4GB, N91. Saya tidak tertarik, karena basically, saya bukan Nokia-person. Lagipula, iPod sudah menentramkan hati dan telinga saya dengan kapasitas 30GB-nya. Saya hanya tertarik dengan headphone Sennheiser ciamik yang ada dibelakang iklannya..😀 *dibunuh* Tidak, saya hanya tertarik dengan tagline iklannya. “I am my music.

Are we?

Sepertinya, we are. Kalau tidak, orang tidak akan pernah bertanya, ”Suka dengerin musik apa?”. Friendster juga tidak akan membuka kolom ”favourite music” seandainya selera musik bukan sesuatu yang signifikan.

You Are What You Hear?

Semakin besar kapasitas yang dimiliki sebuah pemutar musik, semakin bebas kita dapat mengisinya dengan musik-musik kita. Tapi, sebanyak apa sih seseorang dapat mendengarkan dan menyukai lagu, penyanyi, atau band? (para music director nggak dihitung..) Kalau hanya 4GB, mungkin Anda masih dapat mengisinya dengan musik yang benar-benar pas dengan selera. Nah, kalau Anda punya space sebesar 60GB? Setelah puas mengisinya dengan musik, film dan video-video favorit, pasti masih ada ruang yang tersisa.

Teman-teman dan keluarga saya sering meminjam iPod saya. Melihat isi library-nya, ada yang terkekeh-kekeh, heran, shok, bingung, pokoknya, reaksinya beragam. Ada apa gerangan? Ternyata mereka heran dengan apa yang dilihatnya. Euforia akan kapasitas iPod yang besar mengakibatkan saya tidak selektif dalam mengisi library. Masukkan saja semua MP3, soal didengarkan atau tidak, itu urusan nanti. Begitu falsafah saya. Capek-capek mengisi pun, hanya dapat 6GB. Apa daya, tagging makan waktu lama, hingga sisanya tidak masuk. Daripada nanti malah bingung? *bakar oknum yang bilang tagging gampang*
Buat teman-teman saya, mungkin ”I am my music” telah dimodifikasi menjadi ”You are the music in your library.

Seumur-umur, saya tidak pernah ngefans Britney Spears, karena itu, teman saya jelas kaget saat menemukan deretan lagu Britney dalam iPod saya. Surprise, surprise! Ternyata S suka Britney. Well, who wouldn’t? I mean, Britney is sexy.. *dibakar karena salah tangkap maksud* Euh, begitu toh? Pantas saja..😛

Lalu, bagaimana sisanya?

[Music Library Spy mode: ON]

Hah! I think I know who is Christina Aguilera, Ryan Cabrera, Backstreet Boys, etcs. They are POP artist! Siapa bilang S tidak mendengarkan lagu pop? Ternyata eh ternyata..

Oke, ada Jamie Cullum, Michael Buble, Incognito, bla bla, ..jazz artist. Okay, seleranya jazz. Semua orang tau S suka jazz. Normal.

Beethoven, Rachmaninof, Mozart, classic, classic, ah, classic. Suka musik klasik. Makin kesini, seleranya makin tua. Good then.. +_+

Eminem, 50 cent, Dr. Dre, rap, RnB, more rap. Okay, selera musik mulai tidak terdeteksi.

Wait? Keith Martin, Celine Dion, Josh Groban, slow slow songs. Inkonsisten. Katanya tidak suka yang mellow mellow?

Apa itu album Ministry of Sound? Jamiroquai, DJ-what? Dance, techno, more techno. What the? -_-;;

Michel Sardou? Who the-? Oh.. (terlihat jejeran koleksi lagu kebangsaan) Inno di Mamelli adalah koleksi terbanyak, disusul lagu kebangsaan Perancis, beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan, etcs. Ah, aneh!

Sisanya normal, U2, Aerosmith, Korn, Radiohead, Limp Bizkit, Muse, euh, Linkin Park, System of a Down, Red Hot Chili Peppers, Blink 182, Disturbed, Staind. Standard. Predictable.

Next!

WHAT? Peterpan? Samsons? Radja? Ibu-ibu ganjen, RATU? O_O;;

*usir spy*

Tertangkap basah memiliki library dan selera musik yang susah dipetakan, saya hanya bisa berkata, “Euh, buset! Jangan salahkan saya. Banyak dari lagu nista itu adalah milik adik saya. Dan tidak semua isi library pernah didengar. Kan tidak semuanya saya suka..” *dibakar for ngeles* Isi pemutar musik memang tidak selamanya representatif loh.. :-”

Jadi, ”We are our music” itu salah dong? Kalau dulu Chuck Palahniuk sudah bisa meramalkan akan adanya iPod, jangan-jangan Tyler Durden akan berkata, “You are not your job. You are not your music.” Begitu, Tyler?😀
Jadi, demi menghindari inkonsistensi antara isi music library dan kolom favourite music di Friendster, haruskah saya menghapus koleksi lagu Peterpan milik adik saya? Saat koleksi musik yang dimiliki sudah memainkan peran pencitraan, semua orang harus berhati-hati mengisi pemutar musiknya.

Jangan sampai tertangkap basah memiliki koleksi lagu dangdut yang ekstensif. Mendengarkan “Bang Thoyib” bahaya untuk kesehatan reputasi Anda. Hide that iPod from the crowd!😀

7 Tanggapan to “Hide That iPod!”

  1. v n u z Selasa, Juli 25, 2006 pada 7:13 pm #

    I don’t Like gadget.😀

  2. SS Selasa, Juli 25, 2006 pada 7:41 pm #

    ..but I like my music close to me :-”

    Wah, Nuz, kalo situ punya iPod, kasian bener kalo Ramones harus bersanding dengan Backstreet Boys.. :-” *dibakar* (siapa itu kemaren yang komen, sayah kan cuman tidur-tiru.. Isdah ya?) :-”

    Wah, ini baru contoh selera musik yang tidak terpetakan. Jadikan topik baru ahh.. :-“

  3. v n u z Selasa, Juli 25, 2006 pada 8:41 pm #

    Hmm..

    boleh-boleh.. coba petakan..
    ini clue nya..

    http://www.last.fm/user/vnuzday
    😀

  4. tony Rabu, Juli 26, 2006 pada 7:10 am #

    panjang amat, susah bacanya. mendingan pake tag..

  5. SS Rabu, Juli 26, 2006 pada 9:13 am #

    Siapa suruh baca dulu? Komen dulu, baru baca.. :-“

  6. S Setiawan Rabu, Juli 26, 2006 pada 11:20 am #

    Wuaduh, Nuz, ini PR bukan ya? :-”

    Gemana bikin petanya coba. It took a Rolling Stones music editor to map this.. :-”

    BTW, S Club 7?o_O;;

    *ngakak guling-guling sambil lempar-lempar pasir di pojokan*

    Now, that, is uncharted😛

    *kabooorrr*

  7. HuanPedro Rabu, April 11, 2007 pada 1:47 pm #

    Good news! Baaaaaaaaaaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: