Arsip | Agustus, 2006

The First, The Last, and The Unknown

28 Agu

Saya ingin mengupakan selamat kepada Ambu Dian, Noka, Liza, Hasyim, Pak Imam Bahtera, Revsky, Joan, Tomy, anak saya tersayang serta Jeng Tiwi. Dari sekian banyak ucapan selamat yang saya dapatkan, hanya mereka yang dapat menebak tanggal keramat itu dengan benar.

Seperti tradisi tahunan yang telah berlangsung cukup lama, keran ucapan โ€œSelamat Menuaโ€ sudah dibuka sejak 24 Agustus yang lalu. Tanpa mengurangi rasa hormat, terimakasih untuk mereka semua yang sudah menyelamati saya di tanggal 24, 25, 26, dan 27. Maaf kalau semuanya tidak bisa disebutkan satu persatu.

Apa? MAKAN-MAKAN?

Aih, MAKAN-MAKAN khusus untuk mereka yang menebak di tanggal yang tepat dunks.. :-โ€œ

Back to birthdays, untuk saya, tiap ulang tahun, ada tiga kategori orang yang paling saya anggap penting, dan berhak mendapatkan penghargaan tertinggi. It took a lot of effort to stay up ’till midnight just to send an SMS. So, terima kasih sebesar-besarnya untuk orang yang memberi selamat pertama kali dan yang terakhir kali. It also took more than just comprehension and understanding to be able to tell things to a person without even saying it. Terima kasih sebesar-besarnya untuk mereka yang tidak mengucapkan selamat sama sekali.

All all three of you are the MVP of this post.. ๐Ÿ˜‰

Yang tidak mengucapkan selamat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, you know who you are. Thanks for supporting me. Because itโ€™s true, words donโ€™t always mean. People mean ๐Ÿ˜‰

Yang pertama kali mengucapkan selamat adalah, my consigliere, my partner in crime, my beloved brother, my greatest supporter. Thanks a lot, Bang! ๐Ÿ˜€ :-*

Yang terakhir, last, but never the least is my wife. You know who you are.. :-โ€œ (loh? wakakaka.. :D) Nahh.. Seriously, thx al lot, hun ๐Ÿ˜‰

Oh yeah, trofi tambahan untuk last caller of the day, Ibu Mala Widyaningsih, oh, er, Ibu Mala Ekayanti *siyul-siyul* Makasih udah ngajakin ngobrol tentang Life101. Saya baru sadar kita ngobrol lamaaa sekali, setelah pembicaraan kita terputus gara-gara batere handphone saya yang tadinya penuh, tiba-tiba habis. See you on our fiesta next Wednesday ๐Ÿ˜‰

Untuk mereka yang bertanya-tanya, โ€œBerapakah umur saya sekarang?โ€ Oh, well, there was one bidder in this blog. He bids for 34. The highest score, so far. Is it correct? Is it wrong? I canโ€™t tell you.. :-โ€œ But, oh, kay, mengikuti saran Abang *sigh* I will tell. But only for the bidders. You all will know soon. The โ€˜giftโ€™ can be claimed at your e-mail inbox. You know who you are.. :-โ€œ

So, mengutip lirik lagu Goo Goo Dolls, saya menutup tulisan ini dengan pesan pertama di 29 Agustus,

God, itโ€™s good to be alive! ๐Ÿ˜€

GOO GOO DOLLS – Big Machine

28 Agu

Ecstasy is all you need,
Living in the big machine,
Now.
Oh you’re so vain.

Now your world is way too fast.
Nothing’s real and nothing lasts,
And I’m aware.
I’m in love but you don’t care.

Turn your anger into lust,
I’m still here but you don’t trust, at all,
And I’ll be waiting.

Love and sex and loneliness,
Take what’s yours and leave the rest, so I’ll survive.
God it’s good to be alive.

And I’m torn in pieces,
I’m blind and waiting for,
My heart is reeling,
I’m blind and waiting for you.

Still in love with all your sins,
Where you stop and I’ll begin,
And I’ll,
I’ll be waiting.
Living like a house on fire,
What you fear is your desire.
It’s hard to deal,
I still love the way you feel.

Now this angry little girl,
Drowning in this petty world,
And I’m,
Who you run to.
Swallow all your bitter pills,
That’s what makes you beautiful.
You’re all or not,
I don’t need what you ain’t got.

And I’m torn in pieces,
I’m blind and waiting for,
My heart is reeling,
I’m blind and waiting for you.

I’m blind and waiting for you.
I’m blind and waiting for you,
And I can’t believe it’s coming true,
God it’s good to be alive.
I’m still here and waiting for you,
And I can’t believe it’s coming true.
I’m blind and waiting for you..

Top Five Most Terrifying Question In A Job Interview

25 Agu

Saat membaca 50 Common Interview Q&A, saya menemukan lima pertanyaan yang sangat sulit saya jawab. Tentu saja, saya belum pernah mengalami wawancara yang menghadirkan pertanyaan yang demikian detailnya, karena itu, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila tiba-tiba sang interviewer menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada saya.

Apa sajakah pertanyaan-pertanyaan yang saya anggap horror itu?

1. Would you be willing to relocate if required?
The answer should be: You should be clear on this with your family prior to the interview if you think there is a chance it may come up. Do not say yes just to get
the job if the real answer is no. This can create a lot of problems later on in your career. Be honest at this point and save yourself future grief.
My answer will be: Oh, hell, no. Meskipun Jakarta panas, pengap, jalanannya macet, kotanya semrawut dan bla, bla bla.. apalah itu, saya engga mau pindah. Eh, kecuali kalo dipindahin ke kota besar di Eropa. Ke London ato Amsterdam? Wah, boleh deh, sekaliyan jalan-jalan.. ๐Ÿ˜› Eh, apa? Di Bandung banyak makanan? Oh, ya udah deh, Pak/Bu, saya bersedia dipindah ๐Ÿ˜€ Euh, tapi sayah boleh bawa kulkas saya kan? ๐Ÿ˜€ Euh, ngga jadi deh, kalo sayah pindah ke Bandung nanti dibunuh Abang. Maap, sayah tolak ajah deh tawarannya ๐Ÿ˜€

2. What position do you prefer on a team working on a project?
The answer should be: Be honest. If you are comfortable in different roles, point that out.
My answer will be: Aih, sayah mah maunya jadi bos.. ๐Ÿ˜› *BAKAR-BAKAR*
3. Do you have any blind spots?
The answer should be: Trick question. If you know about blind spots, they are no longer blind spots. Do not reveal any personal areas of concern here. Let them do
their own discovery on your bad points. Do not hand it to them.
My answer will be: Yah, secara itu namanya aja udah “blind” spot, ya pasti saya engga tau lah, Pak/Bu.. ๐Ÿ˜›

4. What kind of salary do you need?
The answer should be: A loaded question. A nasty little game that you will probably lose if you answer first. So, do not answer it. Instead, say something like,
Thatโ€™s a tough question. Can you tell me the range for this position?
In most cases, the interviewer, taken off guard, will tell you. If not,
say that it can depend on the details of the job. Then give a wide range.
My answer will be: Aih, jelas gaji yang cukup lah. Cukup buat menghidupi istri dan anak saya. Cukup untuk beli Toyota Fortuner, Mercedes Benz kalo bisa. Cukup untuk beli beberapa rumah. Cukup untuk investasi, ato cukup banyak untuk beli waralaba yang dijamin sukses. Ya, penjaminan masa depan lah, Pak. Oh iyah, cukup untuk membiayai sayah kalo lagi pengen jalan-jalan nonton F1 atau Euro, atau Piala Dunia. Wah, istri saya pasti seneng deh ๐Ÿ˜€ Apalagi anak sayah ngga bisa ikut, secara dia ngga suka F1 dan cuman grupis bola sesaat.. :-”

5. If you had enough money to retire right now, would you?
The answer should be: Answer yes if you would. But since you need to work, this is the type of work you prefer. Do not say yes if you do not mean it.
My answer will be: Kayanya engga deh. Abisnya istri saya kerja melulu. Daripada saya ditinggal kerja, mendingan saya kerja juga. Aih, kalo ngga ada kerjaan, saya ngga tenang, Pak/Bu. Eh, bukan berarti saya bersedia overworked loh, Pak.. Eh, iya, tadi Bapak nawarin gaji berapa? :-”
Yang jelas, pertanyaan yang paling mudah dijawab adalah: Are you willing to work overtime? Nights? Weekends?

Jawabannya: Aih, saya mah kalo kerja exceeding time limit terus.. :”> Kerjaan sayah kan bersenang-senang.. :-” *kabooooooooooorrrr*

So, which are your top five’s? ๐Ÿ˜€

THE CALLING – Believing

25 Agu

I’m one man to make a difference
I’m one soul all persistence
In a dark world, just trying to make things right
Choices we weren’t given
Any heroes, and our decision
Is to stand up and fight for ourselves

To be free
Is all we want to be
When everything seems so far out of reach
But I know, no matter where we go
I’ll never stop believing in me

Woke up bent and broken
Just to find that fate has spoken
And I call out I call out for change
For every moment that remains
For every sinking stone to find its place
Long before they’re washed away

To be free
Is all we want to be
When everything seems so far out of reach
But I know, no matter where we go
I’ll never stop believing in me

We’ve been waiting for too long
We’ve been giving in to wrong
And we’ve been broken to pieces one by one

We’re gonna know
We’re gonna know
When the moment comes

To be free
Is all we want to be
When everything seems so far out of reach
But I know, no matter where we go
I’ll never stop believing in me

The Bedroom Talk

21 Agu

Homo ludens. Manusia adalah makhluk yang suka bermain. Main Play Station. Main sepakbola. Memainkan hati orang. Bermain peran alias roleplaying. Kita suka main apa saja, termasuk main tebak-tebakan.

Saya suka main tebak-tebakan. Khususnya tebak-tebakan karakter. Manusia adalah subyek tebak-tebakan yang paling menarik buat saya. Mungkin buat Anda juga.

Teman saya pernah naksir seorang wanita. Ia meminta saya untuk bermain tebak-tebakan dengan menganalisa isi organizer wanita itu. Wanita itu punya isi organizer yang sangat teratur. Dengan sedikit memperhatikan detail-detail kecil, dalam waktu singkat, saya bisa menyimpulkan bahwa teman saya dan wanita ini tidak cocok. Sang pria lebih suka main, yang wanita adalah orang yang serius. Mereka tetap jadian, dan putus beberapa bulan kemudian. Alasannya, si wanita terlalu kaku. Mungkin Anda juga pernah menemui atau mendengar tentang kasus serupa.

Sebuah tebakan sukses sering mengundang berbagai pertanyaan dan komentar. Beberapa orang bilang terkadang saya memiliki daya pengamatan yang bagus. Beberapa terkecoh dan mengira kemampuan main tebak-tebakan itu adalah sebuah bakat yang berkaitan dengan acara ramal-meramal. Yang jelas, saya hanya bisa mengatakan bahwa keduanya tidak berkaitan, hanya deduksi sederhana yang kebetulan benar. Beberapa dari kita memang suka tebak-tebakan. Tapi, soal benar atau tidak, buat saya itu tidak menjadi masalah besar. Inti dari bermain adalah bersenang-senang, betul?

Two Seconds Blink

Beberapa waktu yang lalu saya membaca โ€Blinkโ€ karangan Malcolm Gladwell. Pak Gladwell memiliki teori untuk menjelaskan kemampuan saya. Tidak sepenuhnya pas, tapi agak cocok. Ia mengetengahkan sesuatu yang bernama โ€snap judgmentโ€ โ€“kesimpulan sekejap. Teorinya, kita dapat memiliki sebuah pemahaman akan sesuatu dalam waktu sekejap, say, 2 detik? Saya butuh waktu yang lebih lama untuk menyimpulkan karakter dari pemilik organizer tadi, tapi saya jelas melakukan penyimpulan tadi dalam waktu dibawah 2 menit. Too fast? I donโ€™t know.

Ia mengkategorikan dua cara memperoleh pemahaman. Cuplikan tipis dan cuplikan tebal. Bila cuplikan tebal dapat disamakan dengan upaya memahami orang lain dengan berteman bertahun-tahun dengannya, maka, analisa saya dapat dikategorikan menjadi cuplikan tipis (thin slicing). Mengambil gambaran-gambaran mikroskopis dari hidup seseorang, dan melakukan pembesaran dari cuplikan itu, sehingga kita dapat memprediksi sesuatu, berbekal informasi yang sangat terbatas.

Saya yakin, banyak dari kita yang sering memanfaatkan thin slicing. Karena itulah, banyak orang yang sudah saling tidak menyukai, bahkan meski baru sekali bertemu. Alasannya bisa bermacam-macam, dan tidak selalu terdengar logis. Yang ini, mungkin sering dinamakan gut feelings. Yang jelas, setelah membaca โ€Blinkโ€, saya baru benar-benar menyadari bahwa snap judgment ini sangat berguna, dan saya telah sering sekali menggunakannya.

In The Bedroom

Dalam salah satu bab, Gladwell menulis tentang salah satu obyek tebak-tebakan yang sering kita mainkan. Kamar tidur. Kita dapat mengetahui banyak hal tentang seseorang dari kamar tidurnya, baik kamar tidur orang yang sudah Anda kenal, atau yang asing sama sekali.

Samuel Gosling, seorang psikolog, membuat eksperimen yang berkaitan dengan thin slicing ini. Ia mengirim orang-orang untuk mendatangi beberapa kamar tidur, untuk mengetes, apakah mereka dapat menebak kepribadian dari si pemilik kamar. Kuesioner yang diberikannya mencakup lima hal.

(1) Extraversion. Senang bergaul atau lebih suka menyendiri? Senang menarik perhatian atau lebih suka diam?
(2) Agreeableness. Mudah percaya atau mudah curiga? Senang membantu atau enggan bekerjasama?
(3) Conscientiousness. Tertib atau urakan? Punya disiplin diri atau mudah dipengaruhi?
(4) Emotional stability. Mudah cemas atau tenang? Merasa tidak aman atau percaya diri?
(5) Openness to new experiences. Imajinatif atau praktis? Mandiri atau terikat peraturan?

Orang yang mengenal si pemilik kamar dapat memprediksi poin 1 dan 2 dengan baik. Tetapi mereka yang tidak mengenalnya sama sekali, terbukti dapat menebak poin 3,4, dan 5 dengan lebih akurat. Jadi, kita benar-benar bisa main tebak-tebakan dengan isi kamar tidur. Gosling membantu untuk menyimpulkan bahwa tidak mustahil bagi kita untuk memahami seseorang dengan lebih baik, meski kita belum mengenalnya sama sekali.

Gosling menambahkan, ada tiga petunjuk yang menurut saya dapat digunakan untuk menebak sifat pemilik sebuah kamar tidur. Pertama adalah identity claims, jatidiri yang diharapkan, ekspresi yang disengaja tentang bagaimana seharusnya kita tampak oleh dunia. Kedua, behavioral residue, petunjuk tak disengaja tentang sifat asli seseorang. Terakhir, thought and feeling regulators, perubahan-perubahan yang kita sengaja terhadap ruang-ruang paling pribadi kita untuk memengaruhi perasaan kita sewaktu berada di sana.

Misal, sebagai contoh, seorang teman kuliah saya yang berinisial WXY. Identity claims-nya adalah beberapa item yang berhubungan dengan sebuah MLM yang dijalaninya, serta buku-buku tebal yang tersusun rapi dibawah rak televisi dengan judul yang mencirikan jurusan tempatnya kuliah. Behavioral residue-nya adalah tempat tidur yang rapi dan meja kopi yang hampir selalu penuh dan berantakan. Thought and feeling regulators-nya adalah boneka babi ekstra besar berwarna pink yang ada diatas kasurnya. Apa yang kita dapat simpulkan dari hal-hal ini? Yang saya tahu, identitasnya sebagai mahasiswa/anggota MLM merupakan hal yang paling mudah disimpulkan. Kemudian, ia tahu bagaimana menyekat-nyekat masing-masing bagian kehidupannya. Ia dapat maju dengan sangat baik di satu bidang, tetapi rapuh di bidang yang lain (bed vs coffee table). Ia terampil menyembunyikan perasaan. Agak temperamen tetapi tenang. Ia juga memiliki orang dekat yang sangat berharga untuknya (bisa siapa saja), karena tidak semua orang mau membeli boneka yang ekstra besar untuk dirinya sendiri. Dan boneka itu ada diatas kasur, tidak disimpan di lemari. In reality, apa yang saya jabarkan sebagian besar benar.

Bagaimana dengan kamar Anda? Kalau kamar saya sendiri? Berantakan. Banyak tumpukan buku-buku tebal. Sebagian buku kuliah, sebagian buku desain, sisanya mengenai pengembangan diri, bisnis, ataupun buku lucu-lucuan. Ada satu plastik berisi kurang lebih tigapuluh spidol warna. Poster Van Helsing, Hellboy, dan Batman Begins ditempel di dinding. Terakhir, bantal dengan jumlah ekstra (orang normal umumnya punya 1-3 bantal, saya 4). Can you tell anything deep about this one? I hope you cant! :-โ€œ

Merdeka!

17 Agu

Hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan Indonesia ke-61. Sudah tua juga ternyata, republik kita tercinta ini. Indonesia, bebas dari penjajahan sejak 17 Agustus 1945.

Apakah Anda sudah merasakan kemerdekaan itu hari ini? ๐Ÿ™‚

Happy Birthday, Mami!

13 Agu

I don’t think that your daughter will let you have that “KEREN(tm)” t-shirt. So, you’ll just gonna have to settle with this one.. ๐Ÿ˜› Designed specially for you, my dearest wife, and *quoting the daughter* “my cupu lovely Mum”..

Happy 36th Birthday, hunnie.. ;*

Have a great year. Life starts at 40. So, take your time, baby.. :-”

We gave you a t-shirt, so, now, gimme dat macbook ๐Ÿ˜› And, oh, your daughter and my brother is demanding a MAKAN-MAKAN, A.S.A.P.. :-”

Signed,
Papi Keren and his beloved daughter.

PS: Ah, if ur not claiming this gift, we’ll gonna steal the macbook eitherway.. :-” And, oh, sorry if I can’t give you the, “ARGGHH, NOOO!! McCLAREN KICKED ME OUT OF THE NATIONAL TEAM!” t-shirt. Too much publicity on the subject already. I can’t add another burden to your shoulder, dear.. :-” Say hi to Uncle Ben from me and your daughter ๐Ÿ˜‰