To Don’t List

2 Sep

Jika tetap berkutat dengan ToDo List, kita akan berdoa supaya diberi lebih dari 24 jam perhari. Setelah kerja keras, ToDo List kita bukan malah berkurang, tapi semakin bertambah. Jadi kenapa kita tidak mulai dengan ToDon’t List? ToDon’t List membuat kita fokus dan lebih bahagia. Coba saja deh. Anda akan kaget melihat bahwa sangat sedikit hal-hal esensial yang benar-benar kita butuhkan. Saking sedikitnya, anda tidak butuh PDA lagi.” – Andry S Huzain

My To-Don’t List:

1. Drink more coffee.
2. Kerja sampai gila.
3. Tidur subuh, bangun siang.
4. Menikmati jadi orang panikan.
5. Spend more money on books.

6. Stop writing.

Hehehe.. Ternyata benar, To-Don’t List membuat segala sesuatunya jadi lebih simpel. Lebih lucu. Lebih pendek. Lebih nikmat dilihat.

Tetapi, bukan berarti bobot To-Don’t List menjadi lebih ringan dari saudaranya, si To Do List, yang panjangnya seperti rel kereta api. Hal-hal yang dilabeli “jangan” memang biasanya lebih mudah untuk dilanggar. Tidak heran kalau To-Don’t List ini sudah akan mulai saya langgar dalam waktu lima menit.

Kopi sudah menunggu di meja dapur.. :-“

7 Tanggapan to “To Don’t List”

  1. kriwil Sabtu, September 2, 2006 pada 5:01 pm #

    saya tetep pada To Do List aja.
    It keeps me notified on things I should do now, next, and someday.

    kalau saya sudah punya Hummer H2 dan H3, baru saatnya saya membuat To Don’t List😀

    *ikutan minum kopi*

  2. S Setiawan Sabtu, September 2, 2006 pada 6:35 pm #

    Spoken like a true organizer, darl. Ketebak.. :-”

    Aye masih pake To Do List lah.. :-” Kapan mau pindah permanen ke To Don’t List? Ntar, kalo udah ngga mau kerja.. :-” Inget lho, ‘ngga mau’ bukan ‘ngga bisa’ atau ‘ngga boleh’ :-”

    Which is.. *sigh* Kapan itu ya.. -_-;

    Kalo ‘ngga perlu’ kerja? Ya, kalo bini aye aja udah sanggup beli H2 n H3 sih, emang berarti udah saatnya permanent vacation, eh?😉 Tinggal bikin To-Visit List deh.. :-“

  3. herda Minggu, September 3, 2006 pada 11:30 am #

    Kalo To-Flirt List ada ga yah? :”>

  4. tony Senin, September 4, 2006 pada 2:20 am #

    1. lupa sarapan;
    2. telat makan siang;
    3. makan malam di atas jam 11 malam;
    4. substitusi makanan dengan bacaan;
    5. minum teh hijau terus;
    6. telat datang ke kantor;
    7. males nyuci motor.

  5. gundala Senin, September 4, 2006 pada 12:40 pm #

    Klo aku masih lebih sreg dg To Do List. Salah satu item to-don’t-list semisal “Minum kopi lagi” akhirnya malah jadi asosiasi yg kacau di pikiran. Lebih enak menyebutnya sebagai to-do-list: jangan nambah kopi lagi.

    Atau malah lebih baik lagi. jangan pake keduanya. Ganti dg to-do-list: Jaga stamina secara alami dan prima. Klo udah gini, otomatis deh nambah kopi jadi to-dont-list.

    Ngemeng epe seh aku ini?🙄

    Intinya tentang asosiasi instruksi di pikiran sih.

  6. S Setiawan Senin, September 4, 2006 pada 9:20 pm #

    Iya, saya ngerti kok. Praktek pembuatan To-Don’t List ini buat saya sifatnya ‘rekreasional’. Untuk masalah asosiasi instruksi, itu nggak masalah, karena I’m a walking To-Do List of myself😀

    Kenapa rekreasional? Karena buat saya, ‘main-main’ dengan POV sangat menyenangkan. By doing things in reverse, kita jadi dapat melihat sesuatu yang sebelumnya tidak kita perhatikan. Misalnya, dengan To-Don’t List ini, saya jadi lebih mudah melihat kesalahan-kesalahan mana saja yang harus menjadi prioritas untuk diperbaiki. Saat membuat urutan yang sifatnya ‘jangan’, kita cenderung untuk menulis dosa-dosa berat dulu, atau memulainya dengan kronologis, seperti saudara Tony yang sudah mulai diatas :-”

    It’s not about getting things done. It’s about getting things fixed. Sesuatu yang susah diperingatkan oleh To-Do List saya yang isinya cenderung bernada positif dan tidak urgen. Have fun!😀

  7. Guntar Selasa, September 5, 2006 pada 7:29 am #

    “It’s about getting things fixed”
    Well said, Bro🙂

    To do list and To Dont list has its own purpose. They are not meant to replace each other.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: