Men, Women and The Godfather

3 Nov

KATHLEEN: My business is in trouble. My mother would have something wise to say.
JOE: I’m a brilliant businessman. It’s what I do best. What’s your business?
KATHLEEN: No specifics, remember?
JOE: Minus specifics, it’s hard to help. Except to say, go to the mattresses.
KATHLEEN: What?
JOE: It’s from The Godfather. It means you have to go to war.
KATHLEEN: The Godfather? What is it with men and The Godfather?
JOE: The Godfather is the I Ching. The Godfather is the sum of all wisdom. The Godfather is the answer to any question. What should I pack for my summer vacation? “Leave the gun, take the cannoli.” What day of the week is it? “Maunday, Tuesday, Thursday, Wednesday.” And the answer to your question is “Go to the mattresses.”

Joe Fox dan Kathleen Kelly. Pria dan wanita. Yang sudah pernah nonton You’ve Got Mail mungkin setuju kalau kutipan diatas adalah salah satu adegan paling memorable dalam film ini. Potongan dialog dari film yang dibintangi Tom Hanks dan Meg Ryan ini sudah lama membuat saya tergelitik, terutama karena The Godfather adalah salah satu film favorit saya. Kalau Kathleen Kelly bertanya, “What is it with men and The Godfather?” saya juga punya pertanyaan untuk wanita-wanita diluar sana.

What is it with women and The Godfather?

BILL HEMMER, CNN ANCHOR: Talk about a guy thing, “Men’s Journal” has compiled a list of the 50 best guy movies of all time. “The Good, The Bad and The Ugly,” the ultimate spaghetti western, number in that list of 50. You can check out the guy-friendly films in the December issue of “Men’s Journal.”
Executive editor Mark Horowitz is here to tell us how they put this thing together.
Nice to see you, Mark. Good morning. Criteria is what now for this list?
MARK HOROWITZ, “MEN’S JOURNAL”: Well, these are movies that guys like, generally that guys can watch in groups, that they remember all the lines, they watch over and over again. It tends to be movies women don’t like.
HEMMER: Top three films are?
HOROWITZ: “Dirty Harry,” number one. “Godfather,” number two. “Scarface,” number three. – CNN

Saya berada di lingkaran pergaulan dimana teman saya rata-rata adalah penggemar, atau setidaknya orang yang rajin nonton film. Ini bukan harga mati, tetapi sepengamatan saya, rata-rata penonton pria lebih menyukai Godfather daripada penonton wanita. Sementara para wanita mengernyitkan dahi mendengar kata “The Godfather”, banyak pria justru setuju kalau film ini adalah salah satu film paling keren sepanjang masa.

Saat browsing tentang tema ini, saya menemukan banyak essay-essay lucu yang membuat saya sadar, it’s not just a movie. Godfather di Amerika Serikat merupakan salah satu cornerstone dalam budaya populer mereka. Meski dilihat sebagai “a guy’s movie”, beberapa analisis menyatakan bahwa peran wanita dalam film ini cukup signifikan. Beberapa wanita setuju kalau di dalam film ini, peran mereka menjadi dinomorduakan. Tapi kritik bahwa film ini mendiskreditkan wanita tidak sepenuhnya benar.  How about Kay?

Alasan lain? Filmnya membosankan. Okay, ini subyektif, jadi tidak perlu diperdebatkan😛
Too much violence? Awh, come on, it’s a family movie. What’s “too much violence”? There’s a lot of love and family bonding in it :-” *ditimpuks*

Seperti semua hal, film ini juga memiliki sisi baik dan buruknya. Sebagai hiburan, I’d say it’s fantastic. If the girls can’t see that, well, there’s nothing wrong with that. It’s a matter of opinion. For everything else below the lines? Awh come on, masa sih saya harus mengeluarkan teori analisis wacana untuk menjelaskan film ini?

Mafia + guns + orange + vendetta + the battle for power + family affairs, tanpa bermaksud menjadi seksis, mungkin memang tema-tema itu bukan termasuk dalam a girl thing. Seperti halnya dengan stereotipe yang sudah diterima secara massal, men don’t listen and women don’t read maps, so too, men watch Godfather and women, ..left the TV room when he’s watching the movie. Hehehehe.. ;))

What is it with women and The Godfather?

I think it’s futile to ask. Afterall, men and women are on a whole different playing field, rite?😉

PS: Girls, no offense. It’s just a thought😉

22 Tanggapan to “Men, Women and The Godfather”

  1. mina Jumat, November 3, 2006 pada 9:44 pm #

    loh kok disamaratakan begitu ya🙂 saya pencinta film Godfather. nonton Godfather mulai yang nomor 3, waktu masih SMA (atau SMP ya?), di bioskop (gak tahu kok diijinin masuk). walaupun Godfather III bukan yang terbaik, tapi saya jadi terdorong untuk mencari film yang nomor 1 dan 2 nya. saya bahkan punya scriptnya, saking sukanya sama trilogi film ini.

  2. tony Sabtu, November 4, 2006 pada 1:49 pm #

    bah, itu gambar young don vito pasti scan dari CD gw, pasti!™

    dan sepertinya ada kutipan gw juga, gak pake minta ijin dulu hah? Hah? HAH?

  3. Setiawan Sabtu, November 4, 2006 pada 3:36 pm #

    Mbak Mina, Anda adalah satu diantara sejuta😉

    Nice knowing you😀 We’re on the same side, relax. Lagian kan saya pakai kata ‘rata-rata’, duh! :-” I wasn’t trying to point the gun on anyone :-“

  4. Setiawan Sabtu, November 4, 2006 pada 3:45 pm #

    Whoa, we got Tony Corleone here :-”

    Oke, mau dibayar pake apa? Kissmarks? The everyone will know that we’re gay :-” *ditimpuks*

    =))

  5. Setiawan Sabtu, November 4, 2006 pada 3:50 pm #

    I wrote this in 15 minutes, I don’t have time to think about what’s politically correct. For those who are feeling offended, I offer you all my apology😉

    We done? ;))

  6. Guntar Minggu, November 5, 2006 pada 6:38 am #

    Berdasarkan film bersangkutan, klo bagi cowok tu adl film the Godfather, apakah lantas buat cewek adl novel The Pride & Prejudice🙄😛

  7. Setiawan Minggu, November 5, 2006 pada 9:39 am #

    Xixixix.. ;))

    Entahlah, Mas Guntar. Kalo soal itu, mungkin kita perlu bertanya pada mbak-mbak diluar sana ;)) Mbak Mina suka Pride and Prejudice nggak ya? ;))

  8. Guntar Minggu, November 5, 2006 pada 11:30 am #

    Kalo saya mah enggan mbaca. lha wong di filmnya aja dibilang klo ceritanya mbulet gitu e🙄

    mending mbaca novel dragon ball ama kungfu boy.

    eh…itu komik ding:mrgreen:

  9. Guntar Minggu, November 5, 2006 pada 11:38 am #

    Dan bicara ttg Kungfu Boy, maka bicara juga ttg kungfu peremuk tulang.

    Saya masih belajar gimana ya bikin pukulan gelombang kamehame:mrgreen:

  10. ambudaff Senin, November 6, 2006 pada 3:51 am #

    Ambu belum pernah nonton Godfather. Karena:

    1. Itu kan tontonannya Abah…
    *dipelototin sama Joe Fox, Prof, dan mbak Mina*

    2. Ga ada waktu buat nontooooon, huhuhu.. Tontonan terakhir dalam pernikahanku adalah Harry Potter I, Harry Potter II, Harry Potter III, dan Harry Potter IV BERSAMA ANAK-ANAK! Huhuhuhu…

    3. Ambu lebih suka baca daripada nonton, karena nonton itu berarti mesti keluar rumah (bioskop), atau naik ke lantai II dan nyalain DVD, sedang baca bisa sambil goreng pisang ^_^. Kapan ya, Abah beliin DVD portabel buat Ambu? Hihi.. Btw, The Last Don-nya Mario Puzo juga bagus kok… itu penutupnya Godfather bukan ya?
    *kabur*

  11. sevenco Senin, November 6, 2006 pada 5:21 am #

    *baca point 2*
    curhat detected..

    ambu kenapa? sini, sini, cerita sama saya..
    *buka konsultasi pernikahan, $100 per jam*

  12. ambudaff Senin, November 6, 2006 pada 7:35 am #

    *liat dompet*
    *ga ada duit $*
    *cuma ada duit riyal, bang Tony mau?*

    hihi..
    Ga papa, cuma ga sempet aja. Dan kalau ada waktu, mendingan baca.. ^_^

  13. Setiawan Senin, November 6, 2006 pada 10:33 am #

    Mas Guntar
    Lah, kebalik. Malah saya yang udah jarang bgt baca komik😀 Faktor usia? Lebih suka baca buku-buku tebel kayaknya sekarang. Didikan fakultas😛
    BTW, saya juga belom pernah baca Pride and Prejudice😀 Mending nyuruh mbak saya aja yg baca, trus mintak diceritain ke saya😀

    Ambu
    AMBUUUUUU…..😄 POKOKNYA HARUS NONTON GODFATHER!>:D *usir Ambu ke depan DVD player*

    Abang
    *tendang Abang ke rumah biar bawain HG disc 4 ..dan folder rahasia yang gak boleh dikopi itu* :-” Itu pasti porn! Pasti!(tm) :-“

  14. sevenco Senin, November 6, 2006 pada 11:26 am #

    nonton sama saya aja mbu..😛 *direbus abah*

    ke rumah? is that an invitation? ga mau ah, ntar ada yg maksa2 pengen difoto gitu.. :-“

  15. Setiawan Senin, November 6, 2006 pada 12:15 pm #

    *bantuin Abah ngerebus Abang* :-”

    *rebus cameraphone 2 mpx*

    *aplot poto colongan ke Flickr* :-“

  16. mina Selasa, November 7, 2006 pada 10:32 pm #

    Pride and Prejudice udah nonton, gak suka, karena aku memang punya kecurigaan pada movie yang diadaptasi dari buku. selalu jelek. erm, belum baca bukunya sih, tapi pasti bukunya lebih bagus, mestinya Mr Darcy gak semupeng itu. buku Jane Austen yang pernah kubaca cuma “Emma”.

    film based on books yang bagus cuma LoTR, War and Peace, Battle Royale. Godfather belum baca bukunya sih jadi gak tau apa bagusnya film memang karena bukunya bagus.

  17. sevenco Rabu, November 8, 2006 pada 3:28 am #

    @mina

    Francis Ford Coppola insisted on the film being called “Mario Puzo’s The Godfather” rather than just “The Godfather”, because his original draft of the screenplay was so faithful to Puzo’s novel he thought Puzo deserved the credit for it.

    berarti kalo filmnya dianggap bagus, itu karena novelnya bagus. makanya sekarang gw lagi nyari novelnya (yg bahasa inggris). di gramedia ada terbitan baru (sepertinya godfather is back in these days), tapi terjemahan, yg pastinya sux.

  18. Setiawan Rabu, November 8, 2006 pada 4:41 am #

    *belum berniat beli bukunya*

    Wokeh, berarti ntar kalo udah beli, gw pinjem :-“

  19. mina Kamis, November 9, 2006 pada 11:05 am #

    oh yang di Gramed itu toh. kayaknya tebel dan mahal. mending beli aslinya kali ya.

  20. sevenco Kamis, November 9, 2006 pada 11:33 am #

    yg aslinya mungkin kecil dan ga terlalu tebel, tapi berkali2 lebih mahal dan kehilangan aksen new yorkernya, what do you think, paisano?

  21. Setiawan Kamis, November 9, 2006 pada 3:36 pm #

    Fine by me. I’ll steal whatever you have, bruh :-”

    *ditimpuks*

  22. ambudaff Jumat, Agustus 10, 2007 pada 9:00 am #

    Papiiiiiiiiii!

    Ambu sudah menyelesaikan The Godfather akhirnya!
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    bukunya

    *ditimpuks berjilid-jilid Godfather, The Last Don, Omerta*
    *kabur*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: