Jakarta. Kemarin Pagi.

26 Apr

Beberapa ratus kilometer dari sana, saya melihatnya terduduk di kamarnya yang suram, menitikkan air mata. Setelah itu, untuk pertama kalinya, saya baru memahami apa yang kami bagi berdua.

Kalau sakit yang kurasakan dapat mengurangi beban yang dipikulnya sendirian, maka jadikanlah demikian, Tuhan.

– Jakarta, keesokan harinya, dini hari.

9 Tanggapan to “Jakarta. Kemarin Pagi.”

  1. Elmogran™ Jumat, April 27, 2007 pada 5:51 pm #

    *ehm* tabah bu😉

  2. chiank Sabtu, April 28, 2007 pada 3:12 am #

    *sodorin milo hangat*

  3. Luthfi Sabtu, April 28, 2007 pada 1:35 pm #

    Ma sapa?

  4. Lily Selasa, Mei 1, 2007 pada 8:40 am #

    Ih, sayah tidak mengerti, bu :-” *gak peka*

  5. isdah ahmad Rabu, Mei 2, 2007 pada 9:25 am #

    *hug*>:D

  6. isdah ahmad Rabu, Mei 2, 2007 pada 9:30 am #

    halah… tangan satunya ketinggalan>:D

  7. Setiawan Rabu, Mei 2, 2007 pada 12:53 pm #

    Halah, emang kaga bisa bikin emot hugs disini *peyuk-peyuk*😀

  8. herda Kamis, Mei 3, 2007 pada 4:16 am #

    Wikikikiki ..

    Papi sabar aja yah .. *peluk-peluk*

  9. Setiawan Kamis, Mei 3, 2007 pada 4:37 am #

    Tengs😀 *peluk-peluk juga*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: