XL Network Rally 2011

29 Jul

Setiap mudik menjelang hari raya Idul Fitri, terjadi peningkatan yang signifikan dalam traffic layanan panggilan telepon, SMS, dan data. PT XL Axiata Tbk (XL) mencoba untuk lebih tanggap mengantisipasi lonjakan ini dengan evaluasi tahunan berupa drive test (uji kesiapan jaringan) untuk menganalisa kualitas jaringan di tempat-tempat yang menjadi jalur utama mudik.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan traffic selama bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri tahun ini, XL sudah mulai membenahi kesiapan jaringannya dengan menaikkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat. Uji kesiapan jaringan juga dilaksanakan di sepanjang jalur mudik yang meliputi kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Lampung, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Banjarmasin, Bali, Lombok, dan Makassar.

Apabila tahun lalu XL hanya menjalankan drive test dengan mobil, tahun ini jalur kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan untuk uji kesiapan jaringan. Baru-baru ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan XL mengumumkan kerja sama mereka untuk menyediakan layanan kereta ber-wi-fi. Kereta ber-wi-fi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kehadirannnya sendiri terinspirasi dari layanan sejenis yang sudah lebih dahulu ada di negara-negara maju seperti Jepang.

Penekanan pada pengujian jaringan untuk data ini dipicu oleh makin maraknya penggunaan Internet di perangkat bergerak. Para pengguna Internet yang akan mudik menggunakan kereta tentunya akan cukup terbantu apabila mereka dapat menikmati layanan wi-fi di atas kereta.

Tahun ini, dua belas blogger diundang untuk menguji kualitas jaringan XL dengan menggunakan KA Argo Bromo Anggrek New Image. Kereta dengan konsep go-green ini akan mulai dioperasikan untuk umum di bulan Agustus nanti.

Pengujian sendiri dilakukan dalam waktu 7 jam di atas kereta. Tim penguji dari XL menempati gerbong khusus wisata, yaitu Gerbong Nusantara. Dibandingkan dengan gerbong yang biasanya disediakan PT KAI, gerbong ini tergolong mewah. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari jejeran sofa empuk, televisi layar datar berukuran besar yang dapat digunakan untuk karaoke, sebuah ruang terpisah yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang rapat, kamar tidur, dan kamar mandi yang nyaman.

Uji kesiapan jaringan dengan kereta ini dilepas pada hari Sabtu 23 Juli 2011 pukul 07:42 di Stasiun Gambir oleh Ibu Dian Siswarini, Direktur Jaringan dan Layanan XL. Penyerahan topi masinis berlogo XL dilakukan oleh Ibu Dian kepada Iman Brotoseno dan Eny Firsa sebagai perwakilan dari blogger yang datang.

Selama perjalanan, para blogger bertugas untuk menguji ketangguhan jaringan XL, baik untuk layanan percakapan, SMS, maupun data. Pengujian untuk kesiapan layanan data merupakan salah satu poin penting karena perjalanan dilakukan dengan kereta ber-wi-fi.

Untuk pengujian ini, saya menggunakan dua perangkat bergerak. Pada awal keberangkatan, percobaan untuk pengecekan e-mail, browsing, tweeting, Facebook, dan G+ berjalan lancar. Sayangnya, koneksi yang ada masih belum sanggup untuk digunakan streaming video via YouTube. Sepanjang perjalanan terjadi fluktuasi kecepatan, tetapi koneksi masih cukup stabil untuk e-mail, tweeting ataupun light browsing. Koneksi sempat drop beberapa kali sehingga kenyamanan mengakses Internet menjadi sedikit terganggu. Meski demikian, komparasi yang juga saya lakukan dengan mencoba menguji kualitas jaringan dari operator lain menunjukkan bahwa jaringan data XL tidak jauh lebih buruk. Hilangnya sinyal dan koneksi yang drop juga saya rasakan beberapa kali dengan pengujian menggunakan layanan operator lain.

Meski tujuan utama perjalanan kami adalah untuk pengujian jaringan, XL sebagai host yang baik tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik kepada para blogger sebagai tim penguji sehingga perjalanan tidak terasa membosankan. Saat awal perjalanan, kami dihibur dengan live music yang juga diselipi oleh guyonan. Selain itu, kami juga disuguhi dengan beberapa game (puzzle, pipe and ball, ticket hunt) yang cukup menguji nalar dan kecepatan. Sayangnya, tim saya tidak menang dalam sesi game ini sehingga kami gagal untuk mendapatkan hadiah dari XL. Meski demikian, itu bukan masalah karena saya sendiri sudah cukup menikmati perjalanan diatas kereta ber-wi-fi ini.

Di tengah perjalanan, Pak Robert Dedi (VP Network Operation), Pak Ari Cahyanto (GM Service Assurance Data Service) (@arigembul), dan Pak Slamet Iryanto (Manager Network) juga berbagi cerita mengenai uji kesiapan jaringan yang sedang dilakukan. Mereka menjelaskan mengenai cara pengujian jaringan. Pengujian yang dilakukan dilakukan dengan software TEMS dan sebuah telepon seluler khusus sebagai alat ukur. Telepon seluler yang digunakan tentu berbeda dengan yang kita gunakan sehari-hari, karena harganya pun mencapai USD 35,000. Software TEMS yang digunakan selalu di-update sebanyak satu sampai tiga kali setiap tahunnya.

Pak Slamet memaparkan lebih jelas tentang cara pengujian jaringan ini. Software TEMS yang digunakan berfungsi untuk mengukur kekuatan jaringan di luar ruangan secara wireless dan melakukan verifikasi cakupan dan kapasitas jaringan selular. Pada dasarnya uji kesiapan jaringan ini berusaha untuk menguji kualitas jaringan XL dari perspektif penggunanya. Para blogger yang banyak memanfaatkan perangkat bergerak untuk terkoneksi ke Internet dianggap sebagai penguji yang tepat untuk melihat kesiapan jaringan XL di lapangan. Dengan mengamati apa yang dialami oleh pengguna selama memanfaatkan layanan data, XL dapat memperoleh gambaran mengenai kesiapan jaringannya secara nyata dan akurat. Dengan melihat kenyataan yang dihadapi di lapangan oleh para pengguna layanannya, operator dapat mengetahui hal-hal apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

Data yang telah didapatkan melalui perangkat pengujian yang digunakan kemudian dapat menjadi patokan yang berguna untuk melihat kualitas layanan XL. Saat ini, jaringan XL di Indonesia diperkuat oleh 24.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di seluruh nusantara. Dengan pengujian ini, kita dapat melihat BTS mana yang aktivitasnya tinggi. BTS yang memiliki aktivitas tinggi menandakan bahwa ada banyak pengguna yang berada disana. Selama melaju di jalur kereta, perangkat pengujian dapat melihat BTS mana saja yang dapat di-scan dari atas kereta dan juga mengecek kualitas sinyal dari masing-masing BTS. Pada saat menjelang Lebaran sendiri, puncak traffic terjadi pada saat shalat Ied dan saat maghrib di malam Idul Fitri. Dua daerah yang mengalami kenaikan traffic paling tinggi selama waktu mudik adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Yang menarik, bila pada peningkatan traffic untuk layanan panggilan telepon dan SMS memiliki tingkat naik turun yang sepadan pada sebelum dan sesudah Lebaran, lain lagi dengan layanan data. Apabila ada peningkatan untuk traffic layanan data, belum tentu penurunan yang sepadan akan terjadi pula setelah hari raya Idul Fitri terlewati. Meski kendala yang dihadapi operator dalam menghadapi waktu mudik dan Idul Fitri tidak sedikit, Pak Robert Dedi meyakinkan bahwa kualitas jaringan XL akan dapat memuaskan pelanggannya. “Pelanggan nggak perlu tahu masalah operator, yang penting kualitasnya baik,” katanya. Bagi pelanggan Blackberry pun ada peningkatan pelayanan yang akan diberikan XL. Untuk menjamin kenyamanan pelanggan, XL telah menaikkan kapasitas bandwidth ke RIM dari 1,6 Gbps menjadi 2 Gbps melalui dua penyedia layanan infrastruktur yang berbeda. Hal ini menjadikan XL sebagai satu-satunya operator di Indonesia yang terkoneksi ke RIM dengan dual carrier partner.

Secara keseluruhan, layanan wi-fi diatas kereta merupakan sesuatu yang inovatif untuk pasar Indonesia. Kebutuhan untuk selalu terkoneksi ke Internet selalu ada dan tentunya akan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya pengakses Internet melalui beragam perangkat bergerak. Meski koneksi yang disediakan XL tidak selalu stabil, tetapi layanan yang ditawarkan tetap memiliki nilai positif, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan koneksi Internet pada saat bepergian.

Obrolan Langsat

Sebagai bagian dari rangkaian XL Network Rally, acara Obrolan Langsat (Obsat) dilaksanakan mulai pukul 20:00 WIB di hari yang sama. Obsat yang baru pertama kalinya digelar di Semarang ini turut bekerjasama dengan XL dan National Traffic Management Center (NTMC) Kepolisian Negara Republik Indonesia. Acara ini dibawakan oleh Wicaksono dan Mbak Febriati Nadira selaku Head of Corporate Communication XL. Dalam acara yang dihadiri sekitar 200 orang ini, XL memaparkan hasil uji kesiapan jaringan yang telah dilakukan bersama para blogger. Bapak Robert Dedi hadir mewakili XL untuk mempresentasikan data yang telah diperoleh dari pengujian. Ia juga turut memberikan sosialisasi mengenai upaya XL untuk meningkatkan kualitas layanannya menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Saat ini, jumlah traffic layanan percakapan di XL mencapai 530 juta menit, 630 juta SMS, serta traffic data sebesar 33 terabytes. Menurut perkiraan, menjelang hari raya Idul Fitri, akan terjadi lonjakan sebesar 30 sampai 35 persen dari traffic normal.

Dalam kesempatan ini, NTMC Polri juga turut memberikan presentasi tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas selama mudik. Mewakili NTMC adalah Kombespol Ganta Chairuddin SH (Bidtekinfokom), Brigadir Avvy Olivia dan Briptu Eka Frestya Yulianti. NTMC juga mempresentasikan kesiapannya untuk mengantisipasi arus mudik.

Secara umum NTMC memiliki dua fungsi, yaitu sebagai media informasi dan komunikasi untuk masyarakat dan media K3I untuk Pembina LLAJ. NTMC juga menjalankan fungsinya melalui berbagai channel. Untuk televisi, NTMC bermitra dengan Metro TV. Untuk radio, kerjasama dilakukan dengan Elshinta, Gen FM, Pas FM, dan Cakra. NTMC juga memiliki website yang beralamat di http://lantas.polri.go.id. Tidak ketinggalan dengan maraknya pemanfaatan media sosial untuk menyampaikan informasi, NTMC juga memiliki account Facebook (ntmckorlantas@gmail.com) dan Twitter (@ntmclantaspolri). Account Twitter ini sendiri siap untuk melayani masyarakat selama 24 jam penuh. Setiap harinya, ada 30 orang petugas yang bertugas bergantian selama tiga shift. Masing-masing shift dijaga oleh 10 orang petugas, sehingga pelayanan untuk masyarakat dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

NTMC juga menawarkan banyak informasi yang dapat diakses melalui portalnya, yaitu:

– Visualisasi arus lalu lintas
– Peta jalan arus lalu lintas
– Info angkutan
– Info kecelakaan
– Info jalan
– Baku mutu udara
– Pengaduan dan mohon bantuan
– Info hilang temu kendaraan bermotor

Polri juga akan menerapkan empat pola pengamanan selama berlangsungnya arus mudik 2011, yaitu dengan:

– Mendekatkan pelayanan ke jalur.
– Melayani dengan senyum.
– Melindungi dan mengayomi masyarakat.
– Menggelar posko-posko.

Selama presentasi, NTMC memaparkan data-data menarik seperti penjelasan mengenai jalur mudik yang ramai, titik-titik macet dan penyebabnya, titik rawan kejahatan yang dapat ditemukan di sepanjang jalur mudik di berbagai tempat di Indonesia, juga video mengenai beragam pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di jalan raya.

Yang membuat Obsat hari itu terasa lebih segar adalah kehadiran dua Polwan cantik, yaitu Brigadir Avvy Olivia dan Briptu Eka Frestya. Dua Polwan ini selain melaksanakan pelayanan masyarakat dengan memberikan reportase lalu lintas, ternyata juga tetap menjalankan tugasnya di jalan raya. Brigadir Avvy biasa bertugas di bilangan MT Haryono setiap pukul 06:30 sampai 09:00 WIB. Apabila dibutuhkan, ia akan memberikan live report di Metro Pagi, dan terkadang memberikan info untuk Headline News. Briptu Eka sendiri di bertugas pukul 07:00 sampai 09:00 WIB di sekitar Polda Metro Jaya. Tugasnya yang lain pun kurang lebih sama dengan Brigadir Avvy.

Dua polwan yang katanya jarang ke salon ini juga berbagi beberapa suka duka mereka sebagai anggota Polri. Meski tugas mereka tidak ringan, menjadi polwan merupakan panggilan jiwa sehingga tugas yang diemban pun tidak terasa berat lagi. Briptu Eka sendiri menyatakan bahwa ia menikmati tugasnya karena mendapat kesempatan untuk selalu mendapatkan ilmu yang baru. “Jadi bisa mempunyai ilmu baru di setiap tempat kami bertugas. Tempat baru menghasilkan ilmu baru,” katanya.

Yang mendapat giliran sharing selanjutnya adalah rekan-rekan dari Komunitas Oto Blogger Indonesia. Tim penguji dari Oto Blogger Indonesia berjumlah tujuh orang (Edo, Benny, Henry, Rial, Sumarlin, Adhi, Rio Winto). Mereka menguji kesiapan jaringan XL dari Jakarta ke Semarang dengan menggunakan sepeda motor. Tim dilepas dari GrahaXL hari Sabtu, 23 Juli 2011, pukul 05:00 WIB oleh Mbak Febriati Nadira. Jalur yang dilalui adalah Jakarta – Cikampek – Karawang – Patokbeusi – Ciasem – Indramayu – Cirebon – Brebes – Tegal –Pekalongan – Kendal – Semarang. Total jarak yang ditempuh oleh tim Oto Blogger Indonesia mencapai 641 km. Secara keseluruhan, 80 persen dari perjalanan dilalui dengan lancar. Mas Edo yang memberikan presentasi di depan memaparkan hasil pengujian jaringan yang mereka lakukan dengan menggunakan beberapa perangkat bergerak. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebagai perbandingan, tim Oto Blogger Indonesia juga mengadakan pengujian jaringan dengan menggunakan layanan dari operator lain, dan sinyal XL tetap terbukti tangguh.

Berikut adalah rekomendasi yang diberikan oleh Oto Blogger Indonesia bagi para pemudik:

– Mudik sebaiknya dilakukan dengan naik kendaraan umum.
– Bila ada acara mudik bersama, sebaiknya dilakukan dengan menggunakan bis atau kereta api.
– Supaya lebih aman, pemudik yang menggunakan sepeda motor sebaiknya dipaketkan dengan truk atau kereta api.
– Jika terpaksa mudik menggunakan sepeda motor, sebaiknya satu sepeda motor tidak dinaiki lebih dari dua orang. Untuk keamanan ekstra, gunakan safety gear dan jangan bawa barang berlebih.

Obsat yang berlangsung malam itu pun ditutup sekitar pukul 22:00 WIB. Acara yang diadakan cukup seru dan meriah, terutama karena kehadiran Briptu Avvy dan Briptu Eka yang membuat para banyak pengunjung Obsat malam itu sumringah. Tema yang sebenarnya serius pun menjadi lebih cair karena dibawakan dengan santai dan lugas.

Dibandingkan dengan acara XL Network Rally tahun lalu, XL Network Rally 2011 terasa lebih padat dan mengesankan. Selain diberi kesempatan untuk mencoba kereta berwi-fi pertama di Indonesia kami juga jadi lebih memahami bagaimana cara kerja uji kesiapan jaringan serta mendapat berbagai cerita menarik yang disampaikan oleh para eksekutif dari XL yang turut bergabung bersama kami. Semoga masukan yang telah didapatkan selama pengujian jaringan yang telah dilaksanakan dari Jakarta ke Semarang melalui jalur kereta ini dapat menjadi masukan berarti bagi XL untuk meningkatkan kualitas pelayanannya di masa yang akan datang.

Disclaimer: Terima kasih kepada Adham Somantrie dari PT XL Axiata Tbk yang telah mengundang saya untuk mengikuti uji kesiapan jaringan dengan rute Jakarta – Semarang. Tulisan ini merupakan laporan perjalanan saya sebagai salah satu dari dua belas blogger yang diundang oleh PT XL Axiata Tbk untuk uji coba kesiapan jaringan dengan KA Argo Bromo Anggrek New Image. Pendapat dan rekomendasi yang saya sampaikan tidak dipengaruhi oleh pihak luar dan merupakan pendapat saya pribadi.

Credit: Foto oleh Priyadi Iman Nurcahyo dan dokumentasi PT XL Axiata Tbk

4 Tanggapan to “XL Network Rally 2011”

  1. aksaraumri.com Jumat, September 2, 2011 pada 1:46 pm #

    Polisi wanita nya gan bening,,heheheheh Nice Info…kunjungi http://aksaraumri.com balas komentar ya gan..salam kenal..

  2. Candra Cak Selasa, September 6, 2011 pada 5:40 pm #

    nice blog… mampir dan follow blog saya y bos🙂

  3. arief kurniawan Jumat, September 23, 2011 pada 7:45 am #

    POLWAN YG CANTIK…. pasti klo yg ngatur tuh polwan pasti pengguna jalan taat..😛

  4. choo Minggu, November 20, 2011 pada 12:16 am #

    wow nice info sir thank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: