Arsip | Personal RSS feed for this section

XL Network Rally 2011

29 Jul

Setiap mudik menjelang hari raya Idul Fitri, terjadi peningkatan yang signifikan dalam traffic layanan panggilan telepon, SMS, dan data. PT XL Axiata Tbk (XL) mencoba untuk lebih tanggap mengantisipasi lonjakan ini dengan evaluasi tahunan berupa drive test (uji kesiapan jaringan) untuk menganalisa kualitas jaringan di tempat-tempat yang menjadi jalur utama mudik.

Baca lebih lanjut

Iklan

Soup Master Class with Chef KC

5 Jul

Those who cant cook, eat. I am one of those people, so when the opportunity to take part in a cooking class came to me, I was naturally worried.

Last Saturday, me and about fifteen other bloggers were invited to Soup Master Class with Chef KC. The class was held in Vineth Bakery in Panglima Polim. Upon seeing the Soup Master Class banner that morning, I was delighted. Chef KC is in fact a beautiful, young female chef named Karen Carlotta. Now who doesn’t want to be taught by a hot chef? Baca lebih lanjut

The Southern Vampire Mysteries

10 Mei

Sookie Stackhouse, lajang duapuluh lima tahun, cantik, seksi, dan agak aneh.

Bill Compton, duda berumur lebih dari satu abad, tampan, pendiam, dan sudah pernah mati.

Sookie si gadis telepatik bertemu Bill, the guy next door, dan mereka jatuh cinta. Awhhh …. Setelahnya, banyak orang mulai terbunuh. Kenapa ya? Apakah karena Bill yang baru pindah ke kota Bon Temps ini adalah seorang penghisap darah?

Premis diatas adalah sepenggal cerita dari buku Dead Until Dark. Dead Until Dark adalah buku pertama dari sepuluh buku yang tergabung dalam The Southern Vampire Mysteries (SVM) yang sering disebut sebagai Sookie Stackhouse Novels.

Serial ini mengajak kita untuk membayangkan dunia dimana vampir adalah teman, kerabat, tetangga, bahkan atasan kita. Makhluk mitos yang misterius dan suka tidur siang ini bertansformasi dari sosok yang tersembunyi, menjadi sorotan khalayak ramai saat mereka memutuskan untuk keluar dari kehidupan bawah tanahnya. Bayangkanlah bertetangga dengan vampire Bill, seorang computer geek yang suka minum darah botolan O negatif dan menikmati berkeliaran malam-malam naik BMW. Nah!

SVM ditulis oleh Charlaine Harris yang lahir dan tinggal di Selatan (Amerika Serikat) seumur hidup. Ini berpengaruh besar pada gaya penceritaan novelnya. Kalau biasanya cerita mengenai vampir diceritakan dengan setting gothic yang monoton dan selalu harus terlihat muram, Harris menempatkan ceritanya dalam latar yang sangat tidak biasa. Bon Temps dengan nuansa Selatan yang eksotis dan ambivalen membawa pembaca keluar dari jalur mainstream cerita vampir yang kelam dan kaku.

Keberanian Harris untuk membuat cerita gado-gado dengan latar Lousiana yang jauh dari kesan urban patut diacungi jempol. Kita tidak akan melihat vampir berjalan-jalan di pusat kota yang ramai dengan pakaian mahal yang mencolok (dan biasanya berwarna hitam). Sebaliknya, vampir-vampir Louisiana memiliki karakter bawaannya sendiri, yang tidak terpaku pada tempat tinggal atau bahkan sejarah hidupnya (sebelum mati dan bangkit sebagai penghisap darah). Beberapa memang terlihat eksentrik, tapi manusia-manusia yang tinggal di Bon Temps juga jauh dari kata ‘biasa’.

Secara umum, SVM adalah cerita horor yang dibumbui misteri pembunuhan, lengkap dengan kisah cinta antara dua spesies yang berbeda. Tambahan nuansa komedi dan background cerita yang kaya membuat dunia Sookie menjadi sangat berwarna.

SVM bukanlah seri tanpa nilai minus. Karena sifatnya yang lintas genre, SVM kadang sulit menghadirkan kejutan yang segar dan ketegangan yang solid. Tapi, apa yang dapat dituliskan di buku memang terbatas. Mungkin, Harris lebih suka pembacanya untuk mengelaborasi sendiri dunia Sookie. Tidak heran, buku populer ini menarik perhatian Alan Ball. True Blood yang telah tayang selama dua musim merupakan hasil penerjemahan Ball terhadap semesta yang diciptakan Harris dengan detail dan menyeluruh. Hasilnya? Serial dengan rating tinggi.

Kadang kematian perlu dilihat dengan sudut pandang jenaka. Kadang mitos perlu diacak-acak. Kadang cinta tidak perlu memandang ras, usia, jenis kelamin, maupun status hidup/mati di catatan kependudukan. Manusia bisa membunuh dengan darah dingin, dan vampir yang tidak berdenyut jantung bisa mencintai dengan sepenuh hati. Tidak perlu berdiri jungkir balik untuk melihat dunia dari perspektif yang nyeleneh. Kadang, yang Anda butuhkan hanya membaca buku. Mungkin, dimulai dari buku karangan Charlaine Harris?

PS: Ingin bercerita lebih banyak soal ketertarikan Anda terhadap SVM ataupun True Blood? Bergabunglah di ID-BonTemps. All creatures invited.

Satu dari Tigapuluh Satu

7 Mei
Blogosphere kampung sedang dihebohkan oleh tantangan edan. Pencetusnya adalah Endhoot. Ajakan gilanya adalah: mari menerbitkan posting blog, setiap hari, selama 31 hari. Kenapa 31 hari? Karena ini bulan Mei. Kalo programnya bulan April postingnya cukup 30 hari saja. *plak*

Kenapa harus menyangkut kegiatan blogging, bukan menggambar atau memasak selama 31 hari? Karena tukang gambar dan tukang masak kebanyakan orang sibuk, kalo blogger biasanya selalu punya cara untuk berkelit dari kegiatan utamanya dan curi-curi ngeblog. *menuduh dengan semena-mena*

Bisa juga, karena kampung habis terkena imbas kehebohan acara pilih-pilih orang kursi -kalo manusia kursi jadinya chairhuman doms. Dinosaurs eat men, and women rules the earth. Ketua Pesta Blogger dan penguasa bumi (per-blogging-an Indonesia) tahun ini adalah cewek manis pencabut gigi manusia, dan misinya, salah satunya adalah membangkitkan blogger-blogger yang sudah mati suri. Contohnya, seperti si anu.

Kalau tiba-tiba Endhoot membuat posting baru dan ikut membangunkan para blogger zombie, bisa saja karena hatinya tergerak. Ia tergerak untuk kembali membangkitkan gairah ngeblog dirinya, situ, dan saya. Selain untuk pemanasan PB 2010, ya, hitung-hitung ikut trend #blog31hari. \m/

Jadi, apakah saya akan mengikuti saran sinting Bunsay dan ikut menulis? Lha iya, memang situ kira ini apa?

Selamat datang di bagian pertama, dari 31 posting yang akan saya hidangkan disini. Bulan ini saja (sebagian di bulan depan, kalau-kalau saya sulit memenuhi kuota). Langkah yang kecil, tapi, siapa tahu saja, berdampak positif buat saya. Lebih bagus lagi kalau berdampak sistemik sih.

Siapa tahu kan, gara-gara kami semua rajin blogging, Anda semua jadi tertarik untuk ikutan menggila juga.

Yuk, mari ….

Rara dan PB2010

24 Apr

Rara adalah seorang wanita dengan power yang besar. Sosok traveller yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai dokter gigi ini dalam kenyataan tidak terlihat ganas-ganas amat. Tapi, wanita manapun yang memiliki cukup pengetahuan untuk memegang tang gigi dengan intimidatif akan membuat siapapun bertekuk lutut (sambil memegang rahang).

Rara yang saya kenal kemarin adalah anggota geng maya id-GMail yang sangar, Ratu Anging Mammiri dan Ketua Ring Coto Daeng Memang. Ia sudah paham benar tentang segala macam hal yang menyangkut manajemen komunitas, terbiasa memegang kendali, dan di saat yang sama, tahu cara untuk menjadi pemain tim dan anggota yang taat aturan. Rara yang terkenal sebagai juragan kerupuk Tambelan mendapatkan simpati banyak orang. Momen tepat didapat pendukungnya, pada saat ketua Pesta Blogger 2010 belum diumumkan dan pengganti yang sepadan belum terpikirkan. Para pendukung setia mengajukan Rara untuk berada di garda terdepan dunia persilatan blog, dan mereka berhasil. Rara yang saya kenal hari ini, adalah Chairperson PB2010.

Saya sebagai seorang yang (ngakunya) blogger berharap besar pada PB tahun ini. Selama tiga tahun perhelatannya, ingatan yang membekas bagi saya tentang PB adalah kaos komunitas, foto-foto dan after party-nya. Ketiga hal tersebut adalah sesuatu yang dapat saya nikmati meski tanpa adanya hajatan PB itu sendiri. Saat audiens sebuah acara lebih menikmati acara sampingan daripada acara utamanya, Anda tahu pasti ada yang salah disana.

Rara (dan teman-teman) memiliki ide-ide segar yang berpotensi membuat terobosan dalam gelaran PB tahun ini. Ide-ide yang diharapkan dapat mendobrak citra PB yang terkesan terlalu eksklusif dan lebih banyak hura-huranya. Entah berapa banyak ide yang akan tumbang di meja perundingan bulan depan, tapi saya yakin dengan cukup dukungan, Rara akan mampu untuk membawa PB ke arah yang lebih bermanfaat dan membumi. Rara memiliki visi untuk melibatkan lebih banyak blogger, mendekatkan lebih banyak komunitas, menjangkau lebih banyak daerah dan semua itu butuh kerja keras. Tidak hanya kerja keras Rara dan mereka-mereka(tm), tapi juga saya dan Anda.

Saya siap menyingsingkan lengan baju, menyisihkan sedikit waktu tidur, menyumbangkan energi, dan menerima traktiran coto saat nantinya Rara akan berkantor di Daeng Memang. Apabila sumbangan saya dapat membawa PB ke arah yang lebih baik, maka tak ada alasan untuk berkata tidak. Saya berharap Anda berpendapat senada.

I Miss You, Pops

8 Apr

It’s only been 33 days, and then there were fire.

02:22

28 Agu

Bisa jadi, hari ini akan jadi salah satu momen ulang tahun yang paling saya ingat. Bukan karena ada kejadian luar biasa, atau karena saya mendapat kado yang tidak terduga, tetapi lebih karena pada saat ini, saya bisa menikmati tiap menitnya dalam keadaan benar-benar sadar kalau saya sedang berulang tahun. Keluarga saya memang bukan keluarga yang mengagung-agungkan hari ulang tahun, menganggapnya luar biasa spesial dan butuh perayaan sendiri. Tidak. Kami hanya menganggap ulang tahun sebagai alibi untuk makan-makan dan pergi bersenang-senang. Tidak lebih. Karena hal tersebut juga, saya jadi tidak terlalu menganggap serius hari ulang tahun. Tidak masalah bila banyak teman saya yang salah tanggal, atau lupa sekalipun. Tidak ada kado pun tidak apa-apa. Bahkan saya sendiri hampir saja lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Saya kira tanggal 28 itu esok hari (bahkan Dani dan Mum saja mengira kalau hari ini tanggal 27). Untungnya ada yang mengingatkan saya. Hehe..

Saya bangun, mengecek telepon genggam, untuk menemukan bahwa jam menandakan pukul 02:22. Sampai sekarang, saya tetap tidak dapat mengerti arti dibalik sandi itu. Tetapi, mungkin kini di usia saya saat ini, saya harus menerima bahwa angka itu akan menjadi bagian permanen dari hidup saya. Setidaknya selama satu tahun ini.

Banyak hal terjadi di tahun yang lalu. Saya menemukan bahwa ada satu lagi mantan saya yang ternyata sudah menikah. Saya juga menemukan bahwa beberapa teman SMP dan SMA saya sudah menikah, bahkan ada yang sudah punya anak. Hebat sekali ya. Saya menemukan bahwa orang-orang yang bisa dengan sungguh-sungguh saya anggap sebagai teman dekat, hanyalah mereka yang pernah satu sekolah dengan saya waktu SMP dan SMA. Sisanya yang saya temui saat kuliah dan lain-lainnya, jumlahnya tidak banyak. Saya menemukan bahwa saya sepertinya akan menjadi orang tua yang bawel apabila saya punya anak. Dan sepertinya saya lebih cocok menjadi figur ayah, dibandingkan sebagai figur ibu. Saya menemukan bahwa saya terlalu banyak membaca, dan itu membuat saya pusing. Di tahun itu, saya hanya membeli beberapa buku. Hanya sedikit, dan kebanyakan adalah novelnya Coelho. Saya menjadikan Steve Jobs sebagai pahlawan saya karena tanpa dia, iPod tidak akan pernah ada. Sampai saat ini, iPod dodols yang hanya berkapasitas 30 GB itu saya anggap sebagai harta saya yang paling berharga, kecuali saat saya punya Macbook Pro nantinya. Saya juga menemukan bahwa Pops sepertinya akan senang kalau dibelikan iPod *lihat Pops sedang sibuk dengan MP3 player yang sedang nganggur* Oh ya, akhirnya saya merasakan nikmatnya mempunyai uang 20 juta milik saya sendiri (yang akhirnya habis juga selama satu tahun, soalnya saya boros, dan saya harus membayar ini itu dengan uang sendiri). Dengan uang itu, akhirnya saya bisa membeli telepon genggam milik saya sendiri. W850i itu saat ini dalam keadaan modyar, alias mati suri, mungkin karena terlalu sering dibanting-banting. Saya juga merasakan pertama kalinya menghadapi tagihan telepon seluler sebesar satu juta rupiah. Di tahun itu, saya akhirnya terjebak masuk ID-Gmail, menemukan orang-orang gila yang hebat diluar sana. Suplai tawa saya jadi tidak pernah habis karena milis keparat ini. Thanks, gays. Saya menemukan bahwa ternyata saya cocok hidup di Bandung, setelah lama ngotot bahwa saya lebih suka tinggal di Jakarta. Saya juga menemukan bahwa sofa saya di rumah ternyata sangat multifungsi. Saya juga baru sadar kalau kebebasan tanpa batas lebih mengerikan daripada yang saya kira, dan saya ternyata menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri dan lingkungan bila tidak ada yang mengawasi. Saya menemukan bahwa anak pertama saya terlalu mirip maminya, anak kedua saya terlalu mirip papinya, dan tetangga saya terlalu mirip saya, karena semua teman saya yang datang di hari wisuda mengira kalau kita bersaudara. D’oh! Who’s your daddy? Saya merasakan bagaimana nikmatnya ngakak di bioskop saat nonton The Simpsons. Saya juga frustasi saat menonton DVD The Barbarian Invasion di rumah, karena rasanya seperti menonton hidup saya sendiri. Tidak sepenuhnya sama, tapi banyak yang mirip. Saya menemukan bahwa kebaya dan sepatu hak tinggi adalah alat penyiksaan yang teramat kejam (ha! konspirasi patriarki!). Saya menemukan bahwa naik motor dengan posisi duduk menyamping sangatlah mengerikan (ha! another konspirasi patriarki!). Lebih mengerikan daripada naik Halilintar. Saya juga menemukan bahwa pijat kaki setelah seharian memakai sepatu hak tinggi sangatlah enak, saudara-saudara! Saya menemukan bahwa saya cukup gila karena dengan nekat mengerjakan suckrispi hanya dalam waktu dua minggu. Saya menemukan bahwa saya terlalu pendek untuk jadi penonton konser. Saya juga menemukan bahwa Jamie Cullum benar-benar kecil. Saya menemukan bahwa orang yang saya musuhi bisa tiba-tiba berbalik dan malah jadi menyukai saya. Saya juga menemukan bahwa hal ini bisa membuat saya kabur dengan sukses dan mewanti-wanti diri agar tidak keseringan mengolok-olok sinetron. Those shits really happens in real life, you know. Saya juga menemukan bahwa satu bangku di kereta api bisa ditempati dengan nyaman oleh tiga orang (yang satu merangkap sebagai bantal), satu buah laptop, dan satu tas. Harusnya kami hanya bayar dua tiket untuk tiga orang. Dats rite, brother! Saya juga menemukan bahwa Tiwi cantik sekali saat pakai kebaya *ngakak dengan puwas* Saya menemukan bahwa cucu saya yang pertama benar-benar hidup di kampus, tapi tidak jadi saya kasihani, karena di kampus, ternyata benwitnya berlimpah. Saya menemukan bahwa adik-adik teman saya sudah besar-besar. Beberapa bahkan sudah masuk kuliah. Saya juga baru menemukan bahwa adik saya sebentar lagi akan berusia 17 tahun. Saya kira dia masih 15 tahun *lupa* Saya menemukan bahwa setelah 4 tahun, segala sesuatu di sekitar saya berubah dengan amat drastis, dan anehnya, saya bisa memaklumi hampir semuanya itu. Saya menemukan bahwa lama kelamaan, saya makin melunak pada anak kecil. Mungkin efek dari insting kebapakan saya. Saya menemukan bahwa pawai 17an, eh, 18an, bisa menjadi sebuah pengalaman traumatis. Saya juga menemukan bahwa perjalanan Bandung – Majalengka 4 jam adalah sebuah hoax! Saya juga menemukan bahwa satu hal yang paling saya inginkan pada saat ini, sepertinya tidak akan menjadi milik saya, dan harus saya ikhlaskan untuk dimiliki oleh orang lain *sigh* Katanya, for the greater good. Kalau memang begitu adanya, saya rela.

Saya menemukan bahwa satu tahun ini benar-benar sebuah mad season buat saya, and a year of discovery, too. Things come and go. Some stay, even grow roots. Some remembered. Some forgotten. Some taken for granted. Some had to be let go. And everything changed my world.

Terima kasih kepada mereka semua yang masih ingat bahwa saya berulang tahun di tanggal 28 Agustus. Terima kasih untuk kedua anak saya: DungDung dan Ucrit, juga untuk Ambu Dian, Dyah Haibara, Tomi, Mum, Mala, Debz, Ina, dan sisanya yang mungkin baru akan mengucapkan selamat di malam nanti (sepertinya berlomba-lomba untuk jadi yang terakhir mengucapkan selamat). Terima kasih untuk rekan-rekan di Kampung Gajah: Budi, Ji Peng, Rara, Nenda, Abe, Hendro sayangku, Adis, Prasz, Heri, Joan, Kang Deni, Didik, Oom Awan, nTub, Azil, Aryo, mBu, Oom Andri, dan Jeng Ina. Makasih banyak yah! 😀 Terima kasih juga kepada mereka semua yang tetap nyasar dan mengucapkan selamat di tanggal 24, 25, 26, dan 27. Tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada orang-orang nyasar yang baru mengucapkan selamat di tanggal 29, atau sekalian, tanggal 28 bulan depan. For you, thank you too.

Untuk yang mengucapkan selamat pertama kali hari ini, ..tolong dipakai kaus kakinya ya *kasih pita pink* :-“

Everybody’s got something that they want to sing about, laugh about, cry about, it’s true. For me it’s you.

UPDATE: Thanks to semua orang yang sudah kasih SMS ucapan selamat tapi tidak saya balas. Dan terima kasih untuk semua yang mencoba menelpon, tapi saya reject, hehehe.. Oiya, terima kasih yang sudah nyasar kasih selamat di tanggal 29. Kok banyak yang mikir kalo kemaren itu tanggal 27 ya? Duh.. Untuk Noka, Hilda, Tonggie, Shera, Lele,  Regina,  Oom Isdah, Diah AS,  Ied, dan Tiwi. Thanks, dude. Egimanaya, sayamalasbalasSMStuh. Malesngasihspasipula :-” Dah ah, saya diprotes mulu sama yang punya leptop *bakar tetangga*