Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

NgabuburIT bersama deBlogger

29 Agu

Tim Internet Sehat sudah wara-wiri ke berbagai kota. Sabtu, 28 Agustus 2010 yang lalu, mereka akhirnya mampir ke kota Depok. Menggandeng teman-teman dari Komunitas Blogger Depok (deBlogger), acara pun digelar di Burger n Grill Margonda. Selain untuk berkampanye mengenai penggunaan internet yang sehat, acara ini juga ditandem dengan MAKAN-MAKAN gratisan. Seru? Iya dong. Kenyang? Pastinya!

Saya sebenarnya terlambat pesan tempat, karena para peserta yang sigap dengan kata: gratisan, dengan cepat mengisi kuota 50 kursi. Huhuu, untungnya Opa Brad berbaik hati menyisakan satu kursi khusus. Cihuy! Akhirnya, berangkatlah saya ke Depok sebagai newbie milis deBlogger, partycrasher, merangkap antek-antek Pesta Blogger. Mwahahaha… *sisiran*

Acara ngabuburIT bertajuk “Jangan Takut Tetap Posting” ini tidak hanya dihadiri rekan-rekan Internet Sehat. Sesi sharing sendiri dibuka dengan menghadirkan Opa Ilman Akbar (Univind) yang hadir untuk berbagi kisah suksesnya sebagai blogger dan technopreneur. Opa Ilman berbagi cerita-cerita menarik seputar awal dirinya ngeblog, memulai usaha, sampai jadi seleb seperti sekarang. Cieee…

Selanjutnya, acara utama dimulai, dan Mas Yan (eh, anu saya lupa namanya, bener ngga? hihihi..) mulai berbagi insight dari berbagai topik terkini seperti bagaimana supaya tidak jadi korban di internet (lengkap dengan foto Luna Maya, ahayy!), blokir-blokiran (nggak pake foto Tiffy, tentunya!), sampai ragam hal menarik seputar dunia blogging semacam plagiarisme dan lain lain. Tidak lupa, ia berpesan supaya kita mampir ke internetsehat.org dan ikut berpartisipasi.

Setelah sesi sharing, makanan pun mulai berdatangan, dan para penonton mulai resah karena ayam-ayam bakar mulai berkeliaran. Untungnya jam buka puasa segera menjelang, dan rekan-rekan blogger yang sudah bermuka kalap ini akhirnya bisa mulai memangsa menu pesanan masing-masing. Sudah enak, gratis lagi! Sering-sering aja yaa…

Setelah makanan habis disikat, harusnya acara sudah selesai, atau harusnya mungkin ditutup dengan perkenalan pengurus deBlogger yang baru. Namun, karena petinggi-petinggi deBlogger kebanyakan sudah opa-opa, mereka sepertinya lupa. Gantinya, saya menjadi tumbal dan diminta maju untuk memberikan flash update mengenai Pesta Blogger+ 2010. PB tentunya mengundang deBlogger untuk turut berpartisipasi dalam acara puncak pada 30 Oktober 2010 nanti. Nah, saya sebagai perwakilan panitia tentunya harus mengingatkan lagi kalau Komunitas Blogger Depok akan diberi kesempatan untuk showcase juga. Tentunya, teman-teman deBlogger yang asyik dan kreatif pasti punya segudang ide untuk menarik perhatian para pengunjung PB. Semoga, dengan tampil di PB nanti, komunitas-komunitas blogger yang ada bisa lebih mengembangkan jaringannya dan menambah anggota!

Sesuai tradisi para blogger narsis, acara kopdar ditutup dengan sesi foto-foto sampe puas. Tak lupa, rekan-rekan Internet Sehat berbagi booklet dan CD mengenai bahan diskusi hari ini. Pengunjung terlihat menikmati acara, berarti ngabuburIT Depok sukses! Selamat untuk para panitia, juga Opa Dhodie, sebagai Kepala Suku Opa-Opa. Semoga lain kali bisa membuat acara yang lebih seru lagi!

PS: Oya, posting Opa Iman mengenai acara ini juga bisa dilihat disini lho.

XL Network Rally (1)

11 Agu

Tanggal 6-7 Agustus 2010 yang lalu, Pesta Blogger dan XL Axiata bekerja sama mengadakan XL Network Rally. Tujuan utama penyelenggaraan uji jaringan ini tentu saja untuk mengetes kehandalan jaringan XL Axiata. Mumpung waktu mudik sudah dekat nih!

XL Axiata mengundang rekan-rekan media dan teman-teman blogger dari beberapa kota dalam pengujian jaringan ini. Selain menguji kehandalan voice dan text, XL juga perlu menguji ketangguhan jaringan datanya. Maka dari itu, blogger-blogger pemangsa benwit yang ganas merupakan partner ideal.

Tim penguji diberangkatkan XL dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Selain blogger-blogger dari keempat kota tersebut, teman-teman blogger dari Lampung, Solo, Sragen, dan Malang juga turut bergabung. Hasilnya? Rusuh banget!

Rangkaian acara dimulai dengan teleconference dari Graha XL di empat kota keberangkatan. Saya mendampingi tim Bandung, turut meramaikan dengan teriak-teriak norak kepada teman-teman di kota-kota lainnya. Tim Yogyakarta sayangnya beberapa kali diberi kesempatan untuk manyun karena suaranya tidak terdengar sama sekali dalam teleconference (nah lho, kesalahan teknis?).

Setelah teleconference selesai, tim XLNetRally Bandung diberangkatkan dengan empat mobil. Dua untuk tim XL dan perangkat penguji jaringan, satu untuk rekan media, dan satu lagi untuk blogger-blogger narsis. Oh yeah! Tim blogger XLNetRally Bandung dipimpin oleh Oom Adham, Bung Wira, Dek Nhie, Bapak Rizal, dan Mbak Anggie. Kota tujuannya? Semarang!

Berbekal goodie bag dan starter pack gratisan, tim XLNetRally Bandung pun mulai senam jari di perangkat penguji masing-masing. Awalnya kami hepi karena tes berjalan lancar, tapi, nah lho, ternyata pulsa di starter pack cuma ada 2000 perak. Yah, gagal deh tweeting brutalnya! Untungnya Oom Adham selalu siaga. Dengan dukungan tingpet jadul, kartu XL, dan determinasi tinggi untuk menang tweetporter contest, mulailah ia beraksi.

Karena Oom Adham sudah memastikan amannya status kami sebagai penguji jaringan yang okeh, maka, kami mendukung dari belakang dengan … MAKAN-MAKAN! Dengan semangat APN xlunlimited, XL Axiata dengan baik hati telah menyediakan suplai makanan nyaris tanpa batas untuk kami di mobil XLNetRally Bandung. Bahkan, surplusnya pun bisa digunakan Bapak Rizal dan Mbak Anggie untuk buka lapak di belakang. Gan, risolnya, gaaannn!

Pukul 12 siang, kami berhenti di Subang untuk sholat Jum’at. Momen ini saya manfaatkan untuk pacaran di bawah pohon yang rindang bersama Dek Nhie. Karena anak-anak kecil di sekitar sudah pada sirik, plus jadwal makan siang sudah memanggil-manggil, kami pun melanjutkan perjalanan. Untuk makan siang, kami berhenti di RM Pesona Laut, sekaligus bergabung dengan rombongan Jakarta dan Lampung. Wajah-wajah semi letih berganti dengan cengiran lebar saat kami bertemu dengan username-username familiar (yang sekarang bisa ketemu langsung!).

Sekali lagi, kami disambut dengan suguhan makan unlimited. Saya pun sempat makan secukupnya (tolong jangan hiraukan foto hoax yang beredar, saya nggak makan duapuluh piring kok..). Setelah kenyang, bapak-bapak dari XLNetRally Bandung pun menyempatkan diri untuk foto narsis jaya berlatarkan pemandangan laut biru, eh, butek. Hasilnya lumayan menyakitkan mata.

Jeda makan siang kami ternyata berlangsung lebih lama dari yang saya pikir, karena XL sepertinya harus mengadakan sesi wawancara dulu dengan media. Susah memang jadi bintang kejar tayang, jadi kami maklum.

Selepas jam 3 sore, kami meninggalkan tempat makan siang, dan melanjutkan perjalanan dengan kawalan pak polisi (yang ternyata bisa nyasar, wkwkwkw). Kami agak stres karena mengetahui bahwa jarak ke Semarang masih +- 300km lagi.

APAAAAAAAAA?!

JRENG JRENG JRENG JRENG!

Oh, well….

Satu dari Tigapuluh Satu

7 Mei
Blogosphere kampung sedang dihebohkan oleh tantangan edan. Pencetusnya adalah Endhoot. Ajakan gilanya adalah: mari menerbitkan posting blog, setiap hari, selama 31 hari. Kenapa 31 hari? Karena ini bulan Mei. Kalo programnya bulan April postingnya cukup 30 hari saja. *plak*

Kenapa harus menyangkut kegiatan blogging, bukan menggambar atau memasak selama 31 hari? Karena tukang gambar dan tukang masak kebanyakan orang sibuk, kalo blogger biasanya selalu punya cara untuk berkelit dari kegiatan utamanya dan curi-curi ngeblog. *menuduh dengan semena-mena*

Bisa juga, karena kampung habis terkena imbas kehebohan acara pilih-pilih orang kursi -kalo manusia kursi jadinya chairhuman doms. Dinosaurs eat men, and women rules the earth. Ketua Pesta Blogger dan penguasa bumi (per-blogging-an Indonesia) tahun ini adalah cewek manis pencabut gigi manusia, dan misinya, salah satunya adalah membangkitkan blogger-blogger yang sudah mati suri. Contohnya, seperti si anu.

Kalau tiba-tiba Endhoot membuat posting baru dan ikut membangunkan para blogger zombie, bisa saja karena hatinya tergerak. Ia tergerak untuk kembali membangkitkan gairah ngeblog dirinya, situ, dan saya. Selain untuk pemanasan PB 2010, ya, hitung-hitung ikut trend #blog31hari. \m/

Jadi, apakah saya akan mengikuti saran sinting Bunsay dan ikut menulis? Lha iya, memang situ kira ini apa?

Selamat datang di bagian pertama, dari 31 posting yang akan saya hidangkan disini. Bulan ini saja (sebagian di bulan depan, kalau-kalau saya sulit memenuhi kuota). Langkah yang kecil, tapi, siapa tahu saja, berdampak positif buat saya. Lebih bagus lagi kalau berdampak sistemik sih.

Siapa tahu kan, gara-gara kami semua rajin blogging, Anda semua jadi tertarik untuk ikutan menggila juga.

Yuk, mari ….

SONDRE LERCHE – Say It All

11 Sep

Last stop
Montauk
Try to get
Back on track
No vacation
Don’t give up
Just don’t look back
If you’re looking for an answer, dig in
I have said too much already
I cannot win
This could go on for forever on end
Theres nowhere to turn
Nowhere to begin this isn’t a joke it’s merely a sin

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle
Our night’s too short to say it all
Play it again and say it all
You know the punch line
It’s all in the punchline

Pale wind blowing
Cutting right
To the core
You’re so patient
When the wreck washed ashore
If you ever need forgiveness, I give
I have done so many incomprehensible things
This could go on for forever on end
Theres nowhere to run
Nowhere to escape
Don’t tell me you knew until we awake

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle

Our night’s too short to say it all
Play it again and say it all
Do you know the punchline?
It’s all in the punchline

Now and again we can leave it all behind
Now and again we can leave it all behind

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle
Our night’s too short to play it all
Say it again and play it all
You know the punchline
It’s all in the punchline

I said a little
The rest is a riddle
You know the punchline
It’s all in the punchline

I said a little the rest is a riddle
You know the punchline, it’s all in the punchline

PS: Aduh, sayah sudah malas ngeblog. BTW, lagu ini enak sekali buat jogging. I’m pegel linu, but happy. Anyway, my life had been revolving pretty much around the zeroes and infinites lately. I hope before November, I will have my life all figured out. Then, you don’t have to say it all, only, “What’s next?”. I said a little, the rest is a riddle. You know the punchline, it’s all in the punchline.

Bang, Bang, You’re Dead!

21 Mei

Kadang-kadang, melakukan hal-hal tolol seperti ngesot di tanah, ngumpet di semak-semak, tiarap di selokan, mencoba melakukan manuver tembak sambil lari-lari ala Rambo (dan berakhir dengan acara kepleset dengan tragis), dan terlalu fokus menyerang musuh tanpa menyadari bahwa kancing celana Anda lepas dan jeans Anda dalam perjalanan ke Selatan untuk mengantarkan Anda menuju status “Korban Cengan Abadi karena Tragedi Celana Melorot” adalah hal yang sangat menyenangkan.

Tadinya saya pesimis dengan kemampuan saya dan berpikir bahwa main paintball dalam kondisi kelaparan di siang hari yang terik adalah sebuah ide buruk. Terutama karena saya harus bangun pagi (kami insomniawan punya hak untuk molor sampai siang loh..) dan karena saya harus menembakkan senjata (which is one of the top ten things I’m sucked at).

Setelah mendapat tiga headshot cantik yang berjejer manis di helm, I know that I really sucked. Some pessimisms are good warning signs.

Meski demikian, saya tidak merasa culun. In fact, I did exceed my expectations. Saya malah berpikir tadinya bakalan pingsan di medan tempur. Ternyata enggak tuh, weeekkk.. Yang jelas saya sudah menganugerahkan penghargaan “Most Efficient Bullet User” untuk diri saya sendiri, hiehiehiehiheie.. 😀

PS: Ya, ya, saya cupu. Hare gene baru nyobain maen paintball?! 😛

Mahasiswa (yang Sedang Skripsi)

21 Mei

Saya membaca Whatever You Think, Think The Opposite-nya Paul Arden dan menemukan quotation yang sangat menggelitik. Okay, bukan menggelitik. Hmm.. Nonjok, lebih tepatnya. Saya merasa ditendang-tendang, dan di saat yang sama, sangat terhibur.

“MOST PEOPLE ARE OTHER PEOPLE.

THEIR THOUGHTS ARE SOMEONE ELSE’S OPINION.

THEIR LIVES A MIMICRY.

THEIR PASSIONS A QUOTATION”

– Oscar Wilde

Saya berpikir, kutipan ini MAHASISWA BANGET. Orang di sebelah saya bilang, kutipan ini MAHASISWA (yang sedang skripsi) BANGET. Saya jadi berpikir, sepertinya selama ini kita semua jadi mahasiswa hanya untuk dijadikan mesin fotokopi organik.

I’m In Love With Tony Stark

12 Mei

And so far I have watched the movie three times. But I’m not yet stopping. 😀

See, I’m not much of an Iron Man fan, but apparently, as till today, I consider Jon Favreau‘s installment of the genius-billionaire-womanizer tin man my most favorite superhero movie.

Many considered Iron Man is Marvel’s answer for DC’s Batman, and the director himself said that he is inspired by the way Bruce Wayne was portrayed in Batman Begins. I think both movies are quite similar. But, while Nolan takes it on the darker tone (which very much suits Bruce Wayne’s character and past), Favreau takes the audience on a ride of a “fun-vee” that not only hi-tech, but very entertaining also.

The Robert-Downey-Jr-factor was something I don’t anticipated. Afterall, the idea of having Bob playing a role as a superhero have raised many eyebrows. Yes, I am surprised on how Bob could light the entire movie (evenso, I have absolutely no doubt on Bob’s performance as a fine actor). He is, indeed, the arch-reactor of this movie. Without Bob, the movie might only have a small chance of survival on the scoreboard.

If you haven’t seen the movie, I suggest you should try to. It’s a mix of Transformer-Robocop-Batman Begins type of movie. I’m confident that most people will find the movie great (it was rated 8.3 in IMDB, and 92% fresh in RT, so far), or at least if you’re dissapointed, you’ll still find it adequate. Me? I love the movie, and after 30 minutes I only have one thing to say:

I’m in love with Tony Stark.