Posted by: S Setiawan | Senin, April 28, 2008

ELLEN PAGE and MICHAEL CERA - Anyone Else But You

You’re a part time lover and a full time friend
The monkey on you’re back is the latest trend
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

We both have shiny happy fits of rage
You want more fans, I want more stage
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

You are always trying to keep it real
I’m in love with how you feel
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

I kiss you on the brain in the shadow of a train
I kiss you all starry eyed, my body’s swinging from side to side
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

The pebbles forgive me, the trees forgive me
So why can’t, you forgive me?
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

Du dududu dududu du dududu
Du dududu dududu du dududu
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

PS: Yang sudah nonton Juno pasti tahu lagu ini. Rite, the movie’s cool, and this song is very catchy. I think this song is weirdly romantic, I suddenly have the idea to sing it for someone today. *tiba-tiba ingin menelpon-teror Tiwi* :-”

I don’t see what anyone can see, in anyone else,
but you..

Posted by: S Setiawan | Sabtu, April 26, 2008

Hehehe..

Hehehe.. :D

Posted by: S Setiawan | Selasa, April 8, 2008

I Miss You, Pops

It’s only been 33 days, and then there were fire.

Posted by: S Setiawan | Selasa, Agustus 28, 2007

02:22

Bisa jadi, hari ini akan jadi salah satu momen ulang tahun yang paling saya ingat. Bukan karena ada kejadian luar biasa, atau karena saya mendapat kado yang tidak terduga, tetapi lebih karena pada saat ini, saya bisa menikmati tiap menitnya dalam keadaan benar-benar sadar kalau saya sedang berulang tahun. Keluarga saya memang bukan keluarga yang mengagung-agungkan hari ulang tahun, menganggapnya luar biasa spesial dan butuh perayaan sendiri. Tidak. Kami hanya menganggap ulang tahun sebagai alibi untuk makan-makan dan pergi bersenang-senang. Tidak lebih. Karena hal tersebut juga, saya jadi tidak terlalu menganggap serius hari ulang tahun. Tidak masalah bila banyak teman saya yang salah tanggal, atau lupa sekalipun. Tidak ada kado pun tidak apa-apa. Bahkan saya sendiri hampir saja lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Saya kira tanggal 28 itu esok hari (bahkan Dani dan Mum saja mengira kalau hari ini tanggal 27). Untungnya ada yang mengingatkan saya. Hehe..

Saya bangun, mengecek telepon genggam, untuk menemukan bahwa jam menandakan pukul 02:22. Sampai sekarang, saya tetap tidak dapat mengerti arti dibalik sandi itu. Tetapi, mungkin kini di usia saya saat ini, saya harus menerima bahwa angka itu akan menjadi bagian permanen dari hidup saya. Setidaknya selama satu tahun ini.

Banyak hal terjadi di tahun yang lalu. Saya menemukan bahwa ada satu lagi mantan saya yang ternyata sudah menikah. Saya juga menemukan bahwa beberapa teman SMP dan SMA saya sudah menikah, bahkan ada yang sudah punya anak. Hebat sekali ya. Saya menemukan bahwa orang-orang yang bisa dengan sungguh-sungguh saya anggap sebagai teman dekat, hanyalah mereka yang pernah satu sekolah dengan saya waktu SMP dan SMA. Sisanya yang saya temui saat kuliah dan lain-lainnya, jumlahnya tidak banyak. Saya menemukan bahwa saya sepertinya akan menjadi orang tua yang bawel apabila saya punya anak. Dan sepertinya saya lebih cocok menjadi figur ayah, dibandingkan sebagai figur ibu. Saya menemukan bahwa saya terlalu banyak membaca, dan itu membuat saya pusing. Di tahun itu, saya hanya membeli beberapa buku. Hanya sedikit, dan kebanyakan adalah novelnya Coelho. Saya menjadikan Steve Jobs sebagai pahlawan saya karena tanpa dia, iPod tidak akan pernah ada. Sampai saat ini, iPod dodols yang hanya berkapasitas 30 GB itu saya anggap sebagai harta saya yang paling berharga, kecuali saat saya punya Macbook Pro nantinya. Saya juga menemukan bahwa Pops sepertinya akan senang kalau dibelikan iPod *lihat Pops sedang sibuk dengan MP3 player yang sedang nganggur* Oh ya, akhirnya saya merasakan nikmatnya mempunyai uang 20 juta milik saya sendiri (yang akhirnya habis juga selama satu tahun, soalnya saya boros, dan saya harus membayar ini itu dengan uang sendiri). Dengan uang itu, akhirnya saya bisa membeli telepon genggam milik saya sendiri. W850i itu saat ini dalam keadaan modyar, alias mati suri, mungkin karena terlalu sering dibanting-banting. Saya juga merasakan pertama kalinya menghadapi tagihan telepon seluler sebesar satu juta rupiah. Di tahun itu, saya akhirnya terjebak masuk ID-Gmail, menemukan orang-orang gila yang hebat diluar sana. Suplai tawa saya jadi tidak pernah habis karena milis keparat ini. Thanks, gays. Saya menemukan bahwa ternyata saya cocok hidup di Bandung, setelah lama ngotot bahwa saya lebih suka tinggal di Jakarta. Saya juga menemukan bahwa sofa saya di rumah ternyata sangat multifungsi. Saya juga baru sadar kalau kebebasan tanpa batas lebih mengerikan daripada yang saya kira, dan saya ternyata menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri dan lingkungan bila tidak ada yang mengawasi. Saya menemukan bahwa anak pertama saya terlalu mirip maminya, anak kedua saya terlalu mirip papinya, dan tetangga saya terlalu mirip saya, karena semua teman saya yang datang di hari wisuda mengira kalau kita bersaudara. D’oh! Who’s your daddy? Saya merasakan bagaimana nikmatnya ngakak di bioskop saat nonton The Simpsons. Saya juga frustasi saat menonton DVD The Barbarian Invasion di rumah, karena rasanya seperti menonton hidup saya sendiri. Tidak sepenuhnya sama, tapi banyak yang mirip. Saya menemukan bahwa kebaya dan sepatu hak tinggi adalah alat penyiksaan yang teramat kejam (ha! konspirasi patriarki!). Saya menemukan bahwa naik motor dengan posisi duduk menyamping sangatlah mengerikan (ha! another konspirasi patriarki!). Lebih mengerikan daripada naik Halilintar. Saya juga menemukan bahwa pijat kaki setelah seharian memakai sepatu hak tinggi sangatlah enak, saudara-saudara! Saya menemukan bahwa saya cukup gila karena dengan nekat mengerjakan suckrispi hanya dalam waktu dua minggu. Saya menemukan bahwa saya terlalu pendek untuk jadi penonton konser. Saya juga menemukan bahwa Jamie Cullum benar-benar kecil. Saya menemukan bahwa orang yang saya musuhi bisa tiba-tiba berbalik dan malah jadi menyukai saya. Saya juga menemukan bahwa hal ini bisa membuat saya kabur dengan sukses dan mewanti-wanti diri agar tidak keseringan mengolok-olok sinetron. Those shits really happens in real life, you know. Saya juga menemukan bahwa satu bangku di kereta api bisa ditempati dengan nyaman oleh tiga orang (yang satu merangkap sebagai bantal), satu buah laptop, dan satu tas. Harusnya kami hanya bayar dua tiket untuk tiga orang. Dats rite, brother! Saya juga menemukan bahwa Tiwi cantik sekali saat pakai kebaya *ngakak dengan puwas* Saya menemukan bahwa cucu saya yang pertama benar-benar hidup di kampus, tapi tidak jadi saya kasihani, karena di kampus, ternyata benwitnya berlimpah. Saya menemukan bahwa adik-adik teman saya sudah besar-besar. Beberapa bahkan sudah masuk kuliah. Saya juga baru menemukan bahwa adik saya sebentar lagi akan berusia 17 tahun. Saya kira dia masih 15 tahun *lupa* Saya menemukan bahwa setelah 4 tahun, segala sesuatu di sekitar saya berubah dengan amat drastis, dan anehnya, saya bisa memaklumi hampir semuanya itu. Saya menemukan bahwa lama kelamaan, saya makin melunak pada anak kecil. Mungkin efek dari insting kebapakan saya. Saya menemukan bahwa pawai 17an, eh, 18an, bisa menjadi sebuah pengalaman traumatis. Saya juga menemukan bahwa perjalanan Bandung – Majalengka 4 jam adalah sebuah hoax! Saya juga menemukan bahwa satu hal yang paling saya inginkan pada saat ini, sepertinya tidak akan menjadi milik saya, dan harus saya ikhlaskan untuk dimiliki oleh orang lain *sigh* Katanya, for the greater good. Kalau memang begitu adanya, saya rela.

Saya menemukan bahwa satu tahun ini benar-benar sebuah mad season buat saya, and a year of discovery, too. Things come and go. Some stay, even grow roots. Some remembered. Some forgotten. Some taken for granted. Some had to be let go. And everything changed my world.

Terima kasih kepada mereka semua yang masih ingat bahwa saya berulang tahun di tanggal 28 Agustus. Terima kasih untuk kedua anak saya: DungDung dan Ucrit, juga untuk Ambu Dian, Dyah Haibara, Tomi, Mum, Mala, Debz, Ina, dan sisanya yang mungkin baru akan mengucapkan selamat di malam nanti (sepertinya berlomba-lomba untuk jadi yang terakhir mengucapkan selamat). Terima kasih untuk rekan-rekan di Kampung Gajah: Budi, Ji Peng, Rara, Nenda, Abe, Hendro sayangku, Adis, Prasz, Heri, Joan, Kang Deni, Didik, Oom Awan, nTub, Azil, Aryo, mBu, Oom Andri, dan Jeng Ina. Makasih banyak yah! :D Terima kasih juga kepada mereka semua yang tetap nyasar dan mengucapkan selamat di tanggal 24, 25, 26, dan 27. Tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada orang-orang nyasar yang baru mengucapkan selamat di tanggal 29, atau sekalian, tanggal 28 bulan depan. For you, thank you too.

Untuk yang mengucapkan selamat pertama kali hari ini, ..tolong dipakai kaus kakinya ya *kasih pita pink* :-“

Everybody’s got something that they want to sing about, laugh about, cry about, it’s true. For me it’s you.

UPDATE: Thanks to semua orang yang sudah kasih SMS ucapan selamat tapi tidak saya balas. Dan terima kasih untuk semua yang mencoba menelpon, tapi saya reject, hehehe.. Oiya, terima kasih yang sudah nyasar kasih selamat di tanggal 29. Kok banyak yang mikir kalo kemaren itu tanggal 27 ya? Duh.. Untuk Noka, Hilda, Tonggie, Shera, Lele,  Regina,  Oom Isdah, Diah AS,  Ied, dan Tiwi. Thanks, dude. Egimanaya, sayamalasbalasSMStuh. Malesngasihspasipula :-” Dah ah, saya diprotes mulu sama yang punya leptop *bakar tetangga*

Posted by: S Setiawan | Rabu, Juli 18, 2007

TRAIN - For Me, It’s You

If I ever find truth I’m gonna let you know
If I ever find faith I’m gonna sit in every bit of its afterglow
If I ever find a way to bring love here today
You better bet your life that this is what I’ll say
Give it if you’ve got it
Get it if you don’t

Take my hand in the meantime
And let’s walk into the sunshine
Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

Give it away, give it away, give it away
If it’s something that you got layin’ round your house
Man let me tell ya if ain’t a kiss
It’s something you’ll never miss
Give it to somebody that don’t have a thing layin’ round like a prayer or a sweet sound
Give it if you’ve got it
Get it if you don’t

Take my hand in the meantime
Let’s walk into the sunshine
Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na

Give it to somebody that don’t have a thing
Ain’t got soft shoes to dance or a love song to sing - no
Get yourself on the right track
Let somebody ride your back for a while

If I ever find truth I’m gonna let you know
You better bet your life if this is what I’m gonna say just give it away
You can’t take it where you’re goin anyway

Take my hand in the meantime
And let’s walk into the sunshine
Everybody got something they want to sing about, laugh about cry about it’s true
For me it’s you
Na na na na na na na na

PS: Untuk semua pihak yang telah mendukung saya selama berlangsungnya pembuatan suxrispi nista, baik berupa dukungan moral, spiritual, maupun finansial, TERIMA KASIH.

Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

For me, it’s all of you. Thank you.

Posted by: S Setiawan | Rabu, Juli 18, 2007

THE STROKES - You Only Live Once

Some people think they’re always right
Others are quiet and uptight
Others they seem so very nice nice nice nice nice nice(oh-ho)
Inside they might feel sad and wrong (oh no)

Twenty-nine different attributes
Only seven that you like
Twenty ways to see the world (oh-ho)
Twenty ways to start a fight (oh-ho)

Oh don’t don’t don’t get up
I can’t see the sunshine
I’ll be waiting for you, baby
Cause I’m through
Sit me down
Shut me up
I’ll calm down
And I’ll get along with you

Oh men don’t notice what they got
Women they think of that alot…
a thousand ways to please your man (oh-ho)
and not even one requires a plan (I know)

Countless odd religions, too
It doesn’t matter which you choose (oh no)
One stubborn way to turn your back (oh-ho)
This ive tried and now refuse (oh-ho)

Oh don’t don’t don’t get up
I can’t see the sunshine
I’ll be waiting for you, baby
Cause I’m through
Sit me down
Shut me up
I’ll calm down
And I’ll get along with you
Allright

Shut me up
Shut me up
And I’ll get along with you

PS: Dan seperti yang dikatakan oleh Julian Casablancas cs, “I’ll try  anything once,” ..skrispi, memang cukup sekali saja. Terima kasih.

*MULAI MEMBAKAR NASKAH SUXRISPI SATU PER SATU*

Posted by: S Setiawan | Kamis, Juni 14, 2007

An Idiot Speaks

Orang-orang sering berkata kalau saya kuat, tahan banting, dan tidak mudah menyerah (kecuali pada kemalasan, karena bermalas-malasan itu sangat enak, obviously).

Secara fisik, saya memang lemah, tapi secara mental, buat saya lain cerita.

Selama ini saya belum pernah tahu batas ketahanan mental saya, dalam urusan manajemen emosi, khususnya. Biasanya, sebelum kondisi saya gawat, ada jalan keluar. Ada emosi negatif yang bisa dinetralisir. Tapi saat ini tidak. Akhirnya saya menemukan batas ketahanan saya. Dan tragisnya, ini harus terjadi sekarang.

Memang, hanya orang tolol yang mencampuradukkan urusan keluarga, urusan hati, urusan pertemanan, urusan finansial, urusan pekerjaan, urusan deadline, serta urusan kewajiban dan tanggung jawab dalam satu kompartemen.

You are, an idiot, kiddo..

Posted by: S Setiawan | Sabtu, Juni 9, 2007

MUSE - Showbiz

Controlling my feelings for too long
Controlling my feelings for too long
Controlling my feelings far too long
Controlling my feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

Trying to please you far too long
Trying to please you far too long
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow
Visions of greed you wallow

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

Controlling my feelings far too long
Controlling our feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

They make me, make me dream your dreams
They make me, make me scream your screams

PS: Untuk para tetangga. Keparat kaleyan! Jangan ngetes kesabaran gw deh! :-w Err, Ton, lu ngga termasuk kok *pats tetangga* :D

Controlling my feelings far too long
Controlling our feelings far too long
Forcing our darkest souls to unfold
Forcing our darkest souls to unfold
And pushing us into self destruction
And pushing us into self destruction

Posted by: S Setiawan | Selasa, Mei 29, 2007

Heart-Shaped Box

Saat ini saya berharap bahwa saya bisa membeli kotak tempat Davy Jones menyimpan hatinya. Berapapun harganya. Untuk dia yang sekarang duduk di samping saya.

Agar ia tidak perlu menangis lagi.

Agar ia tidak perlu merasakan sakit lagi.

Posted by: S Setiawan | Selasa, Mei 22, 2007

Blogging Lagi

Hore, bisa blogging lagi! :D

..tapi mobile. Nistanya - -;

Categories