Oleh: S Setiawan | Kamis, September 11, 2008

SONDRE LERCHE – Say It All

Last stop
Montauk
Try to get
Back on track
No vacation
Don’t give up
Just don’t look back
If you’re looking for an answer, dig in
I have said too much already
I cannot win
This could go on for forever on end
Theres nowhere to turn
Nowhere to begin this isn’t a joke it’s merely a sin

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle
Our night’s too short to say it all
Play it again and say it all
You know the punch line
It’s all in the punchline

Pale wind blowing
Cutting right
To the core
You’re so patient
When the wreck washed ashore
If you ever need forgiveness, I give
I have done so many incomprehensible things
This could go on for forever on end
Theres nowhere to run
Nowhere to escape
Don’t tell me you knew until we awake

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle

Our night’s too short to say it all
Play it again and say it all
Do you know the punchline?
It’s all in the punchline

Now and again we can leave it all behind
Now and again we can leave it all behind

There is no way to say it all
Play it again and say it all
I said a little
The rest is a riddle
Our night’s too short to play it all
Say it again and play it all
You know the punchline
It’s all in the punchline

I said a little
The rest is a riddle
You know the punchline
It’s all in the punchline

I said a little the rest is a riddle
You know the punchline, it’s all in the punchline

PS: Aduh, sayah sudah malas ngeblog. BTW, lagu ini enak sekali buat jogging. I’m pegel linu, but happy. Anyway, my life had been revolving pretty much around the zeroes and infinites lately. I hope before November, I will have my life all figured out. Then, you don’t have to say it all, only, “What’s next?”. I said a little, the rest is a riddle. You know the punchline, it’s all in the punchline.

Oleh: S Setiawan | Rabu, Mei 21, 2008

Bang, Bang, You’re Dead!

Kadang-kadang, melakukan hal-hal tolol seperti ngesot di tanah, ngumpet di semak-semak, tiarap di selokan, mencoba melakukan manuver tembak sambil lari-lari ala Rambo (dan berakhir dengan acara kepleset dengan tragis), dan terlalu fokus menyerang musuh tanpa menyadari bahwa kancing celana Anda lepas dan jeans Anda dalam perjalanan ke Selatan untuk mengantarkan Anda menuju status “Korban Cengan Abadi karena Tragedi Celana Melorot” adalah hal yang sangat menyenangkan.

Tadinya saya pesimis dengan kemampuan saya dan berpikir bahwa main paintball dalam kondisi kelaparan di siang hari yang terik adalah sebuah ide buruk. Terutama karena saya harus bangun pagi (kami insomniawan punya hak untuk molor sampai siang loh..) dan karena saya harus menembakkan senjata (which is one of the top ten things I’m sucked at).

Setelah mendapat tiga headshot cantik yang berjejer manis di helm, I know that I really sucked. Some pessimisms are good warning signs.

Meski demikian, saya tidak merasa culun. In fact, I did exceed my expectations. Saya malah berpikir tadinya bakalan pingsan di medan tempur. Ternyata enggak tuh, weeekkk.. Yang jelas saya sudah menganugerahkan penghargaan “Most Efficient Bullet User” untuk diri saya sendiri, hiehiehiehiheie.. :D

PS: Ya, ya, saya cupu. Hare gene baru nyobain maen paintball?! :P

Oleh: S Setiawan | Rabu, Mei 21, 2008

Mahasiswa (yang Sedang Skripsi)

Saya membaca Whatever You Think, Think The Opposite-nya Paul Arden dan menemukan quotation yang sangat menggelitik. Okay, bukan menggelitik. Hmm.. Nonjok, lebih tepatnya. Saya merasa ditendang-tendang, dan di saat yang sama, sangat terhibur.

“MOST PEOPLE ARE OTHER PEOPLE.

THEIR THOUGHTS ARE SOMEONE ELSE’S OPINION.

THEIR LIVES A MIMICRY.

THEIR PASSIONS A QUOTATION”

- Oscar Wilde

Saya berpikir, kutipan ini MAHASISWA BANGET. Orang di sebelah saya bilang, kutipan ini MAHASISWA (yang sedang skripsi) BANGET. Saya jadi berpikir, sepertinya selama ini kita semua jadi mahasiswa hanya untuk dijadikan mesin fotokopi organik.

Oleh: S Setiawan | Senin, Mei 12, 2008

I’m In Love With Tony Stark

And so far I have watched the movie three times. But I’m not yet stopping. :D

See, I’m not much of an Iron Man fan, but apparently, as till today, I consider Jon Favreau’s installment of the genius-billionaire-womanizer tin man my most favorite superhero movie.

Many considered Iron Man is Marvel’s answer for DC’s Batman, and the director himself said that he is inspired by the way Bruce Wayne was portrayed in Batman Begins. I think both movies are quite similar. But, while Nolan takes it on the darker tone (which very much suits Bruce Wayne’s character and past), Favreau takes the audience on a ride of a “fun-vee” that not only hi-tech, but very entertaining also.

The Robert-Downey-Jr-factor was something I don’t anticipated. Afterall, the idea of having Bob playing a role as a superhero have raised many eyebrows. Yes, I am surprised on how Bob could light the entire movie (evenso, I have absolutely no doubt on Bob’s performance as a fine actor). He is, indeed, the arch-reactor of this movie. Without Bob, the movie might only have a small chance of survival on the scoreboard.

If you haven’t seen the movie, I suggest you should try to. It’s a mix of Transformer-Robocop-Batman Begins type of movie. I’m confident that most people will find the movie great (it was rated 8.3 in IMDB, and 92% fresh in RT, so far), or at least if you’re dissapointed, you’ll still find it adequate. Me? I love the movie, and after 30 minutes I only have one thing to say:

I’m in love with Tony Stark.

Oleh: S Setiawan | Senin, April 28, 2008

ELLEN PAGE and MICHAEL CERA – Anyone Else But You

You’re a part time lover and a full time friend
The monkey on you’re back is the latest trend
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

We both have shiny happy fits of rage
You want more fans, I want more stage
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

You are always trying to keep it real
I’m in love with how you feel
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

I kiss you on the brain in the shadow of a train
I kiss you all starry eyed, my body’s swinging from side to side
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

The pebbles forgive me, the trees forgive me
So why can’t, you forgive me?
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

Du dududu dududu du dududu
Du dududu dududu du dududu
I don’t see what anyone can see, in anyone else
But you

PS: Yang sudah nonton Juno pasti tahu lagu ini. Rite, the movie’s cool, and this song is very catchy. I think this song is weirdly romantic, I suddenly have the idea to sing it for someone today. *tiba-tiba ingin menelpon-teror Tiwi* :-”

I don’t see what anyone can see, in anyone else,
but you..

Oleh: S Setiawan | Sabtu, April 26, 2008

Hehehe..

Hehehe.. :D

Oleh: S Setiawan | Selasa, April 8, 2008

I Miss You, Pops

It’s only been 33 days, and then there were fire.

Oleh: S Setiawan | Selasa, Agustus 28, 2007

02:22

Bisa jadi, hari ini akan jadi salah satu momen ulang tahun yang paling saya ingat. Bukan karena ada kejadian luar biasa, atau karena saya mendapat kado yang tidak terduga, tetapi lebih karena pada saat ini, saya bisa menikmati tiap menitnya dalam keadaan benar-benar sadar kalau saya sedang berulang tahun. Keluarga saya memang bukan keluarga yang mengagung-agungkan hari ulang tahun, menganggapnya luar biasa spesial dan butuh perayaan sendiri. Tidak. Kami hanya menganggap ulang tahun sebagai alibi untuk makan-makan dan pergi bersenang-senang. Tidak lebih. Karena hal tersebut juga, saya jadi tidak terlalu menganggap serius hari ulang tahun. Tidak masalah bila banyak teman saya yang salah tanggal, atau lupa sekalipun. Tidak ada kado pun tidak apa-apa. Bahkan saya sendiri hampir saja lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Saya kira tanggal 28 itu esok hari (bahkan Dani dan Mum saja mengira kalau hari ini tanggal 27). Untungnya ada yang mengingatkan saya. Hehe..

Saya bangun, mengecek telepon genggam, untuk menemukan bahwa jam menandakan pukul 02:22. Sampai sekarang, saya tetap tidak dapat mengerti arti dibalik sandi itu. Tetapi, mungkin kini di usia saya saat ini, saya harus menerima bahwa angka itu akan menjadi bagian permanen dari hidup saya. Setidaknya selama satu tahun ini.

Banyak hal terjadi di tahun yang lalu. Saya menemukan bahwa ada satu lagi mantan saya yang ternyata sudah menikah. Saya juga menemukan bahwa beberapa teman SMP dan SMA saya sudah menikah, bahkan ada yang sudah punya anak. Hebat sekali ya. Saya menemukan bahwa orang-orang yang bisa dengan sungguh-sungguh saya anggap sebagai teman dekat, hanyalah mereka yang pernah satu sekolah dengan saya waktu SMP dan SMA. Sisanya yang saya temui saat kuliah dan lain-lainnya, jumlahnya tidak banyak. Saya menemukan bahwa saya sepertinya akan menjadi orang tua yang bawel apabila saya punya anak. Dan sepertinya saya lebih cocok menjadi figur ayah, dibandingkan sebagai figur ibu. Saya menemukan bahwa saya terlalu banyak membaca, dan itu membuat saya pusing. Di tahun itu, saya hanya membeli beberapa buku. Hanya sedikit, dan kebanyakan adalah novelnya Coelho. Saya menjadikan Steve Jobs sebagai pahlawan saya karena tanpa dia, iPod tidak akan pernah ada. Sampai saat ini, iPod dodols yang hanya berkapasitas 30 GB itu saya anggap sebagai harta saya yang paling berharga, kecuali saat saya punya Macbook Pro nantinya. Saya juga menemukan bahwa Pops sepertinya akan senang kalau dibelikan iPod *lihat Pops sedang sibuk dengan MP3 player yang sedang nganggur* Oh ya, akhirnya saya merasakan nikmatnya mempunyai uang 20 juta milik saya sendiri (yang akhirnya habis juga selama satu tahun, soalnya saya boros, dan saya harus membayar ini itu dengan uang sendiri). Dengan uang itu, akhirnya saya bisa membeli telepon genggam milik saya sendiri. W850i itu saat ini dalam keadaan modyar, alias mati suri, mungkin karena terlalu sering dibanting-banting. Saya juga merasakan pertama kalinya menghadapi tagihan telepon seluler sebesar satu juta rupiah. Di tahun itu, saya akhirnya terjebak masuk ID-Gmail, menemukan orang-orang gila yang hebat diluar sana. Suplai tawa saya jadi tidak pernah habis karena milis keparat ini. Thanks, gays. Saya menemukan bahwa ternyata saya cocok hidup di Bandung, setelah lama ngotot bahwa saya lebih suka tinggal di Jakarta. Saya juga menemukan bahwa sofa saya di rumah ternyata sangat multifungsi. Saya juga baru sadar kalau kebebasan tanpa batas lebih mengerikan daripada yang saya kira, dan saya ternyata menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri dan lingkungan bila tidak ada yang mengawasi. Saya menemukan bahwa anak pertama saya terlalu mirip maminya, anak kedua saya terlalu mirip papinya, dan tetangga saya terlalu mirip saya, karena semua teman saya yang datang di hari wisuda mengira kalau kita bersaudara. D’oh! Who’s your daddy? Saya merasakan bagaimana nikmatnya ngakak di bioskop saat nonton The Simpsons. Saya juga frustasi saat menonton DVD The Barbarian Invasion di rumah, karena rasanya seperti menonton hidup saya sendiri. Tidak sepenuhnya sama, tapi banyak yang mirip. Saya menemukan bahwa kebaya dan sepatu hak tinggi adalah alat penyiksaan yang teramat kejam (ha! konspirasi patriarki!). Saya menemukan bahwa naik motor dengan posisi duduk menyamping sangatlah mengerikan (ha! another konspirasi patriarki!). Lebih mengerikan daripada naik Halilintar. Saya juga menemukan bahwa pijat kaki setelah seharian memakai sepatu hak tinggi sangatlah enak, saudara-saudara! Saya menemukan bahwa saya cukup gila karena dengan nekat mengerjakan suckrispi hanya dalam waktu dua minggu. Saya menemukan bahwa saya terlalu pendek untuk jadi penonton konser. Saya juga menemukan bahwa Jamie Cullum benar-benar kecil. Saya menemukan bahwa orang yang saya musuhi bisa tiba-tiba berbalik dan malah jadi menyukai saya. Saya juga menemukan bahwa hal ini bisa membuat saya kabur dengan sukses dan mewanti-wanti diri agar tidak keseringan mengolok-olok sinetron. Those shits really happens in real life, you know. Saya juga menemukan bahwa satu bangku di kereta api bisa ditempati dengan nyaman oleh tiga orang (yang satu merangkap sebagai bantal), satu buah laptop, dan satu tas. Harusnya kami hanya bayar dua tiket untuk tiga orang. Dats rite, brother! Saya juga menemukan bahwa Tiwi cantik sekali saat pakai kebaya *ngakak dengan puwas* Saya menemukan bahwa cucu saya yang pertama benar-benar hidup di kampus, tapi tidak jadi saya kasihani, karena di kampus, ternyata benwitnya berlimpah. Saya menemukan bahwa adik-adik teman saya sudah besar-besar. Beberapa bahkan sudah masuk kuliah. Saya juga baru menemukan bahwa adik saya sebentar lagi akan berusia 17 tahun. Saya kira dia masih 15 tahun *lupa* Saya menemukan bahwa setelah 4 tahun, segala sesuatu di sekitar saya berubah dengan amat drastis, dan anehnya, saya bisa memaklumi hampir semuanya itu. Saya menemukan bahwa lama kelamaan, saya makin melunak pada anak kecil. Mungkin efek dari insting kebapakan saya. Saya menemukan bahwa pawai 17an, eh, 18an, bisa menjadi sebuah pengalaman traumatis. Saya juga menemukan bahwa perjalanan Bandung – Majalengka 4 jam adalah sebuah hoax! Saya juga menemukan bahwa satu hal yang paling saya inginkan pada saat ini, sepertinya tidak akan menjadi milik saya, dan harus saya ikhlaskan untuk dimiliki oleh orang lain *sigh* Katanya, for the greater good. Kalau memang begitu adanya, saya rela.

Saya menemukan bahwa satu tahun ini benar-benar sebuah mad season buat saya, and a year of discovery, too. Things come and go. Some stay, even grow roots. Some remembered. Some forgotten. Some taken for granted. Some had to be let go. And everything changed my world.

Terima kasih kepada mereka semua yang masih ingat bahwa saya berulang tahun di tanggal 28 Agustus. Terima kasih untuk kedua anak saya: DungDung dan Ucrit, juga untuk Ambu Dian, Dyah Haibara, Tomi, Mum, Mala, Debz, Ina, dan sisanya yang mungkin baru akan mengucapkan selamat di malam nanti (sepertinya berlomba-lomba untuk jadi yang terakhir mengucapkan selamat). Terima kasih untuk rekan-rekan di Kampung Gajah: Budi, Ji Peng, Rara, Nenda, Abe, Hendro sayangku, Adis, Prasz, Heri, Joan, Kang Deni, Didik, Oom Awan, nTub, Azil, Aryo, mBu, Oom Andri, dan Jeng Ina. Makasih banyak yah! :D Terima kasih juga kepada mereka semua yang tetap nyasar dan mengucapkan selamat di tanggal 24, 25, 26, dan 27. Tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada orang-orang nyasar yang baru mengucapkan selamat di tanggal 29, atau sekalian, tanggal 28 bulan depan. For you, thank you too.

Untuk yang mengucapkan selamat pertama kali hari ini, ..tolong dipakai kaus kakinya ya *kasih pita pink* :-“

Everybody’s got something that they want to sing about, laugh about, cry about, it’s true. For me it’s you.

UPDATE: Thanks to semua orang yang sudah kasih SMS ucapan selamat tapi tidak saya balas. Dan terima kasih untuk semua yang mencoba menelpon, tapi saya reject, hehehe.. Oiya, terima kasih yang sudah nyasar kasih selamat di tanggal 29. Kok banyak yang mikir kalo kemaren itu tanggal 27 ya? Duh.. Untuk Noka, Hilda, Tonggie, Shera, Lele,  Regina,  Oom Isdah, Diah AS,  Ied, dan Tiwi. Thanks, dude. Egimanaya, sayamalasbalasSMStuh. Malesngasihspasipula :-” Dah ah, saya diprotes mulu sama yang punya leptop *bakar tetangga*

Oleh: S Setiawan | Rabu, Juli 18, 2007

TRAIN – For Me, It’s You

If I ever find truth I’m gonna let you know
If I ever find faith I’m gonna sit in every bit of its afterglow
If I ever find a way to bring love here today
You better bet your life that this is what I’ll say
Give it if you’ve got it
Get it if you don’t

Take my hand in the meantime
And let’s walk into the sunshine
Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

Give it away, give it away, give it away
If it’s something that you got layin’ round your house
Man let me tell ya if ain’t a kiss
It’s something you’ll never miss
Give it to somebody that don’t have a thing layin’ round like a prayer or a sweet sound
Give it if you’ve got it
Get it if you don’t

Take my hand in the meantime
Let’s walk into the sunshine
Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na
For me it’s you
Na na na na na na na na na

Give it to somebody that don’t have a thing
Ain’t got soft shoes to dance or a love song to sing – no
Get yourself on the right track
Let somebody ride your back for a while

If I ever find truth I’m gonna let you know
You better bet your life if this is what I’m gonna say just give it away
You can’t take it where you’re goin anyway

Take my hand in the meantime
And let’s walk into the sunshine
Everybody got something they want to sing about, laugh about cry about it’s true
For me it’s you
Na na na na na na na na

PS: Untuk semua pihak yang telah mendukung saya selama berlangsungnya pembuatan suxrispi nista, baik berupa dukungan moral, spiritual, maupun finansial, TERIMA KASIH.

Everybody got something that they want to sing about, laugh about, cry about
It’s true
For me it’s you

For me, it’s all of you. Thank you.

Oleh: S Setiawan | Rabu, Juli 18, 2007

THE STROKES – You Only Live Once

Some people think they’re always right
Others are quiet and uptight
Others they seem so very nice nice nice nice nice nice(oh-ho)
Inside they might feel sad and wrong (oh no)

Twenty-nine different attributes
Only seven that you like
Twenty ways to see the world (oh-ho)
Twenty ways to start a fight (oh-ho)

Oh don’t don’t don’t get up
I can’t see the sunshine
I’ll be waiting for you, baby
Cause I’m through
Sit me down
Shut me up
I’ll calm down
And I’ll get along with you

Oh men don’t notice what they got
Women they think of that alot…
a thousand ways to please your man (oh-ho)
and not even one requires a plan (I know)

Countless odd religions, too
It doesn’t matter which you choose (oh no)
One stubborn way to turn your back (oh-ho)
This ive tried and now refuse (oh-ho)

Oh don’t don’t don’t get up
I can’t see the sunshine
I’ll be waiting for you, baby
Cause I’m through
Sit me down
Shut me up
I’ll calm down
And I’ll get along with you
Allright

Shut me up
Shut me up
And I’ll get along with you

PS: Dan seperti yang dikatakan oleh Julian Casablancas cs, “I’ll try  anything once,” ..skrispi, memang cukup sekali saja. Terima kasih.

*MULAI MEMBAKAR NASKAH SUXRISPI SATU PER SATU*

Tulisan Sebelumnya »

Kategori